Subscribe to our Newsletter

Be the first to learn the latest news about SGB!
Join #SGB_Family now!
EMAIL
Secure and Spam free...

Pembangunan Bandara Changi, Terminal 4 Telah Diresmikan

August 6, 2018

Pada 3 Agustus 2018 lalu, Terminal 4 (T4) Bandara Changi diresmikan. Acara tersebut dihadiri oleh Transport Minister, Khaw Boon Wan. Dilansir Straits Times, Khaw Boon Wan mengatakan perencanaan ke depan dan membangun di depan permintaan merupakan hal penting untuk memastikan Bandara Changi tetap di depan para pesaingnya.

Terminal 4 Bandara Changi memerlukan waktu sekitar 4 tahun untuk pembangunannya. Pembangunan Terminal ini merupakan salah satu rencana Bandara Changi untuk mengakomodasi angka pengunjung yang akan terus bertambah. Selanjutnya, Terminal 5 juga diperkirakan akan  selesai dibangun pada tahun 2030.

Semenjak mulai beroperasi pada tanggal 31 Oktober lalu, Terminal 4 telah menangani sekitar enam juta penumpang. Dengan ditambahnya Terminal ini, Bandara Changi bisa menampung hingga 82 juta penumpang per tahun. Pada tahun 2017, bandara ini bisa menangani 62,2 juta penumpang.

Terminal terbaru Changi ini sekarang menjadi rumah bagi 11 maskapai penerbangan. Terminal 4 Bandara Changi akan berfungsi sebagai test bed unntuk teknologi yang akan digunakan dalam Terminal 5 nantinya.

Hanya di Terminal 4 penumpang dapat mencoba proses “self-service” dari awal hingga akhir. Terminal ini adalah yang pertama di Bandara Changi yang menggunakan pengenalan wajah untuk memastikan orang tesebut sama, mulai dari check-in, penandaan tas (bag-tagging), imigrasi, hingga boarding.

Selain itu, terdapat Playground berwarna merah saat acara peresmian Terminal 4 Bandara Changi. Playground tersebut benama Chandelier, dibangun menggunakan 10 Km tali dan didukung dengan 15 ton baja. Playground ini bisa digunakan 50 orang sekaligus, gratis dan akan terbuka 24 jam untuk pengunjung. Changi Airport Group menyatakan bahwa Playground ‘Chandelier’ ini merupakan instalasi seni terbesar di bandara.

Sementara itu, bangunan yang menghubungkan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Changi diperkirakan akan selesai di tahun 2019 mendatang. Dinamakan Jewel, dikhususkan untuk wisata, restoran, pusat perbelanjaan dan hal lainnya untuk para wisatawan lokal dan mancanegara. Begitu juga dengan rencana pembangunan Rain Vortex, sebuah air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter.

Rain Vortex, Sumber: www.changiairport.com

Semoga Bandara Changi semakin nyaman disinggahi oleh wisatawan!

Ada banyak hal menarik di Singapura yang tidak boleh kamu lewatkan! Untuk informasi lebih detail, baca selalu majalah digital SGB! Kamu hanya perlu klik di sini

Avatar
About Tania test

Gracia Purnomo, yang sering dipanggil Grace, lahir di Semarang pada tanggal 8 Agustus 1996. Grace bergabung dengan #SGB_Team sejak Agustus 2018 dan Grace sangat senang menjadi bagian dari Singapore Guidebook. Grace ingin lewat tulisan-tulisan yang Ia buat di artikel website SGB ini menjadi penolong bagi para wisatawan Indonesia yang ke Singapura. #SGB_Family bisa berbincang-bincang dengan Grace lewat Instagram: @graciapurnomo

August 6, 2018

Pada 3 Agustus 2018 lalu, Terminal 4 (T4) Bandara Changi diresmikan. Acara tersebut dihadiri oleh Transport Minister, Khaw Boon Wan. Dilansir Straits Times, Khaw Boon Wan mengatakan perencanaan ke depan dan membangun di depan permintaan merupakan hal penting untuk memastikan Bandara Changi tetap di depan para pesaingnya.

Terminal 4 Bandara Changi memerlukan waktu sekitar 4 tahun untuk pembangunannya. Pembangunan Terminal ini merupakan salah satu rencana Bandara Changi untuk mengakomodasi angka pengunjung yang akan terus bertambah. Selanjutnya, Terminal 5 juga diperkirakan akan  selesai dibangun pada tahun 2030.

Semenjak mulai beroperasi pada tanggal 31 Oktober lalu, Terminal 4 telah menangani sekitar enam juta penumpang. Dengan ditambahnya Terminal ini, Bandara Changi bisa menampung hingga 82 juta penumpang per tahun. Pada tahun 2017, bandara ini bisa menangani 62,2 juta penumpang.

Terminal terbaru Changi ini sekarang menjadi rumah bagi 11 maskapai penerbangan. Terminal 4 Bandara Changi akan berfungsi sebagai test bed unntuk teknologi yang akan digunakan dalam Terminal 5 nantinya.

Hanya di Terminal 4 penumpang dapat mencoba proses “self-service” dari awal hingga akhir. Terminal ini adalah yang pertama di Bandara Changi yang menggunakan pengenalan wajah untuk memastikan orang tesebut sama, mulai dari check-in, penandaan tas (bag-tagging), imigrasi, hingga boarding.

Selain itu, terdapat Playground berwarna merah saat acara peresmian Terminal 4 Bandara Changi. Playground tersebut benama Chandelier, dibangun menggunakan 10 Km tali dan didukung dengan 15 ton baja. Playground ini bisa digunakan 50 orang sekaligus, gratis dan akan terbuka 24 jam untuk pengunjung. Changi Airport Group menyatakan bahwa Playground ‘Chandelier’ ini merupakan instalasi seni terbesar di bandara.

Sementara itu, bangunan yang menghubungkan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Changi diperkirakan akan selesai di tahun 2019 mendatang. Dinamakan Jewel, dikhususkan untuk wisata, restoran, pusat perbelanjaan dan hal lainnya untuk para wisatawan lokal dan mancanegara. Begitu juga dengan rencana pembangunan Rain Vortex, sebuah air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter.

Rain Vortex, Sumber: www.changiairport.com

Semoga Bandara Changi semakin nyaman disinggahi oleh wisatawan!

Ada banyak hal menarik di Singapura yang tidak boleh kamu lewatkan! Untuk informasi lebih detail, baca selalu majalah digital SGB! Kamu hanya perlu klik di sini

Avatar
About Tania test

Gracia Purnomo, yang sering dipanggil Grace, lahir di Semarang pada tanggal 8 Agustus 1996. Grace bergabung dengan #SGB_Team sejak Agustus 2018 dan Grace sangat senang menjadi bagian dari Singapore Guidebook. Grace ingin lewat tulisan-tulisan yang Ia buat di artikel website SGB ini menjadi penolong bagi para wisatawan Indonesia yang ke Singapura. #SGB_Family bisa berbincang-bincang dengan Grace lewat Instagram: @graciapurnomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#SGB_Story

SGB was founded by Tania Gromenko, a Russian lady who started studying the Indonesian language when she was 18. She had a chance to live in Indonesia several times since then - in Jakarta and Bali - and fell in love with Indonesia and its people. In 2016, Tania moved to Singapore and slowly but surely, the SGB concept shaped in her mind.
Read More

Berita Terbaru

Latest Videos

Latest Videos

Some of Our Partners Include

Changi-Airport
Ez-Link
Garuda-Indonesia
Kraft Wich
klook
error: Ooops, copy-paste are not allowed!

Subscribe to our Newsletter

Be the first to learn the latest news about SGB!
Join #SGB_Family now!
EMAIL
Secure and Spam free...