8 Cuti Kerja di Singapura, Ada Cuti Melahirkan buat Ayah Pekerja!

  • August 2, 2021
  • Dibaca 96 kali
Ilustrasi ibu merawat anak. Pexels Tatiana Syrikova

Setiap aturan tentang pekerjaan di Singapura diatur dengan sangat jelas oleh pemerintah, mulai dari visa, jam kerja, sampai cuti. Dalam aturan yang dikeluarkan oleh MOM atau Kementerian Ketenagakerjaan, Singapura punya 8 jenis cuti yang bisa diambil oleh pekerja. Tentunya masing-masing ada syarat tertentu. Simak selengkapnya pada ulasan berikut yang mengutip mom.gov.sg. Selain aturan cuti, ketahui informasi penting tentang bekerja di Singapura pada Guidebook Digital: Bagaimana Cara Menemukan Pekerjaan di Singapura.

cuti kerja di singapura
Ilustrasi tangan ibu dan bayi. Pexels/William Fortunato

Adoption leave atau cuti adopsi berlaku untuk ibu angkat pekerja termasuk wiraswasta (self-employed) untuk merawat dan bonding dengan anak angkat selama 12 minggu. Cuti berbayar ini bisa diambil kalau anak adopsi berusia di bawah 12 bulan pada saat mengajukan aplikasi adopsi ke pengadilan. 

Ibu pekerja yang bisa mengambil cuti ini minimal telah bekerja selama 3 bulan berturut-turut di perusahaan yang sama atau bekerja sendiri sebelum mengajukan adopsi. Cuti adopsi harus diambil sebelum anak berusia 1 tahun.

Ilustrasi Marina Bay Sans Hotel Singapura. Unsplash Will Truettner
Ilustrasi Marina Bay Sans Hotel Singapura. Unsplash/Will Truettner

Pekerja berhak atas cuti tahunan atau annual leave kalau sudah bekerja di perusahaan yang sama selama setidaknya 3 bulan. Jadi, baru bisa mengajukan cuti tahunan saat bulan ke-4. Hak cuti atau jumlah hari cuti tergantung pada berapa tahun masa kerja. Misalnya sudah bekerja selama satu tahun, maka akan mendapatkan 7 hari cuti. Sementara jika sudah bekerja selama 2 tahun, dapat cuti 8 hari dan begitu seterusnya.

Ilustrasi ibu merawat anak. Pexels Tatiana Syrikova
Ilustrasi ibu merawat anak. Pexels/Tatiana Syrikova

Childcare leave atau cuti untuk merawat anak dapat diambil apabila pekerja sudah bekerja di perusahaan yang sama atau wiraswasta selama minimum 3 bulan berturut-turut. Syarat lainnya, anak berusia di bawah 7 tahun dan anak berkewarganegaraan Singapura. Khusus untuk wiraswasta, bisa mengambil cuti berbayar (dari pemerintah) kalau selama cuti itu kehilangan penghasilan. 

Waktu cuti bagi pekerja dan pasangan masing-masing 6 hari per tahun sampai tahun di mana sang anak berusia 7 tahun, berapa pun jumlah anak yang dimiliki. Jumlah childcare leave dibatas 42 hari untuk setiap orang tua.

cuti kerja di singapura
Ilustrasi perempuan hamil. Pexels/Negative Space

Ibu pekerja yang hamil bisa mengambil cuti berbayar sampai 16 minggu kalau memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Anak berkewarganegaraan Singapura
  • Sudah bekerja di perusahaan yang sama selama setidaknya 3 bulan beruntun sebelum kelahiran anak.
  • Untuk wiraswasta sudah terlibat dalam pekerjaan yang sama selama minimal 3 bulan berturut-turut dan akan kehilangan penghasilan selama masa cuti hamil.
  • One-week notice kepada perusahaan sebelum mengambil cuti hamil dan mengabarkan segera tentang waktu kelahiran.

Ilustrasi ayah dan bayi. Pexels Pixabay
Ilustrasi ayah dan bayi. Pexels/Pixabay

Paternity leave serupa dengan maternity leave tapi berlaku untuk ayah pekerja sehingga bisa bersama sang istri saat hamil dan melahirkan selama 2 minggu. Cuti berbayar yang baru berlaku sejak 1 Januari 2017 ini berlaku untuk ayah kandung maupun ayah angkat yang legal. Syaratnya sang anak harus berkewarganegaraan Singapura. Ayah bisa mengambil paternity leave jika bekerja di perusahaan yang sama atau wiraswasta selama minimal 3 bulan sebelum kelahiran anak.

cuti kerja di singapura
Ilustrasi orang tua dan anak. Pexels/Rodnae Productions

Ayah bekerja dapat mengajukan permohonan berbagi cuti hingga 4 minggu dari 16 cuti hamil milik istri (maternity leave) atas persetujuan istri. Baik wiraswasta maupun karyawan berhak atas cuti pengasuhan bersama jika sang anak berkewarganegaraan Singapura dan sang istri (ibu sang anak) memenuhi syarat untuk maternity leave. Selain itu, pemohon cuti ini harus sudah secara sah menikah dengan ibu sang anak.

Ilustrasi orang sedang berbaring di kasur rumah sakit. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels
Ilustrasi orang sedang berbaring di kasur rumah sakit. Pexels/Andrea Piacquadio

Karyawan berhak mendapatkan cuti sakit berbayar baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Jumlah hari cuti sakit berbayar tergantung pada masa kerja. Bisa sampai 14 hari untuk cuti sakit rawat jalan dan hingga 60 hari untuk cuti rawat inap berbayar. Karyawan harus memenuhi syarat berikut:

  • Bekerja di perusahaan yang sama selama minumum 3 bulan
  • Pekerja memang dilindungi atau dalam naungan Undang-undang Ketenagakerjaan Singapura
  • Harus memberi tahu atau setidaknya mencoba mengabari perusahaan dalam waktu 48 jam setelah ketidakhadiran karena sakit.

Ilustrasi anak-anak. Unsplash Markus Spiske
Ilustrasi anak-anak. Unsplash Markus Spiske

Daftar cuti sebelumnya semuanya berbayar baik oleh perusahaan maupun pemerintah Singapura, berbeda dengan unpaid infant care yang tidak berbayar. Setiap orang tua yang bekerja berhak atas 6 hari cuti dalam setahun untuk merawat anak yang berusia di bawah 2 tahun. Aturan ini berlaku termasuk untuk anak adopsi atau anak tiri yang resmi. Syarat utamanya adalah karyawan sudah bekerja minimal 3 bulan di perusahaan dan anak harus warga negara Singapura.

Ternyata cuti kerja di Singapura cukup banyak dan setiap syaratnya begitu jelas. Bagaimana menurut #SGB_Family, jadi semakin tertarik kerja di Singapura? Buat #SGB_Family yang penasaran tentang tips dan trik mencari kerja di Singapura lainnya juga bisa didapatkan pada Guidebook Digital: Bagaimana Cara Menemukan Pekerjaan di Singapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×