Panduan Wisata di Singapura Terbaru Saat Pandemi Covid-19, Simak Ya!

  • June 28, 2021
  • Dibaca 102 kali
Panduan wisata di Singapura

Singapura saat ini berada pada Fase 3 disebut Heightened Alert atau peningkatan peringatan. Sejumlah penyesuaian dilakukan oleh pemerintah Singapura salah satunya membuka kembali perbatasan untuk wisata jangka pendek dari wilayah tertentu. Selain itu menurut gov.sg, pertemuan berkelompok maksimal 5 orang mulai pertengahan Juli 2021. Asalkan tidak terjadi super-spreader atau kluster besar. Berikut selengkapnya panduan wisata di Singapura saat pandemi Covid-19.

Pantai di Pulau Sentosa, Singapura. Photo by Instagram @singaporetravelvibes
Pantai di Pulau Sentosa, Singapura. Photo by Instagram @singaporetravelvibes

Sampai berita ini ditulis, ada tiga skema jalur perjalanan aman yang bisa diajukan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Singapura. Berdasarkan safetravel.ica.gov.sg, jalur perjalanan yang berlaku dengan ketentuan khusus adalah Air Travel Pass (ATP), Air Travel Bubble (ATB), dan Reciprocal Green Lane (RGL).

Wisatawan bisnis atau kedinasan bisa mengajukan Reciprocal Green Lane dengan sponsor dari perusahaan atau badan pemerintah Singapura. Negara yang masuk dalam jalur perjalanan RGL adalah Brunei Darussalam dan Mainland China. Air Travel Pass khusus untuk wisata jangka pendek untuk turis dari Australia (kecuali New South Wales), Brunei Darussalam, Hong Kong, Mainland China (kecuali Provinsi Guangdong), dan New Zealand.

Panduan wisata di Singapura
Gardens by the Bay, Singapura. Photo by Instagram @pakindro

Air Travel Bubble hanya berlaku untuk wisatawan dari Hong Kong tapi mulai berlakunya masih ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan. Rencana awalnya Air Travel Bubble Singapura-Hong Kong diluncurkan pada Mei 2021. Turis dari Hong Kong bisa ke Singapura dengan skema Air Travel Pass untuk sementara ini.

Universal Studios Singapore. Photo by Instagram @gordon61
Universal Studios Singapore. Photo by Instagram @gordon61

Walaupun Singapura sudah membuka wisata tapi tetap ada syarat yang harus dipenuhi. Selengkapnya sebagai berikut dikutip dari visitsingapore.com/:

  • Mengajukan Air Travel Pass 7 dan 30 hari sebelum tanggal kedatangan di Singapura.
  • Mengajukan Reciprocal Green Lane minimal 14 hari sebelum minggu pada kedatangan di Singapura.
  • Berada di negara keberangkatan 21 hari berturut-turut sebelum berangkat ke Singapura (khusus skema Air Travel Pass).
  • Berada di negara keberangkatan 14 hari berturut-turut sebelum berangkat ke Singapura (khusus skema Reciprocal Green Lane).
  • Melakukan tes PCR saat tiba di Singapura.
  • Pemohon Air Travel Pass dan Reciprocal Green Lane harus mempunyai asuransi perjalanan sebelum melakukan perjalanan ke Singapura. Nilai pertanggungan minimal S$30.000 atau Rp 323 juta untuk biaya rawat inap maupun pengobatan terkait Covid-19.
  • Menyerahkan rencana perjalanan selama 14 hari berada di Singapura (khusus skema Reciprocal Green Lane).
  • Pemohon Air Travel Pass dan Reciprocal Green Lane harus menggunakan transportasi pribadi, taksi, atau mobil sewaan pribadi.
Marina Bay Sands di Singapura. Photo by Instagram @bennytgh
Marina Bay Sands di Singapura. Photo by Instagram @bennytgh

Tiga hari sebelum kedatangan di Singapura harus melakukan:

  • Mendaftar dan membayar tes PCR.
  • Mengirimkan semua deklarasi kesehatan dan perjalanan pada SG Arrival Card melalui aplikasi Visit Singapore Travel Guide atau SG Arrival Card (SGAC) e-Service.
  • Mengunggah dan mengisi profil di aplikasi TraceTogether.
  • Pemohon Air Travel Pass dan Reciprocal Green Lane wajib karantina mandiri di penginapan yang telah ditentukan badan pemerintah Singapura selama 48 jam sambil menunggu hasil tes PCR kedatangan.
  • Tes PCR harus negatif agar bisa masuk ke Singapura, kecuali untuk wisatawan dari Australia, Brunei Darussalam, Mainland China, New Zealand, Hong Kong, dan Makau.

Panduan wisata di Singapura
Amoy Street Food Centre di Singapura. Photo by Instagram @bigrowe

Panduan wisata di Singapura saat pandemi Covid-19 juga meliputi aturan berkunjung ke atraksi wisata dan tempat makan. Beberapa kebijakan yang harus dipatuhi seperti berikut mengutip gov.sg

  • Maksimal 50 orang untuk tur wisata menggunakan kendaraan besar.
  • Maksimal 20 orang untur tur wisata tanpa menggunakan kendaraan besar.
  • Di pusat perbelanjaan, maksimal 10 orang per 10 meter persegi.
  • Kapasitas operasional maksimal 50 persen di museum dan perpustakaan umum.
  • Pengunjung di tempat pijat misalnya spa dan sauna serta salon dapat melepas masker apabila diperlukan misalnya untuk facial dan mandi sauna.
  • Satu kamar hotel diisi maksimal 5 orang untuk keperluan staycation, kecuali berasal dari rumah yang sama.
  • Makan satu meja di tempat makan maksimal 2 orang. Sementara mulai pertengahan Juli 2021, bisa sampai 5 orang.

Panduan wisata di Singapura
Merlion Park di Singapura. Photo by Instagram @sg_cityscapes

Melansir gov.sg/features/covid-19, per 25 Juni 2021 pukul 12PM Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi 13 kasus baru infeksi Covid-19 yang ditularkan secara lokal. Selain itu, ada 4 kasus impor yang sudah ditempatkan di Stay-Home Notice saat tiba di Singapura. Sehingga sejauh ini total kasus aktif Covid-19 di Singapura sebanyak 317. Sementara, total kasus yang boleh pulang sebesar 62,161. Sementara kasus impor sebanyak 4,785.

Panduan wisata di Singapura di atas sebaiknya diikuti dengan bijak. Selalu perbarui informasi terbaru terkait pandemi Covid-19 di Singapura maupun Indonesia untuk memastikan rencana perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×