Tata Cara Makan di Singapura Sesuai dengan Budaya, Kamu Wajib Tahu!

  • May 7, 2021
  • Dibaca 478 kali

Singapura dari dulu memang terkenal dengan negara yang memiliki warga yang multiras dan banyak budaya. Saat berkunjung ke Singapura, #SGB_Family akan bertemu dengan orang Melayu, India, dan Tionghoa. Hal inilah yang membuat terciptanya beberapa kebiasaan yang dipengaruhi dari setiap budaya. Mungkin banyak yang belum tahu, ternyata ada lho tata cara makan di Singapura yang disesuaikan dengan budaya. Mau tahu? Baca terus artikel ini, ya.

Summer Pavilion (IG: ritzcarltonmilleniasingapore)

Tata cara makan di Singapura berdasar di Budaya Tionghoa tergolong cukup unik dan bervariasi. Bagi #SGB_Family yang ingin berkunjung ke restoran Tionghoa di Singapura seperti Summer Pavilian di Ritz Carlton Hotel atau Min Jiang di Orchard Road, perhatikan tips-tips berikut ini: 

  • Budaya makan di Tionghoa adalah selalu mengedepankan orang tua. Maka dari itu, persilakan orang tua terlebih dulu untuk mencicipi makanan. 
  • Sumpit tidak boleh saling silang.
  • Sumpit tidak boleh digunakan untuk menunjuk seseorang. 
  • Sumpit tidak boleh diletakkan secara vertikal dalam mangkuk, karena mengingatkan pada persembahan untuk para almarhum. 
  • Ikan tidak boleh dibalik karena bisa menjadi pertanda buruk bagi nelayan. 
  • Apabila cangkir teh diisi ulang, tunjukkan rasa terima kasih dengan menepuk meja. 

Rumah makan Melayu – Hjh Maimunnah (IG: hjhmaimunahrestaurant)

Selain Tionghoa, Negeri Singa juga memiliki warga yang berdarah Melayu. Restoran atau tempat makan Melayu bisa ditemukan di sepanjang jalan Singapura dan tersebar di daerah manapun. Ternyata, tata cara makan dari budaya satu ini juga nggak sembarangan, lho. Berikut contoh-contohnya:  

  • Apabila makan dengan tangan, harus menggunakan tangan kanan. Dalam budaya Melayu, tangan kiri dianggap kurang bersih.
  • Mangkuk kecil dengan air biasanya disediakan untuk mencuci tangan saat sebelum dan sesudah makan. 
  • Apabila diundang berbuka puasa, terlebih dulu mengkonsumsi makanan ringan seperti kurma. Setelah itu, #SGB_Family bisa mengkonsumsi makanan utama. 

 

Anjappar (IG:_laragazza_eats)

Siapa nih pecinta makanan India? Ada banyak kuliner India yang bisa dicoba, salah satunya adalah Anjappar. India juga mempunyai aturan makan tersendiri. Beberapa tata cara makan menggunakan tangan, nggak jauh beda dengan budaya Melayu. Namun, aturan lainnya sebagai berikut:

  • Pada umumnya, resto India tidak menyediakan makanan berbahan daging sapi. Hal ini dikarenakan pemeluk Agama Hindu sangat mendewakan sapi. 
  • Beberapa pemeluk Agama Hindu juga tidak mengkonsumsi telur dan bawang putih. 
  • Sendok atau garpu yang digunakan mengambil hidangan tidak diperbolehkan dipakai untuk makan. 
  • Apabila diundang makan-makan oleh warga India, kebersihan piring mempunyai dua arti. 
  • Kalau ada sisa makanan, tuan rumah menganggap bahwa #SGB_Family sudah kenyang dan puas terhadap hidangannya. 
  • Jika piring bersih, tuan rumah akan memaksa untuk menambah makanan lebih banyak lagi. 

Hawker Centre (IG: elimchew77thstreet)

Tata cara makan di restoran juga berbeda dengan food court atau lebih dikenal dengan nama hawker centre. #SGB_Family yang belum pernah ke Singapura, wajib memperhatikan hal-hal berikut ini agar nggak terjadi culture shock.

  • Pada umumnya, hawker center berkonsep self service. Pembeli wajib mengambil sendiri dan mengembalikan nampan pada kiosnya.
  • Menerapkan chope, di mana para pelanggan food court menandai mejanya sudah ditempati dengan menggunakan tumpukan tisu. 

Itulah beberapa tata cara makan yang ada di Singapura sesuai dengan kondisi budaya dan tempatnya. Cukup ikuti tips-tips ini, #SGB_Family tidak akan ragu lagi untuk menjelajah makanan di negara ini. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×