Singapura Banjir? Benarkah? Cek Berita Selengkapnya!

  • January 4, 2021
  • Dibaca 199 kali

Pernah terbayang kalau Singapura banjir? Dengan sistem pemerintahan yang maju, rasanya susah dipercaya ya. Namun, dengan curah hujan tertinggi belakangan, Negeri Singapura pun nggak luput dari bencana satu ini. Seperti apa berita lengkapnya? Baca terus artikel ini, ya.

Dilansir dari channelnewsasia.com, suhu Singapura turun ke level terendah, yaitu 21.1 derajat celcius pada hari Sabtu, 2 Januari 2021 karena cuaca dingin dan hujan dari gelombang monsun berlanjut mulai Jumat. Hal ini disampaikan oleh Badan Lingkungan Nasional (NEA).

Disampaikan juga bahwa hujan terus menerus yang meluas diperkirakan akan terjadi juga dalam beberapa hari ke depan. Pada hari Sabtu, total curah hujan tertinggi yang tercatat adalah 210.6mm di Changi.

“Ini melebihi curah hujan harian tertinggi kedua yang pernah tercatat sebesar 194.4mm untuk Januari di stasiun iklim Changi (rekor tertinggi untuk Januari adalah 216.2mm),” kata NEA. Merkuri turun ke level terendah yaitu 21,1 derajat celcius di Newton pada sore hari. Angka tersebut sudah turun dari 21,3 derajat celcius pada hari sebelumnya.

Menurut Badan Air Nasional (PUB), jumlah total curah hujan tertinggi di Chango sejak Jumat adalah 318,6mm, yang lebih setara dengan rata-rata curah hujan bulanan untuk Januari (238,3mm).

“Ini adalah kejadian gelombang monsun pertama di musim hujan timur laut saat ini,” kata NEA. Ini mengacu pada penguatan angin di Laut Cina Selatan, menyebabkan awan hujan yang luas terbentuk di wilayah sekitarnya.

PBU mencatat bahwa mereka mengeluarkan risiko banjir untuk beberapa lokasi, termasuk Lorong Halus, Pasir Ris Farmway 3, Jalan Seaview, Jalan Mountbatter dan persimpangan Jalan Bedok dan Jalan Upper Changi Timur. Ketika hujan lebat, akan menyebabkan permukaan air di saluran dan kanal menjadi melebihi batas kapasitas 90%.

Ilustrasi hujan besar (unsplash)

Menurut peringatan cuaca oleh Badan Meteorologi Singapura pada hari Kamis, hujan guntur sedang dan kondisi berangin diperkirkan akan terjadi pada sore hari dalam dua minggu pertama di tahun 2021. Jika #SGB_Family di Singapura berencana keluar rumah, pastikan menggunakan baju tebal dan siap payung atau jas hujan.

Dalam beberapa hari, konvergensi angin berskala besar di wilayah tersebut dapat menyebabkan hujan petir yang lebat dan meluas di seluruh negeri. Kondisi yang luar biasa dingin dapat dikaitkan dengan perubahan iklim buatan manusia dan rentetan nasib buru yang alami. Hal ini disampaikan oleh Profesor Benjamin, Direktur Observatorim Bumi Singapura.

Laporan perkiraan banjir (unsplash)

Peringatan Singapura banjir bukan tanpa sebab. Curah hujan total harian tertinggi tercatat dan suhu terendah yang tercatat untuk bulan Januari dalam 10 tahun terakhir adalah 238,2mm di Pulau Ubin, yaitu pada tahun 2011.

Dilansir dari liputan6.com, laporan Singapura banjir di beberapa area terlihat dari foto dan video yang beredar di media sosial. Terlihat pohon tumbang di dekat Loyang Avenue yang menghalangi dua jalur lalu lintas. Nggak cuma itu, longsor di SG Road Vigilante dan juga beberapa lokasi lainnya.

Itulah beberapa berita mengenai Singapura banjir. Perlu #SGB_Family di Singapura catat bahwa hujan dengan guntur masih akan terjadi hingga dua minggu awal Januari 2021. Jika memang nggak ada kepentingan yang mendesak, lebih baik tinggal di rumah saja. Stay safe!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×