Kereta Cepat Singapura – Malaysia Batal Dibuat? Benarkah? Baca Detailnya Ya!

  • January 2, 2021
  • Dibaca 235 kali

Siapa nih #SGB_Family yang menantikan RTS Link Singapura – Malaysia? Langsung sudah bisa membayangkan perjalanan dua negara jadi sangat praktis dengan adanya kereta cepat Singapura – Malaysia, ya. Rencananya, RST Link ini akan siap digunakan pada tahun 2026 nanti. Namun beredar kabar kalau proyek ini dibatalkan. Benarkah? Cek berita lengkapnya di sini, ya.

Beautiful architecture building exterior city in kuala lumpur skyline at night

RTS Link sudah dinanti-nanti banyak orang. Kereta cepat Singapura – Malaysia merupakan solusi transportasi praktis dan efisien, menghubungkan stasiun Bukit Chagar ke Stasiun Woodlands North sejauh 4 km. Stasiunnya pun dibuat mewah dengan bangunan emapt lantai yang terdiri dari peron kereta, area tunggu penumpang, bea cukai, dan lain-lain.

Rencananya proyek besar ini memakan waktu empat tahun, dengan pembangunan serta pemasangan sistem rel selama dua tahun. Beserta pengujian, kereta cepat Singapura – Malaysia ini akan dioperasikan di akhir tahun 2026.

Ilustrasi RTS Singapore – Malaysia

Dilansir dari channelnewsasia.com, pada tanggal 1 Januari 2021, Perdana Menteri Kedua negara mengumumkan bahwa proyek Kuala Lumpur – Singapura High Speed Rail telah berakhir. Dengan keputusan ini, Pemerintah Singapura meminta Malaysia untuk memberikan kompensasi atas buaya yang telah dikeluarkan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Bilateral.

Rencana stasiun RTS SIngapura – Malaysia

Proyek Kereta Cepat Singapura – Malaysia ini dimulai pada Februari 2013 di Retret Pemimpin Singapura – Malaysia oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan kemudian Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. MOU (Memorandum of Understanding) ditandatangani pada Juli 2016.

Pada tahun 2017, Otoritas Transportasi Darat Singapura ((LTA) mengumumkan pembentukan anak perusahaan yang sepenuhnya memiliki – SG HSR, untuk melaksanakan proyek dan membangun, memiliki, mendanai, dan memelihara infrastruktur sipil di Singapura.

Pada Mei 2018, Koalisi Pakatan Harapan, yang dipimpin oleh Dr Mahathir Mohamad, meraih kemenangan dramatis atas aliansi Barisan Nasional Najib. Mahathir, yang ditunjuk sebagai perdana Menerti menyatakan bahwa proyek Kereta Cepat Singapura – Malaysia tidak menguntungkan bagi Malaysia. Beliau menyatakan bahwa negara itu tidak akan menghasilkan uang sama sekali dari pengaturan tersebut.

Singapura – Malaysia

Pada akhir Januari 2019, Malaysia juga membayar biaya gagal sebesar S$15 juta karena penangguhan proyek RTS Link Singapura – Malaysia. Pada Mei 2020, kedua negara mencapai kesepakatan untuk kembali proyek hingga akhir tahun.

Malaysia juga tidak melanjutkan proyek hingga 31 Mei 2020. Selama masa penangguhan, kedua negara akan terus membahas cara terbaik untuk proyek Kereta Cepat Singapura – Malaysia dengan tujuan mengurangi biaya.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berbicara tentang proyek tersebut pada 2 Desember 2020. Kedua pejabat ini mengamati kemajuan diskusi dan telah memperoleh pemahaman yang baik tentang posisi masing-masing Malaysia dan Singapura.

Akhirnya, pada 1 Januari 2021, Mr Lee dan Mr Muhyiddin mengumumkan bahwa proyek akan dihentikan setelah perjanjian Kereta Cepat Singapura – Malaysia berakhir pada 31 Desember 2020.

Kereta Singapura Malaysia

Ada banyak transportasi yang bisa digunakan untuk ke Singapura dari Malaysia, maupun sebaliknya. Di antaranya adalah dengan menggunakan kereta dan bus. Namun, dengan kereta cepat ini, perjalanan yang bisanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam, bisa ditempuh hanya dengan sekitar 65 menit saja.

Tentunya kabar adalanya pilihan tranportasi praktis dan efisien ini disambut gembira oleh banyak orang, khususnya pekerja lintas kedua negara tersebut. Semoga ini bukanlah keputusan akhir. Dan kedua negara berhasil menemukan solusi yang sama-sama menguntungkan, serta melanjutkan proyeknya. Ada amin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×