Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Mirip Stroke, Baca Lengkapnya di Sini!

  • December 17, 2020
  • Dibaca 394 kali

Sudah hampir satu tahun kita semua berperang melawan pandemi. Banyak kabar gembira yang meninggikan harapan. Salah satunya adalah vaksin Covid-19 yang sudah tersedia dan siap diproduksi massal. Namun, ada berita lain yang nggak bisa diabaikan. Disebutkan bahwa ada gejala baru mirip stroke yang dikenal dengan nama Delirium. Seperti apa jelasnya? Baca terus artikel ini, ya!

Gejala Covid-19 baru (unsplash)

Dilansir dari health.detik.com, delirium adalah gangguang serius pada kemampuan mental yang mengakibatkan kebingungan dan kesadaran yang berkurang. #SGB_Family bisa memperhatikan, pasien yang terkena delirium akan merasakan kesulitan berpikir, konsentrasi, mengingat, dan kesulitan tidur.

Covid19 (unsplash)

Gejala baru Covid-19 ini menyerang secara cepat. Namun ada juga pasien yang sudah terkena, namun tak menunjukkan gejala apapun. Dilansir dari Mayo Clinic, delirium dimulai cukup cepat, biasanya dalam hitungan jam atau beberapa hari saja. Gejala umum yang bisa terlihat sejak hari pertama adalah kebingungan. Sejumlah penelitian telah mempelajari tentang manifestasi Covid-19 pada sistem saraf.

Banyak menyerang lansia

Gejala baru ini bisa menyerang siapa saja. Hal terbaik yang bisa #SGB_Family lakukan adalah menjaga jarak dengan orang lain dan terus menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Dijelaskan juga pada pada hasil penelitian oleh Jama Network, sebanyak 28% pasien lansia ditemukan mengalami delirium saat presentasi. Gejala ini merupakan gejala yang paling umum dan semua tanda yang muncul. Dari jumlah tersebut, 16% menunjukkan sebagai gejala utama, sisanya tidak memiliki tanda.

Covid19 Singapura (unsplash)

#SGB_Family bisa memperhatikan beberapa faktor yang bisa memicu delirirum, seperti berikut ini:

  • Hypoxia, faktor ini terjadi ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema. Kerusakan eksternal dan internal di otak juga bisa terjadi karena faktor ini.
  • Peradangan karena badai sitokin. Ini terjadi ketika sistem kekebalan menjadi terlalu aktif dan menyerang organ-organ yang berhubungan dengan kinerja dan fungsi otak.
  • Toksisitas Neuronal yang dianggap sebagai komplikasi. Faktor ini terjadi ketika virus Covid-19 secara langsung mengganggu fungsi saraf pada tingkat sel. Faktor ini bahkan sudah merusak sebelum mencapai paru-paru.

Tanda-tanda delirium

Jika #SGB_Family memiliki orang tua dan saudara yang sudah lansia, baiknya memperhatikan tanda-tanda delirium berikut ini. Dilansir dari kompas.com, Dokter Divisi Psikiatri Komunitas, Rehabilitasi dan Trauma Psikososial, dr Gina Anindyajati menyatakan penyakit ini termasuk sulit dikenali karena tanda-tandanya sangat bervariasi.

Tanda-tanda yang bisa diperhatikan antara lain:

  • Gangguan kesadaran hingga koma
  • Gangguan kognitif berupa proses pikir yang kacau
  • Berhalusinasi, tidak mampu membedakan realita dan yang bukan
  • Menurunnya daya ingat
  • Gangguan siklus tidur dan susah tidur di malam hari
  • Mengalami kecemasan hebat dan mudah marah

Tanda dan penanganan Delirium (kompas.com)

Tidak mudah untuk menangani pasien dengan delirium. Penanganannya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Kalau disebabkan oleh faktor infeksi, maka pasien harus diobati di bagian yang terkena infeksi. Ada juga yang disebabkan oleh darah yang berlebihan, maka pasien harus menjalani terapi agar kekentalan darah berkurang.

Disampaikan juga oleh dokter Gina, obat-obatan psikiatri juga bisa diberikan jika pasien mengalami delirium bergejala reorientasi. Maka pasien akan terbantu untuk mengenali ruang, waktu dan orang disekeliling sehingga bisa mengurangi kegelisahan dan kebingungan.

Itulah pengenalan singkat tentang delirium, gejala baru Covid-19 yang dibilang juga mirip dengan pasien stroke. Baiknya #SGB_Family tetap waspada karena Covid-19 masih ada. Tetap menggunakan masker jika keluar rumah dan menjaga jarak aman. Stay safe!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×