Sistem Kerja di Singapura, Aturan Cuti sampai Resign, Pahami Sebelum Berkarir di Sini!

  • December 1, 2020
  • Dibaca 248 kali

Sistem kerja di Singapura diatur sangat jelas oleh pemerintah melalui Ministry of Manpower atau Kementerian Tenaga Kerja. Aturan kerja bagi warga lokal maupun asing tertera dengan jelas. Termasuk izin cuti, cara resign, sistem gaji., dan masa pensiun. Pekerja lokal maupun asing di Singapura juga dilindungi undang-undang. Sebelum berkarir di Singapura, ketahui dulu aturan sampai budayanya yang dikutip dari mom.gov.sg dan guidemesingapore.com

Ilustrasi orang sedang meeting. Photo by Daria Shevtsova on Pexels
Ilustrasi orang sedang meeting. Photo by Daria Shevtsova on Pexels

Employment Act atau Undang-undang Ketenagakerjaan adalah hukum ketenagakerjaan utama Singapura. Bertujuan mengatur syarat dan kondisi kerja dasar untuk semua jenis karyawan. Semua karyawan baik lokal maupun asing yang punya kontrak kerja dengan perusahaan dilindungi UU Ketenagakerjaan. Pekerja asing pemegang izin kerja juga dilindungi Employment of Foreign Manpower Act atau Undang-undang Ketenagakerjaan Asing.

Ilustrasi orang sedang berbaring di kasur rumah sakit. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels
Ilustrasi orang sedang berbaring di kasur rumah sakit. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Terdapat 8 jenis cuti di Singapura yaitu adoption leave, annual leave, childcare leave, maternity leave, paternity leave, shared parental leave, sick leave, dan unpaid infant care leave. Adoption leave ditujukan bagi ibu angkat setelah mengadopsi anak untuk bonding dan merawat bayi angkat mereka. Sang ibu boleh cuti berbayar selama 12 minggu. Cuti harus diambil sebelum ulang tahun pertama sang anak. Pada masa cuti, perusahaan akan tetap membayarkan gaji.

Annual leave atau cuti tahunan berbayar bisa didapatkan pekerja apabila sudah bekerja pada perusahaan selama minimal 3 bulan. Hak cuti tergantung berapa tahun masa kerja dengan perusahaan. Tahun kerja dihitung mulai pegawai bekerja di perusahaan. Misalnya sudah bekerja selama 1 tahun maka mendapatkan jatah cuti 7 hari, kerja 2 tahun dapat cuti 8 hari, dan begitu seterusnya bertambah 1 hari tiap satu tahun masa kerja.

Ilustrasi orang tua dan anak. Photo by Emma Bauso on Pexels
Ilustrasi orang tua dan anak. Photo by Emma Bauso on Pexels

Childcare leave atau cuti pengasuhan anak ditujukan bagi orang tua pekerja yang mempunyai anak berusia di bawah 7 tahun dan sang anak maupun orang tua warga negara Singapura. Maka akan mendapatkan jatah cuti pengasuhan anak berbayar selama 6 hari per tahun. Sementara, orang tua pekerja yang bukan warga negara Singapura mendapatkan 2 hari cuti pengasuhan anak per tahun.

Maternity leave atau cuti melahirkan bagi ibu pekerja yang mau melahirkan. Jatah cuti 12-16 minggu tergantung warga negara sang anak. Syaratnya sudah bekerja di perusahaan atau wiraswasta selama minimal 3 bulan berturut-turut. Selain itu, juga sudah menikah secara resmi. Sementara paternity leave adalah cuti yang sama bagi ayah pekerja. Mereka akan mendapatkan cuti 2 minggu.

Ilustrasi perempuan hamil. Photo by Negative Space on Pexels
Ilustrasi perempuan hamil. Photo by Negative Space on Pexels

Ayah pekerja bisa berbagi cuti maternity leave dengan sang istri sampai maksimal 4 minggu. Selama sang istri menyetujui hal tersebut. Syaratnya, bekerja minimal 3 bulan dan menikah secara resmi dengan sang istri.

Selanjutnya cuti sakit atau sick leave, buat pegawai yang sudah bekerja minimal 3 bulan. Mereka berhak atas cuti sakit rawat jalan berbayar dan cuti rawat inap berbayar. Terakhir, unpaid infant care leave atau cuti perawatan bayi tidak berbayar. Ditujukan bagi orang tua pekerja yang anaknya berusia di bawah 2 tahun dan merupakan warga negara Singapura.

Ilustrasi perayaan tahun baru di Marina Bay Sands. Photo by Carson Arias on Unsplash
Ilustrasi perayaan tahun baru di Marina Bay Sands. Photo by Carson Arias on Unsplash

Sistem kerja juga termasuk hari libur nasional di Singapura yang totalnya ada 11 hari. Apabila pegawai diminta bekerja saat hari libur nasional, maka perusahaan wajib memberikan gaji satu hari ekstra atau memberi pengganti libur. Hari libur nasional yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Hari Tahun Baru
  2. Tahun Baru Cina – hari pertama
  3. Tahun Baru Cina – hari kedua
  4. Hari Raya Puasa
  5. Hari Raya Haji
  6. Jumat Agung
  7. Hari Buruh
  8. Hari Waisak
  9. Hari Nasional Singapura
  10. Deepavali
  11. Hari Natal
Ilustrasi perayaan Imlek atau Chinese New Year. Photo by Ridwan Meah on Unsplash
Ilustrasi perayaan Imlek atau Chinese New Year. Photo by Ridwan Meah on Unsplash

Pegawai berhak atas gaji kotor pada hari libur, jika tidak absen pada hari kerja sebelum atau setelah liburan tanpa persetujuan atau alasan yang masuk akal. Selain itu juga mendapat cuti resmi misalnya cuti sakit, cuti tahunan, dan cuti tidak dibayar pada hari sebelum atau setelah hari libur.

Ilustrasi orang sedang lelah saat kerja. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels
Ilustrasi orang sedang lelah saat kerja. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Employment Act Part IV mengatur hari istirahat, jam kerja, dan ketentuan layanan lainnya. Namun, Part IV ini hanya berlaku kepada pekerja manual (manual labourer) yang mendapatkan gaji bulanan dasar tidak lebih dari $ 4.500. Berlaku juga untuk karyawan yang bukan pekerja, tetapi dilindungi oleh UU Ketenagakerjaan dan mendapatkan gaji pokok bulanan tidak lebih dari $2.600. Part IV tidak berlaku untuk semua manajer dan eksekutif.

Terkait jam kerja, tergantung pada jumlah hari kerja. Untuk pegawai yang kerja 5 hari atau kurang dalam seminggu, maka ketetapan kerjanya 9 jam per hari atau 44 jam dalam satu minggu. Sementara pegawai yang bekerja lebih dari 5 hari seminggu, kerjanya 8 jam per hari atau 44 jam seminggu.

Ilustrasi orang sedang menghitung uang. Photo by Karolina Grabowska on Pexels
Ilustrasi orang sedang menghitung uang. Photo by Karolina Grabowska on Pexels

Tidak seperti di Indonesia, dalam sistem kerja di Singapura pemerintah tidak menetapkan standar gaji pekerja. Sehingga pekerja di Singapura digaji sesuai kemampuan, jabatan, dan pendidikan. Namun, pemerintah Singapura mempunyai skema yang mendukung pekerja domestik seperti petugas kebersihan, keamanan, dan lanskap. Terdapat istilah gaji pokok dan penghasilan kotor bulanan di Singapura.

Gaji pokok dihitung dari upah harian, sedangkan penghasilan kotor bulanan adalah gaji pokok ditambah tunjangan yang menjadi hak karyawan berdasarkan kontrak kerja. Namun, penghasilan kotor bulanan maupun gaji pokok tidak termasuk upah lembur, bonus, annual wage supplements (AWS), reimbursement, pembayaran insentif produktivitas, serta tunjangan perjalanan, makanan, dan rumah.

Ilustrasi barista. Photo by Quang Nguyen Vinh on Pexels
Ilustrasi barista. Photo by Quang Nguyen Vinh on Pexels

Pekerja part time (paruh waktu) di Singapura adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu sesuai kontrak. Pekerja paruh waktu dilindungi oleh UU Ketenagakerjaan, kecuali pekerja rumah tangga atau pelaut. Walaupun bekerja paruh waktu tapi harus punya kontrak kerja yang isinya gaji pokok per jam, penghasilan kotor per jam (gaji pokok per jam ditambah tunjangan), jumlah jam kerja per hari atau per minggu, dan jumlah hari kerja per minggu atau per bulan.

Pekerja paruh waktu di Singapura juga berhak atas upah lembur. Apabila jam kerja tidak melebihi jam kerja karyawan tetap pada umumnya, maka upahnya sama dengan gaji pokok per jam. Sementara jika jam kerja melebihi jam kerja karyawan tetap, part-timer mendapatkan upah sebesar gaji pokok per jam x 1,5.

Ilustrasi pelayan restoran. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels
Ilustrasi pelayan restoran. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Apabila bekerja minimal 5 hari dalam seminggu, pekerja paruh waktu berhak mendapatkan libur minimal 1 hari per minggu. Kalau bekerja di hari libur, perusahaan membayar upah selama pekerjaan itu memang diminta oleh kantor bukan oleh sang pekerja sendiri. Part timer juga punya hak libur saat hari libur nasional Singapura, tapi mungkin perusahaan meminta mereka tetap bekerja dengan upah. Cara menghitungnya tergantung jumlah jam kerja.

sistem kerja di Singapura
Ilustrasi orang sedang bekerja. Photo by Cottonbro on Pexels

Di Singapura juga berlaku  Retirement and Re-employment Act (RRA) yang mengatur tentang pensiun dan mempekerjakan pegawai kembali. Menurut undang-undang tersebut, usia pensiun adalah 62 tahun. Perusahaan tidak bisa meminta karyawan pensiun dini. Aturan ini berlaku untuk warga negara atau penduduk tetap Singapura yang bergabung dengan perusahaan sebelum usia 55 tahun.

sistem kerja di Singapura
Ilustrasi orang sedang kerja keras. Photo by Olia Danilevich on Pexels

Pemutusan kontrak kerja (termination) dapat dilakukan baik oleh perusahaan maupun karyawan. Hal ini dapat terjadi apabila karyawan mengundurkan diri (resign), kena PHK perusahaan, atau masa kontrak kerja sudah habis. Perusahaan dan karyawan harus mengikuti syarat dan ketentuan penghentian sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja.

Perusahaan tidak dapat menolak pengunduran diri karyawan. Pekerja berhak untuk mengundurkan diri kapan saja. Namun, tetap dengan menyampaikan pemberitahuan yang disyaratkan. Pemberitahuan dilakukan secara tertulis sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak kerja. Karyawan juga dapat menggunakan cuti tahunan untuk mengimbangi periode pemberitahuan. Tanpa pemberitahuan, karyawan harus membayar kompensasi sebagai pengganti.

sistem kerja di Singapura
Ilustrasi orang sedang burnout karena pekerjaan. Photo by Karolina Grabwoska on Pexels

Surat resign atau PHK wajib dibuat secara tertulis baik oleh perusahaan atau karyawan. Kalau perusahaan tidak memberikan surat PHK, maka karyawan harus memintanya. Surat pemutusan kontrak kerja apapun bentuknya harus disertai tanda tangan perusahaan agar tidak ada kesalahpahaman ke depannya. Perusahaan tidak harus memberikan alasan PHK selama pemberitahuan telah diberikan. Kalau karyawan ingin mengetahui alasannya, langsung ke pihak HRD kantor.

Pemutusan kerja juga bisa terjadi apabila salah satu atau kedua pihak melanggar kontrak kerja. Pihak yang melanggar harus membayar kompensasi sebagai pengganti pemberitahuan. Pekerja dapat pergi tanpa pemberitahuan apabila perusahaan gagal membayar gaji dalam 7 hari sejak jatuh tempo. Perusahaan bisa PHK tanpa pemberitahuan kalau karyawan tidak masuk dan atau mangkir kerja selama lebih dari 2 hari kerja tanpa persetujuan dan alasan yang baik.

sistem kerja di Singapura
Ilustrasi orang kerja. Photo by Sora Shimazaki on Pexels

Warga asing yang hendak bekerja di Singapura harus mengajukan visa kerja. Syaratnya, mempunyai tawaran pekerjaan di Singapura. Selain itu, harus kerja di bidang manajerial, eksekutif, atau pekerjaan khusus. Juga mendapatkan tawaran gaji tetap minimal $3.900 per bulan, kalau orang yang lebih berpengalaman harus punya gaji lebih tinggi. Harus punya kualifikasi yang bisa diterima, seperti gelar universitas yang baik, kualifikasi profesional, atau keterampilan khusus.

Pengajuan visa kerja harus dilakukan oleh perusahaan yang menerima. Nanti, calon pekerja akan mendapatkan surat izin untuk mengurus visa langsung di Singapura. Di antaranya mendaftarkan sidik jari dan foto. Setelah proses selesai, pekerja akan mendapatkan kartu visa kerja.

sistem kerja di Singapura
Ilustrasi Marina Bay Sands. Photo by Soulful Pizza on Pexels

Budaya kerja di Singapura merupakan perpaduan pengaruh budaya Asia dan barat. Perusahaan multinasional biasanya menerapkan budaya kerja ala barat. Sementara perusahaan lokal budaya Asia yang dipengaruhi kekuasaan atau jabatan, kolektivisme, menghindari ketidakpastian, dan orientasi jangka panjang. Warga Singapura memiliki sikap hidup sangat ketat, seperti adanya struktur otoritas yang jelas dan garis status sosial yang berbeda.

Aturan kerja sangat ditegakkan pada budaya kerja Singapura pada setiap situasi yang bertentangan dengan prinsip umum. Singapura terkenal memiliki aturan ketat untuk segala hal. Mayoritas perusahaan lokal sebenarnya ingin fragmentasi yang terfokus dari bisnis inti yang dikelola oleh wirausahawan. Atas nama kreativitas, karyawan sering kali didorong untuk menjadi sekreatif mungkin tapi dengan banyak batasan.

Sistem kerja di Singapura termasuk jam kerja, gaji, dan budaya harus benar-benar dimengerti dulu. Supaya merasa lebih nyaman dan semangat ketika bekerja. #SGB_Family punya pengalaman kerja unik di Singapura?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×