Batu Pertama RTS Link Singapura – Johor, Traveling Praktis!

  • November 27, 2020
  • Dibaca 155 kali

Malaysia akhirnya mulai menjalankan proyek pembangunan Rapid Transit System (RTS) Link. Proyek tersebut terbilang sangat besar lantaran jalur RTS Link ini menghubungkan Singapura dan Johor. Dilansir dari Channel News Asia, upacara peletakan batu pertama pembangunan RTS Link Singapura –  Johor ini berlangsung pada tanggal 22 November 2020. Seperti apa rencana proyek ini? Berikut informasi lengkapnya.

Dihadiri Pejabat Penting Malaysia (channelnewsasia.com)

Upacara peletakan batu pertama proyek pembangunan RTS Link Singapura-Johor berlangsung pada tanggal 22 November 2020 lalu. Acara tersebut diadakan di lokasi pembangunan stasiun Bukit Chagar dan dihadiri oleh para pejabat tinggi melalui konferensi video online. Beberapa pejabat yang ikut hadir di antaranya Sultan Ibrahim Iskandar, Pangeran Mahkota Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim, Menteri Transportasi Malaysia Wee Ka Siong, Menteri Utama Johor Hasni Mohammad dan pejabat pemerintah lainnya.

Pembangunan sudah dimulai (channelnewsasia.com)

Dalam pidato saat upacara peletakan batu pertama, pejabat Malaysia memberikan sambutan beserta mengumumkan bahwa biaya infrastruktur proyek tersebut 40% persen ditanggung oleh pemerintah Malaysia, lewat pengembang. Masih dari sumber yang sama, total biaya proyek RTS ini diperkirakan mencapai RM10 miliar (S$3,24 miliar). Baik pemerintah Singapura dan Malaysia sudah setuju dengan pembagian 61:39, dimana Malaysia membayar RM3,716 miliar untuk proyek tersebut. 

RTS Link ini sendiri dibangun untuk menghubungkan Bukit Chagar di Johor Bahru ke Woodlands di Singapura. Salah satu tujuannya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di CauseWay

Jalur RTS link Singapura – Johor

RTS Link Singapura-Johor merupakan proyek kereta api cepat dan efisien yang menghubungkan stasiun Bukit Chagar ke Stasiun Woodlands North sejauh 4 km. Segala fasilitas disiapkan untuk membuat penumpang nyaman. Dalam sekali jalan, RTS Link ini diprediksi dapat melayani sekitar 10.000 penumpang per jam. 

Sementara Stasiun Bukit Chagar direncanakan memiliki bangunan empat lantai, yang terdiri dari peron kereta, area tunggu penumpang, bea cukai. Proyek besar ini diperkirakan memakan waktu empat tahun untuk pembangunan serta pemasangan sistem rel selama dua tahun. Layanan penumpang tersebut direncanakan akan beroperasi di akhir tahun 2026 setelah selesai proses pengujian.

Rencana Stasiun RTS Link Singapura (channelnewsasia.com)

Selain dapat menampung hingga 10.000 penumpang, ada beberapa fasilitas lain yang ditawarkan proyek ini. Menurut pejabat Malaysia, kereta cepat tersebut nantinya memiliki delapan rangkaian yang dapat melakukan perjalanan satu arah selama lima menit. Waktu tunggu kereta menjadi tiga setengah menit di jam sibuk dan enam menit di jam biasa. 

Waktu beroperasi kereta ini akan dimulai dari jam 6 pagi dan tengah malam. Sementara harga tiket kereta ini belum diputuskan dan akan mempertimbangkan dan membandingkan dengan biaya penyeberangan di CauseWay. 

Bisa dibayangkan jika sudah ada kereta cepat yang menjadi penghubung antara Singapura dan Johor kan? Bagaimana, tertarik untuk mencoba naik transportasi ini? Kita tunggu hingga moda transportasi ini siap beroperasi di tahun 2026 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×