fbpx

Prosedur Bea Cukai Turis di Jepang, Jangan Sampai Kena Penalti

  • November 19, 2020
  • Dibaca 104 kali
Ilustrasi turis di Jepang sedang naik jinrikisha. Photo by Maria Krasnova on Unsplash

#SGB_Family harus mengikuti prosedur bea cukai bagi turis di Jepang atau passenger clearance. Sebelum memutuskan untuk pergi ke Jepang, baca dulu aturan yang berlaku. Terutama di masa pandemi seperti ini. Berikut ini prosedur passenger clearance yang harus dijalani ketika melewati bagian Bea Cukai di bandara baik masuk maupun keluar Jepang, mengutip customs.go.jp

prosedur bea cukai turis di Jepang
Ilustrasi barang pribadi untuk liburan. Photo by Anete Lusina on Unsplash

Prosedur bea cukai yang harus dilakukan ketika turis masuk ke Jepang adalah menulis formulir deklarasi bea cukai terkait barang bawaan. Formulir deklarasi tersedia di pesawat, kapal, maupun kantor Bea Cukai. Apabila #SGB_Family memiliki bagasi tanpa pendamping (unaccompanied baggage/UB), maka buatlah 2 surat pernyataan tertulis.

Nanti ketika melewati Bea Cukai akan ada 2 jalur yaitu green channel dan red channel. Jalur hijau untuk penumpang yang tidak mempunyai barang kena bea dan atau pajak, maupun tidak membawa barang terlarang atau terbatas untuk impor. Sementara, jalur merah untuk penumpang lain yang tidak termasuk kriteria jalur hijau. Apabila nilai barang bawaan melebihi 300.000 yen atau sekitar Rp41 juta, maka penumpang harus melakukan prosedur bea cukai untuk kargo komersial.

prosedur bea cukai turis di Jepang
Ilustrasi perlengkapan profesional. Photo by Oscar Nilsson on Unsplash

Terdapat batas jumlah barang pribadi dan bagasi tanpa pendamping untuk penggunaan pribadi bebas bea dan atau pajak. Barang pribadi termasuk pakaian, perlengkapan mandi, dan barang lainnya untuk penggunaan pribadi. Selain itu, peralatan profesional portabel yang akan digunakan selama tinggal di Jepang juga termasuk barang yang bebas bea dan atau pajak. Namun, apabila jumlah keduanya tidak melebihi batas dan tidak untuk dijual.

Sementara produk alkohol, produk tembakau, dan parfum jumlahnya dibatasi. Produk alkohol maksimal 3 botol, maksimal 760cc per botol. Produk tembakau; 100 cerutu, 400 rokok, rokok elektrik 20 paket individu, dan produk tembakau lainnya 500 gram. Untuk parfum, batasnya 2 ons atau sekitar 60ml. Batas barang lainnya 200.000 yen atau Rp27 juta-an.

Ilustrasi parfum dalam botol. Photo by Trun Do Bao on Unsplash
Ilustrasi parfum dalam botol. Photo by Trun Do Bao on Unsplash

Apabila barang bawaan terbatas melebihi jumlah yang ditentukan, maka harus membayar tarif bea cuka dan pajak. Biasanya yang kena pajak hanya kelebihannya saja. Untuk produk alkohol, tarifnya beragam tergantung jenis alkoholnya. Kisarannya 200 yen sampai 800 yen per liter. Buat rokok, tarifnya 14.000 yen per 1.000 rokok atau 14 yen per 1 rokok. Barang lainnya kena pajak 15% kalau melebihi batas.

Ilustrasi barang emas. Photo by Sabrinna Ringquist on Unsplash
Ilustrasi barang emas. Photo by Sabrinna Ringquist on Unsplash

Apabila #SGB_Family membawa uang tunai atau alat pembayaran lain melebihi 1 juta yen makan harus melaporkannya ke Bea Cukai. Formulirnya bisa diminta kepada petugas Bea Cukai di bandara atau pelabuhan. Alat pembayaran yang dimaksud adalah uang tunai termasuk mata uang asing, cek, cek perjalanan, surat perjanjian hutang, sekuritas, dan emas batangan dengan kemurnian tidak kurang dari 90 persen dan beratnya lebih dari 1 kilogram.

Ilustrasi tanaman. Photo by Daniel Oberg on Unsplash
Ilustrasi tanaman. Photo by Daniel Oberg on Unsplash

Terdapat barang-barang yang tidak boleh masuk ke Jepang. Di antaranya adalah narkotika, senjata api termasuk peluru maupun bagian lainnya, bahan peledak, bahan untuk senjata kimia, dan alat pembayaran palsu. Buku, gambar, ukiran, dan benda lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau moral publik juga tidak boleh masuk ke Jepang. Selain itu, pornografi anak dan barang yang melanggar hak kekayaan intelektual juga dilarang.

Sementara itu ada juga barang yang boleh dibawa masuk tapi terbatas seperti tanaman dan hewan serta produknya. Obat dan kosmetik juga dibatasi. Misalnya, untuk produk farmasi: jumlah penggunaan untuk jangka waktu 2 bulan; obat semu (quasi-drugs): jumlah yang digunakan untuk jangka waktu 2 bulan; kosmetik: 24 aplikasi.

Ilustrasi orang membawa tas belanjaan. Photo by Erik Mclean on Unsplash
Ilustrasi orang membawa tas belanjaan. Photo by Erik Mclean on Unsplash

Prosedur bea cukai satu ini untuk turis yang keluar dari Jepang yaitu menyerahkan nota belanja khusus. Tidak jarang turis membeli beragam barang toko bebas pajak di Jepang. Syaratnya, barang yang dibeli di toko tersebut tidak boleh digunakan selama di Jepang, harus dibawa keluar Jepang dalam keadaan utuh. Jadi, nanti di bandara atau pelabuhan serahkan record of purchase slip. Kalau tidak punya, tunjukkan paspor kepada pihak Bea Cukai.

Ilustrasi turis di Jepang sedang naik jinrikisha. Photo by Maria Krasnova on Unsplash
Ilustrasi turis di Jepang sedang naik jinrikisha. Photo by Maria Krasnova on Unsplash

Jadi, pastikan untuk mengecek prosedur bea cukai turis masuk atau keluar Jepang sebelum berkunjung, ya. #SGB_Family ada yang punya pengalaman terkait bea cukai dan imigrasi? Kunjungi Instagram @tokyoguidebook untuk informasi spot wisata dan kuliner menarik di Tokyo dan kota di Jepang lainnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial