fbpx

Aturan Imgirasi dan Pajak Liburan di Thailand, Cek Sebelum Berangkat!

  • November 17, 2020
  • Dibaca 85 kali
Ilustrasi Wat Arun di Thailand. Photo by Rey Melvin Caraan on Unsplash

Liburan ke luar negeri termasuk Thailand, #SGB_Family harus mematuhi sejumlah aturan yang berlaku. Begitu pula ketika tiba di bandara internasional Thailand. Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya #SGB_Family memeriksa aturan berikut. Mulai dari dokumen perjalanan yang dibutuhkan sampai pajak. Berikut aturan imigrasi dan pajak saat liburan di Thailand berdasarkan tourismthailand.org

Ilustrasi Pileh Cove di Phuket.
Ilustrasi Pileh Cove di Phuket . Photo by Mike Swigunski on Unsplash

Paspor dan visa valid menjadi komponen yang pasti harus ada ketika melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk ke Thailand. Saat tiba di bandara internasional Thailand, paspor yang valid setidaknya 6 bulan, visa turis asing, dan dokumen perjalanan selanjutnya akan diperiksa. Terdapat sejumlah negara dari ASEAN atau negara di barat termasuk Eropa, negara persemakmuran, dan Amerika Utara tidak perlu visa. 

Bagi turis asing dari negara yang tanpa visa bisa tinggal di Thailand maksimal 30 hari dengan visa waiver. Kalau lebih dari 30 hari, perlu melakukan perpanjangan visa Thailand dari kantor imigrasi atau visa Thailand dari kedutaan atau konsulat di luar Thailand. Aturan imigrasi bisa saja berubah seperti pada saat pandemi ini. Perubahan bisa #SGB_Family lihat di situs mfa.go.th.

aturan imigrasi dan pajak liburan
Ilustrasi Wat Rong Khun atau White Temple di Chiang Rai. Photo by Note Thanun on Unsplash

#SGB_Family dapat membawa barang pribadi masuk ke Thailand dengan nilai yang tidak melebihi 80.000 baht atau sekitar Rp37 juta. Menurut pihak Bea Cukai Thailand, turis asing yang masuk ke Negeri Gajah Putih ini tidak perlu membayar biaya impor barang pribadi dengan syarat tertentu. Di antaranya barang khusus untuk penggunaan pribadi atau profesional, jumlah barang wajar, dan bukan barang yang dilarang atau dibatasi.

Barang yang jumlahnya dibatasi adalah produk alkohol dan tembakau. Batas untuk produk tembakau 250 gram dan 200 untuk rokok. Sementara, untuk produk alkohol seperti wine dan minuman keras maksimal 1 liter.

Ilustrasi suasana jalanan Bangkok. Photo by Florian Wehde on Unsplash
Ilustrasi suasana jalanan Bangkok. Photo by Florian Wehde on Unsplash

Prohibited and Restricted Goods The Thailand Customs Department merupakan badan yang bertanggung jawab untuk menghentikan pengangkutan obat-obatan ilegal terlarang masuk dan keluar Thailand. Jadi, nanti petugas Bea Cukai Thailand di bandara akan menggeledah tas penumpang, tapi tidak selalu. 

Kalau #SGB_Family tidak memiliki barang apa pun untuk dilaporkan, maka cukup melalui bagian Green Channel. Baru berhenti hanya kalau diminta oleh petugas Bea Cukai Thailand. Apabila ada barang bawaan yang mau dilaporkan, serahkan formulir bea cukai ke petugas Bea Cukai Thailand di Red Channel yang bertanda “goods to declare”.

Ilustrasi Phuket, wisata populer di Thailand. Photo by Deepain Jindal on Unsplash
Ilustrasi Phuket, wisata populer di Thailand. Photo by Deepain Jindal on Unsplash

Bagi #SGB_Family yang membawa tanaman atau hewan masuk ke Thailand, dikenakan pembatasan dan karantina. Kalau membawa masuk atau mengambil tanaman maupun produk tumbuhan, hubungi dulu Plant Quarantine Office Thailand. Jadi, bisa tahu aturan yang berlaku. Hubungi 66 (0) 2-134-0716 hingga 7 untuk impor tanaman atau produk tanaman dan 66 (0) 2-134-0501 untuk ekspor tanaman atau produk tanaman.

Sementara untuk hewan dan produk dari itu, dapat menghubungi 66 (0) 2-134-0636 sampai 7 untuk impor hewan atau produk hewan. Untuk eskpor hewan atau produk hewan hubungi 66 (0) 2-134-7031 ke 2.

Ilustrasi Wat Arun di Thailand. Photo by Rey Melvin Caraan on Unsplash
Ilustrasi Wat Arun di Thailand. Photo by Rey Melvin Caraan on Unsplash

Departure tax atau pajak keberangkatan internasional umumnya sudah termasuk dalam biaya tiket, kalau beli di maskapai penerbangan atau agen perjalanan. Tidak ada pajak keberangkatan domestik resmi, walaupun bandara dimiliki dan dioperasikan secara pribadi seperti Bandara Koh Samui. Dulu, bandara ini memungut pajak keberangkatan domestik, mungkin juga sekarang masih berlaku tergantung kebijakan bandara saat ini.

Jadi, cek dulu aturan imigrasi dan pajak yang berlaku sebelum liburan di Thailand. Supaya tidak terjadi masalah begitu tiba di Thailand. Kunjungi Instagram @thailandguidebook untuk informasi spot wisata dan kuliner menarik di Thailand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial