fbpx

Thai Airways Jual Puluhan Pesawat, Wah Berapa Ya?

  • November 6, 2020
  • Dibaca 100 kali
Ilustrasi pesawat Thai Airways International (THAI) lepas landas dari Munich. Instagram @m_gradler

Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada semua bidang termasuk pariwisata. Tidak terkecuali maskapai penerbangan asal Thailand, Thai Airways. Setelah dikabarkan bangkrut, Thai Airways International melakukan sejumlah usaha termasuk jualan roti goreng khas Thailand dan membuka restoran pesawat. Rupanya kini Thai Airways memutuskan untuk jual 34 pesawat milik mereka. Bagi peminat dapat memperhatikan informasi selengkapnya berikut.

Pesawat milik Thai Airways International (THAI). Instagram @thaiairways
Pesawat milik Thai Airways International (THAI). Instagram @thaiairways

Sebelumnya, Bankruptcy Court Thailand menyetujui rencana rehabilitasi bisnis Thai Airways tahun ini setelah pandemi Covid-19 menyebabkan sebagian besar armada dilarang terbang. Sebelum kejadian ini saja, Thai Airways sudah mengalami kesulitan finansial. Lantas, kini Thai Airways menjual sebanyak 34 armada pesawatnya. Menurut bangkokpost.com, penjualan ini diyakini sebagai bagian dari rencana modernisasi armada pesawat Thai Airways.

Menurut situs thaiaircrafttrading.com, jenis pesawat yang dijual antara lain A300-600, B737s, B747s, A340s, and B777s. Data armada pesawat selengkapnya sebagai berikut:

  • A300-600 1 armada, tahun pembuatan 1993
  • B737-400  2 armada, tahun pembuatan 1992/1993
  • A340-500 3 armada, tahun pembuatan 2005-2007
  • A340-600 6 armada, tahun pembuatan 2005-2008
  •  B747-400 10 armada, tahun pembuatan 1993-2003
  • B777-200 6 armada, tahun pembuatan 1996-1998
  • B777-300 6 armada, tahun pembuatan 1998-2000
Ilustrasi Commercial Aircraft Stage Airbus A340-500. Photo by airbuscom
Ilustrasi Commercial Aircraft Stage Airbus A340-500. Photo by airbus.com

Thai Airways sangat berharap untuk segera menjual armada pesawat jenis Airbus A340-500 karena menghabiskan cukup banyak bahan bakar. Sejauh ini, baru terjual satu armada kepada Royal Thai Air pada 2016.

Pesawat milik Thai Airways International (THAI) menjadi armada untuk repatriasi. Instagram @thaiairways
Pesawat milik Thai Airways International (THAI) menjadi armada untuk repatriasi. Instagram @thaiairways

Seluruh armada dijual dalam keadaan “as-is, where-is” atau sebagaimana adanya. Artinya, pesawat dijual dalam kondisi yang sekarang, bagaimana pun kondisinya. Berdasarkan sg.finance.yahoo.com, pembeli dianggap telah memeriksa pesawat untuk mengecek seandainya ada kerusakan. Meskipun sebenarnya, pembeli belum melakukan pengecekan. Pembeli juga dianggap telah menerima kondisi pesawat tersebut.

Bagi pembeli yang berminat menawar pesawat milik Thai Airways ini bisa mengirimkan e-mail ke alamat  aircraftsale@thaiairways.com. Penawaran ini terbuka bagi umum, seperti yang tertera di situs resmi Thai Aircraft Trading. Namun, perlu diperhatikan bahwa batas waktu penawaran harga pesawat sampai 13 November 2020 saja. Belum tersedia informasi lebih lanjut terkait siapa dan bagaimana proses tawar menawar ini berjalan. Informasinya dapat dilihat langsung di situs mereka.

Ilustrasi pesawat Thai Airways International (THAI) lepas landas dari Munich. Instagram @m_gradler
Pesawat Thai Airways International (THAI) lepas landas dari Munich, Jerman. Instagram @m_gradler

Thai Airways International berharap mendapatkan pembeli pada 13 November 2020. Nantinya, pesawat yang telah terjual siap dikirim pada kuartal pertama dan kedua 2021. Jadi, Thai Airways rencana mengirim pesawat jenis A300-600, B737-400, dan A340-500 pada kuartal pertama 2021. Sementara untuk pesawat jenis A340-600,  B747-400, B777-200, dan B777-300 rencana dikirim pada kuartal kedua 2021.

Kuil Doi Suthep di Chiang Mai, Thailand. Instagram @ablondespassport
Kuil Doi Suthep di Chiang Mai, Thailand. Instagram @ablondespassport

Di balik berita penjualan pesawat, Thai Airways International (THAI) memberikan kabar segar. Mereka membuka penerbangan khusus ke 99 situs suci di Thailand pada 30 November 2020, seperti melansir bangkokpost.com. Menurut Wiwat Piyawiroj, wakil presiden eksekutif untuk operasi komersial THAI, penerbangan ini bagian dari kampanye Magical Flying Experience. Tujuannya untuk membantu sektor pariwisata Thailand.

Nantinya, penumpang akan terbang di atas 99 tempat suci di Bangkok dan 31 provinsi di Thailand. Penumpang tidak akan mendarat. Jadi, mereka bisa membaca doa agama Buddha di dalam pesawat ketika berada di atas situs-situs tersebut. Penerbangan dari dan kembali ke Bandara Suvarnabhumi pukul 1.30pm-4.30pm waktu setempat. Tarifnya sekitar 10.000 baht untuk kelas bisnis dan 6.000 untuk ekonomi.

Apabila ada yang berminat untuk membeli armada pesawat milik Thai Airways segera kirim e-mail penawaran harga. Bagaimana pendapat #SGB_Family tentang Thai Airways yang jual puluhan pesawat mereka? Kunjungi Instagram @thailandguidebook untuk informasi spot wisata dan kuliner di Thailand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial