fbpx

Topan di Vietnam Setelah 10 Tahun, Filipina Menyusul, Seberapa Parah?

  • November 2, 2020
  • Dibaca 69 kali

Pada Kamis 29 Oktober, pemerintah Vietnam menurunkan pasukan untuk mencari korban selamat setelah terjadi tanah longsor akibat Topan Molave. Bencana ini merupakan topan terkuat di kawasan ini dalam sepuluh tahun terakhir yang melanda Vietnam. Ternyata bencana alam pun terjadi di Filipina. Seperti apa kronologi topan di Vietnam? Seberapa parah? Baca terus artikel di bawah ini, ya.

Vietnam (IG:hanhtrinhgom)

Dilansir dari channelnewsasia.com, tanah longsor terjadi di pusat provinsi Quang Nam pada Rabu malam lalu. Topan di Vietnam ini menewaskan 13 orang dan 40 orang lainnya dinyatakan hilang. Upaya penyelamatan terhalang oleh cuaca buruk karena badai ini. Sebanyak 12 nelayan ditemukan pada hari Kamis setelah kapal mereka tenggelam saat berusaha kembali ke pantai dua hari sebelumnya dan 14 orang lainnya yang masih hilang.

Meskipun jalur badai dan curah hujan dapat diprediksi, namun tidak ada yang bisa memprediksi tanah longsor. Jalanan tertutup lumpur dalam dan hujan deras masih mengguyur daerah Quang Nam. Meski demikian, upaya penyelamatan harus dilakukan dengan cepat. Sedih ya mendengar berita seperti ini.

Topan di Vietnam (channelnewsasia.com)

Vietnam sudah diterpa badai, hujan deras dan banjir sejak awal Oktober. Cuaca buruk ini memengaruhi lebih dari satu juta orang. Pemerintah juga menyebutkan bahwa Topan di Vietnam yang diberi nama Molave telah membuat jutaan orang kehilangan listrik dan merusak 56 ribu rumah. Kekuatan topan tersebut telah melemah setelah mulai menghatam pada Rabu lalu dan diperkirakan akan mencapai Laos pada hari Kamis.

Berbagai gambar beredar di dunia maya menunjukkan desa-desa terendam banjir dan jalan-jalan yang penuh reruntuhan, pohon-pohon yang tumbang atau terhalang oleh tanah longsor. Hujan lebat dengan curah hujan 700ml ini akan terus berlangsung di daerah pusat Vietnam sampai Sabtu mendatang.

Evakuasi korban (IG:nikonvietnam)

Ratusan tentara dikirim ke area yang diterpa bencana dan berhasil menemukan delapan jenazah yang terkubur pada Kamis pagi di Tra Van. Sementara itu, para korban selamat lainnya berlindung di rumah penduduk ketika topan mulai mendekat.

Topan di Vietnam bukan satu-satunya. Di Tra Leng, desa lain yang berjarak 45km dari Tra Van juga mengalami tanah longsor yang mengubur sebuah perkampungan penduduk berisi beberapa rumah yang dihuni sekitar 45 orang, termasuk empat orang yang berhasil selamat. Para tim penyelaman berhasil menemukan tiga jenazah dan masih terus berusaha menyelamatkan korban lainnya. 

Kondisi Vietnam (IG:duynguyenofficial)

Hingga saat ini Tra Leng masih tidak bisa diakses karena rusaknya jalan yang terhubung ke desa tersebut. Tim tanggap darurat pemerintah dan tanah longsor lainnya menggunakan bulldozer dan excavator untuk membuka jalan dan membawa lebih banyak tim penyelamat beserta alat berat. 

Secara keseluruhan, 19 orang meninggal dalam badai dan 64 orang lainnya hilang, termasuk 26 anggota kru dari dua kapal penangkap ikan yang tenggalam pada rabu kemari ketika topan menghatam dengan angin berkecepatan hingga 150km per jam.

Topan di Filipina (channelnewsasia.com)

Topan di Vietnam bukanlah satu-satunya berita musibah. Topan besar tampak melemah setelah menerjang bagian selatan pulau utama Filipina, Luzon pada hari ini, Minggu 1 November 2020. Setidaknya ada empat kematian, pemadaman listrik, kerusakan infrastruktur dan banjir bandang.

Masih dilansir dari channelnewsasia.com, biro cuaca menurunkan tingkat topan Goni, yaitu badai terkuat di dinia sepanjang tahun ini menjadi kategori topan, dengan kecepatan angin dan hembusan berkelanjutan 215km/jam hingga 290km/jam setelah mendarat di Bicol.

Evakuasi di Filipina (channelnewsasia.com)

Hingga berita ini ditulis, ada sekitar 347.000 orang yang berada di pusat evakuasi. Presiden Filipina juga sedang memantau tanggap bencana pemerintah. Selain itu, pejabat kesehatan juga mengingatkan agar warga tetao menjaga jarak meski sedang berada di pusat evakuasi. Efek lainnya adalah lusinan penerbangan internasional dan domestik telah dibatalkan.

Topan di Vietnam juga bencana alam lainnya di Filipina ini menjadi berita yang menyedihkan. Semoga tidak ada bencana susulan dan tak ada tambahan korban jiwa lagi. Ada amin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial