fbpx

Cara Bikin Visa Turis ke Jepang Saat Pandemi, Apa Aturan Barunya?

  • October 25, 2020
  • Dibaca 246 kali
Ilustrasi turis di Jepang sedang antre di toko tradisional. Photo by Kentaro Toma on Unsplash

Jepang menjadi salah satu negara yang sering dikunjungi turis Indonesia. Apalagi ada visa waiver buat orang Indonesia yang punya paspor biometrik alias e-passport. Buat yang nggak punya bisa mengajukan visa turis. Tapi berhubung sedang pandemi ada beberapa penyesuaian termasuk untuk pengajuan visa turis atau kunjungan jangka pendek. Jadi bagaimana cara bikin visa turis ke Jepang saat pandemi?

Ilustrasi dua orang pekerja tengah berjalan di Tokyo. Photo by bantersnaps on Unsplash
Ilustrasi dua orang pekerja tengah berjalan di Tokyo. Photo by bantersnaps on Unsplash

Visa kunjungan sementara atau visa turis Jepang diajukan untuk mengunjungi keluarga, teman, liburan, kunjungan dari anggota keluarga Jepang di Indonesia, dan bisnis di Jepang. Menurut vfsglobal.com, visa ini berlaku untuk maksimal 90 hari. Namun karena sedang kondisi pandemi Covid-19, visa turis ke Jepang hanya berlaku untuk tujuan bisnis.

Kunjungan bisnis maksudnya turis akan melakukan kerja di Jepang, negosiasi bisnis, tanda tangan kontrak, layanan purna jual, riset pasar, menghadiri rapat, pertukaran budaya, pertukaran pemerintah, atau pertukaran olahraga yang tidak menerima upah. Masa tinggal untuk visa ini sama seperti keadaan normal yaitu tidak lebih dari 90 hari di Jepang. Namun perlu diketahui bahwa setelah tiba di Jepang, turis harus karantina mandiri selama 14 hari.

Ilustrasi turis asing di Jepang. Photo by Bobby Hendry on Unsplash
Ilustrasi turis asing di Jepang. Photo by Bobby Hendry on Unsplash

Pelayanan aplikasi visa Jepang akan dilakukan kembali di Japan Visa Application Center (JVAC) di Kuningan, Jakarta mulai 19 Oktober 2020, seperti dikutip dari id.emb-japan.go.jp. Pemohon visa harus menyerahkan dokumen termasuk formulir aplikasi visa ke JVAC Kuningan. Tapi sebelumnya harus reservasi secara online melalui situs ini. Prosedur reservasi online ini bertujuan agar tetap ada jaga jarak fisik.

Ilustrasi turis di Jepang sedang antre di toko tradisional. Photo by Kentaro Toma on Unsplash
Ilustrasi turis di Jepang sedang antre di toko tradisional. Photo by Kentaro Toma on Unsplash

Pemohon visa kunjungan bisnis ke Jepang saat pandemi harus menyiapkan paspor, surat keterangan kerja, surat undangan, surat jaminan, surat perjanjian tertulis yang dibuat pihak pengundang, dan kuesioner. Semua formulir dan dokumen bisa diunduh di situs id.emb-japan.go.jp

Setelah menerima visa, pemohon wajib menunjukkan surat keterangan tes Covid-19 dengan hasil negatif yang dilakukan 72 jam sebelum keluar Indonesia. Selain itu, serahkan juga fotokopi surat perjanjian tertulis ketika tiba di Jepang. Berhubung ada penyesuaian karena pandemi, proses mendapatkan visa akan memakan waktu lebih lama daripada biasanya. Dalam kondisi normal, pembuatan visa biasanya sekitar 4 hari.

Ilustrasi turis di Jepang sedang naik jinrikisha. Photo by Maria Krasnova on Unsplash
Ilustrasi turis di Jepang sedang naik jinrikisha. Photo by Maria Krasnova on Unsplash

Saat ini kunjungan untuk wisata atau liburan ke Jepang memang belum diperbolehkan. Apabila dalam kondisi normal, untuk mengajukan visa kunjungan jangka pendek tujuan wisata ke Jepang, #SGB_Family harus menyiapkan sejumlah dokumen mulai dari paspor sampai fotokopi buku tabungan. Berikut dokumen yang harus disiapkan:

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa yang bisa diunduh di sini. Siapkan juga pasfoto terbaru ukuran 4,5 x 4,5 cm. Foto harus diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram.
  3. Fotokopi KTP.
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (khusus untuk mahasiswa).
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang).
  6. Jadwal perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang).
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dan lain sebagainya. Dokumen ini khusus untuk pemohon yang lebih dari satu.
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan kalau pemohon visa bertanggung jawab atas biaya sendiri. Siapkan fotokopi bukti keuangan seperti rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir. Sementara, kalau penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka lampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya.
Ilustrasi gerbang torii di Fushimi Inari, Kyoto, Jepang. Photo by Lin Mei on Unsplash
Ilustrasi gerbang torii di Fushimi Inari, Kyoto, Jepang. Photo by Lin Mei on Unsplash

Ketika menyerahkan ke loket Japan Visa Application Center (JVAC) di Kuningan, susun dokumen di atas sesuai nomor, mulai dari nomor 2 sampai 8. Sementara itu untuk biaya pengajuan visa single entry Rp390.000, multiple entry Rp780.000, dan visa transit Rp90.000.

Pada masa pandemi ini cukup banyak penyesuaian yang harus dilakukan untuk berkunjung ke luar negeri. Termasuk kalau mau ke Jepang, saat ini hanya boleh untuk tujuan bisnis bagi visa kunjungan jangka pendek. Bagaimana menurut #SGB_Family tentang aturan dia atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial