fbpx

Tarif Pajak Kirim Barang ke Indonesia, Intip Cara Hitungnya!

  • October 22, 2020
  • Dibaca 214 kali
Ilustrasi orang belanja banyak. Photo by freestocks on Unsplash

Buat #SGB_Family yang mau melakukan pengiriman internasional, harus banget mengetahui soal pajak barang. Terutama buat yang mempunyai jastip alias jasa titip dan sering belanja borongan di luar negeri, Singapura misalnya. Selain hitung biaya kirim, pikirkan juga pajak kirim barang yang berlaku. #SGB_Team bakal bocorin serba-serbi pajak kirim barang impor dari luar negeri ke Indonesia.

Ilustrasi barang sedang diperiksa di custom clearance di bandara. Photo by CDC on Unsplash
Ilustrasi barang sedang diperiksa di custom clearance di bandara. Photo by CDC on Unsplash

Mengirim barang ke luar negeri berarti harus mempertimbangkan juga pajak yang wajib dibayar. Menurut myus.com, badan bea cukai negara dapat menentukan bahwa pengirim dikenai pajak bea cukai tergantung produk yang dibeli. Hampir setiap pengiriman yang melintasi batas internasional harus mematuhi aturan penilaian bea masuk dan pajak. Setiap negara mempunyai aturan bea cukai dan pajak yang berbeda.

Menurut bctemas.beacukai.go.id, barang yang dikirim ke Indonesia akan kena bea masuk kalau FOB (Free On Board) lebih dari sama dengan USD3 sampai USD1.500. Dikenakan bea masuk 7,5 persen dan PPN 10 persen. Sebagai informasi, FOB adalah harga barang yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar. Sementara untuk barang kiriman impor dengan nilai FOB lebih dari USD1.500 dikenakan bea masuk, PPN, dan pajak dalam rangka impor.

Ilustrasi paket dikemas dengan kardus. (Photo by Brandable Box on Unplash)
Ilustrasi paket dikemas dengan kardus. (Photo by Brandable Box on Unplash)

Penerima barang ini harus menyampaikan PIB (Pemberitahuan Barang Impor) atau PIBK (Pemberitahuan Impor Barang Khusus) ke pihak bea cukai yang nantinya akan dihitung besaran pajak. PIB untuk penerima berupa badan usaha, PIBK untuk penerima yang bukan badan usaha misalnya pribadi. Perhitungan pajak di atas tidak berlaku untuk barang khusus yaitu tas, sepatu, produk tekstil, dan buku. Ada hitungan tersendiri untuk barang khusus.

Ilustrasi tumpukan paket dari luar negeri. Photo by Michal Balog on Unsplash
Ilustrasi tumpukan paket dari luar negeri. Photo by Michal Balog on Unsplash

Berdasarkan easyship.com, jenis pajak barang yang umum adalah bea masuk, VAT (Value Added Tax) atau ada yang sebut PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan GST (Goods and Services Tax) atau pajak barang dan jasa. Bea masuk, juga dikenal sebagai tarif, adalah pajak yang harus dibayar importir untuk membawa barang asing ke dalam negeri. 

VAT atau PPN adalah pajak ‘konsumsi tidak langsung’ atas penggunaan barang dan jasa. GST adalah pajak ‘konsumsi tidak langsung’ atas produksi, penjualan, dan konsumsi barang serta jasa di tingkat nasional.

Selain itu, ada juga Sales tax atau pajak penjualan yaitu pajak ‘konsumsi langsung’ yang dikenakan atas penjualan barang/jasa oleh pemerintah atau negara bagian setempat. Pajak penjualan dikumpulkan oleh penjual dari konsumen akhir saat pembelian dilakukan. Barang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri akan dikenakan bea masuk, PPN, Pajak Penghasilan (PPh), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Ilustrasi orang belanja banyak. Photo by freestocks on Unsplash
Ilustrasi orang belanja banyak. Photo by freestocks on Unsplash

Terkait barang khusus, ada perhitungan pajak tersendiri untuk yang melebihi FOB USD3, sebagai berikut:

  • Tas (HS 4204) = bea masuk sebesar 15-20 persen, PPN 10 persen, dan PPh sebesar 7,5-10 persen
  • Sepatu (HS 64) = bea masuk sebesar 25-30 persen, PPN 10 persen, dan PPh sebesar 7,5-10 persen.
  • Produk Tekstil (HS 61,63,63) = bea masuk sebesar 15-25 persen, PPN 10 persen, dan PPh sebesar 7,5-10 persen
  • Buku (HS 49.01 s.d. 49.04) = bebas bea masuk, PPN, dan PPh

Jadi misalnya #SGB_Family menerima barang impor dari Singapura melalui layanan jasa kirim berupa tas dengan kode HS 4204. Harga barang sesuai invoice dan transfer payment FOB USD5, biaya pengangkutan udara USD13, dan asuransi yang dibayar USD2. #SGB_Family tidak mempunyai API (tanda pengenal sebagai importir) tapi punya NPWP.

Kurs pajak yang berlaku pada saat pembayaran:

  • USD1 = Rp15,000
  • tarif BM = 7.5 persen
  • PPN = 10 persen
  • PPh = 0 persen
Ilustrasi menerima paket. (Photo by RoseBox on Unsplash)
Ilustrasi menerima paket. (Photo by RoseBox on Unsplash)

Berdasarkan contoh kasus di atas dan kurs pajak yang berlaku, maka rincian hitungan pajaknya kira-kira begini:

  • Harga barang/cost = USD5
  • Biaya angkut = USD13
  • Asuransi = USD2
  • Nilai pabean dalam CIF = USD20
  • Nilai pabean = USD20 x Rp15.000 = Rp300.000
  • Bea masuk (7,5%xNP) = 7,5% x Rp300.000 = Rp22.500
  • Nilai impor (NP+BM) = Rp300.000 + Rp22.500 = Rp322.500
  • PPN (10%xNI) = 10% x Rp322.500 = Rp32.250
  • Total bea masuk dan PPN yang harus dibayar = Rp22.500 + Rp32.250 = 54.750

Dari hitungan di atas, maka tarif pajak yang harus dibayar untuk kirim barang dari Singapura ke Indonesia sebesar 54.750.

Ilustrasi jasa kirim sedang mengirim barang ke penerima. Photo by CH Claudio Schwarz
Ilustrasi jasa kirim sedang mengirim barang ke penerima. Photo by CH Claudio Schwarz on Unsplash

Jasa kirim biasanya menawarkan fasilitas membayarkan dulu bea masuk dan PPN. Jadi setelah barang dinilai di kantor bea cukai dan nilai pajak sudah keluar, pihak jasa kirim akan menalangi biaya pajak. Nantinya, mereka akan meminta pengirim barang untuk membayar biaya yang telah dibayarkan oleh jasa kirim.

Jadi misalnya #SGB_Family mendapatkan hadiah dari kerabat di luar negeri, tidak perlu membayar pajak. Dalam kasus ini, pajak tersebut akan dibayar oleh pengirim. Sebaiknya sebelum menggunakan jasa kirim barang internasional, minta rincian detail pajak atau apa saja yang harus dibayarkan atau akan ditagih nantinya. Supaya tidak ada kesalahpahaman atau misalnya kelebihan membayar.

Kalau mau kirim barang hasil belanja untuk jastip di Singapura, #SGB_Family bisa menghitung perkiraan pajak bea masuk dan PPN untuk masuk Indonesia. Jadi nantinya bisa memperkirakan budget yang harus disiapkan, mulai dari biaya kirim sampai pajak. Ada yang punya pengalaman soal pajak kirim barang ke Indonesia atau negara lain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial