fbpx

Cara Bikin Visa Turis ke Thailand, Perhatikan Aturan Barunya!

  • October 10, 2020
  • Dibaca 122 kali
Ilustrasi The Grand Palace Thailand. Photo by Euan Cameron on Unsplash

Melakukan perjalanan selama masa pandemi mengandung risiko tersendiri. Saat ini, sejumlah negara menerapkan aturan ketat terhadap orang asing yang hendak masuk ke daerahnya. Salah satunya Thailand yang juga memberlakukan aturan baru terkait proses bikin visa turis. Terdapat dokumen tambahan bagi orang asing yang akan bikin visa turis ke Thailand. Berikut aturannya seperti disadur dari thaiembassyjakarta.com

Ilustrasi Khaosan Road, lokasi populer tujuan turis asing. Photo by Evan Krause on Unsplash
Ilustrasi Khaosan Road, lokasi populer tujuan turis asing. Photo by Evan Krause on Unsplash

Tourist Visa (TR) alias visa turis diberikan kepada orang asing yang tinggal di Thailand untuk tujuan wisata. Batas waktu tinggal visa turis tidak lebih dari 60 hari. Tujuan wisata ini misalnya liburan, berkunjung kepada kawan atau kerabat, dan medical tourism

Untuk saat ini, Thailand sedang berada dalam keadaan darurat nasional untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mengharuskan mereka membatasi kunjungan. Calon pengunjung harus menyerahkan dokumen tambahan berupa Certificate of Entry (COE).

bikin visa turis Thailand
Ilustrasi Maeklong Market Thailand. Photo by Mukiibi John Elijah on Unsplash

Visa Single Entry dan Multiple Entry, dua jenis visa turis. Visa turis sekali masuk berlaku untuk memasuki Thailand sekali dalam 3 bulan sejak tanggal dikeluarkan visa. Durasi tinggal maksimal 60 hari. Pemegang Visa Single Entry hanya bisa berkunjung ke Thailand sekali.

Sementara visa turis masuk ganda valid untuk memasuki Thailand dalam kurun waktu 6 bulan sejak tanggal diterbitkan visa. Durasi tinggal maksimal 60 hari sekali masuk. Visa turis masuk ganda hanya akan diberikan kepada warga negara Indonesia dan atau pemohon dengan KITAS atau KITAP. Pemegang Visa Multiple Entry bisa berkunjung ke Thailand beberapa kali selama visa masih berlaku.

bikin visa turis Thailand
Ilustrasi The Grand Palace Thailand. Photo by Euan Cameron on Unsplash

Pembuatan visa biasanya berjalan 3 hari kerja. Ajukan setidaknya 10-15 hari sebelum tanggal keberangkatan. Siapkan dokumen sebelum mengajukan visa turis ke Thailand. Pertama tentu saja paspor yang masih berlaku tidak kurang dari 6 bulan. Mengisi dan menandatangani formulir pengajuan, unduh melalui thaiembassyjakarta.com/en/consular-services/forms. Lengkapi dengan 2 foto terbaru ukuran 3,5×4,5 cm. Sertakan tiket perjalanan pergi-pulang Thailand.

Mengajukan visa turis sekali masuk maupun ganda harus menyertakan bukti bahwa kondisi ekonomi sedang memadai. Rinciannya sebagai berikut:

  • Visa turis sekali masuk: surat bermaterai dari bank (rekening koran) menunjukkan nominal saldo minimal Rp 9.000.000 per orang. Sementara kalau bepergian sekeluarga, saldo tabungan minimal Rp 18.000.000 per keluarga.
  • Visa turis masuk ganda: surat bermaterai dari bank (rekening koran) menunjukkan nominal saldo minimal Rp 80.000.000 untuk kurun waktu 6 bulan belakangan dan surat keterangan kerja yang valid.

Dokumen berikutnya, bukti reservasi hotel atau surat sponsor dari tuan rumah. Untuk surat sponsor, sertakan fotokopi kartu identitas tuan rumah atau paspor, surat izin tinggal, dan surat bukti kepemilikan akomodasi.

Bagi warga non-Indonesia yang mengajukan visa turis melalui Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Indonesia, perlu mengisi lebih dari 1 formulir. Ditambah fotokopi KITAS atau KITAP dengan masa berlaku minimal 6 bulan. Fotokopi ini syarat wajib untuk pengajuan visa masuk ganda.

Selain mengisi dan menandatangani formulir, serta mengajukan dokumen yang diperlukan. Pemohon harus membayar secara tunai biaya aplikasi dalam rupiah yang bersifat tidak dapat dikembalikan. Biaya visa turis sekali masuk Rp 560.000, visa turis masuk ganda Rp 2.800.000.

Pastikan untuk menyiapkan semua dokumen dengan benar dan valid. Sebab Kedutaan Besar Kerajaan Thailand punya hak menolak visa apabila dokumen kurang memadai. Bersiap-siap saja apabila petugas konsuler meminta dokumen tambahan atau wawancara dengan pemohon visa tanpa pemberitahuan sebelumnya. Biasanya hal tersebut dilakukan hanya kalau dianggap perlu.

Ilustrasi imbauan tempat makan tutup. Photo by Kseniia Illinykh on Unsplash
Ilustrasi imbauan tempat makan tutup. Photo by Kseniia Illinykh on Unsplash

Menanggapi keadaan darurat nasional di Thailand, calon pengunjung harus mempunyai visa dan Certificate of Entry (COE). Pengajuan Certificate of Entry harus dilakukan setidaknya 14 hari kerja sebelum tanggal keberangkatan ke Thailand. Serahkan fotokopi dokumen reservasi fasilitas karantina 14 hari di Thailand dengan biaya sendiri. 

Fasilitas karantina mandiri itu disebut Alternative State Quarantine (ASQ) yang berada di Bangkok. Pengunjung reservasi langsung dari hotel. Informasi lebih lanjut bisa berkunjung ke hsscovid.com. Untuk kategori siswa, bisa karantina mandiri di ASQ atau karantina organisasi. Sementara pengunjung dengan tujuan medical tourism di karantina rumah sakit.

Berikutnya, fotokopi tiket penerbangan pada tanggal yang sama dengan reservasi ASQ. Perlu diketahui bahwa penerbangan komersial ke Thailand dalam tahap ditunda sampai waktu yang tak ditentukan. Kalau menggunakan Garuda, penerbangan yang tersedia berikutnya untuk tanggal 29 Oktober 2020. Jangan lupa tunjukkan bukti reservasi ASQ saat memesan tiket. Untuk maskapai penerbangan lain, cek langsung di situs resmi masing-masing.

Dokumen selanjutnya untuk COE adalah fotokopi asuransi kesehatan dalam Bahasa Inggris yang senilai minimal US$100.000. Asuransi ini mencakup semua pengeluaran perawatan medis tiap pemohon, termasuk kata kunci ‘Covid-19’. Salinan formulir deklarasi, formulir pengajuan visa (kalau belum punya visa), dan salinan paspor juga harus disertakan.

Setelah mendapatkan COE, pemohon harus mempunyai bukti tes PCR dengan hasil negatif dan surat keterangan sehat menunjukkan dapat melakukan penerbangan. Keduanya harus dalam Bahasa Inggris dan diterbitkan tidak lebih dari 72 jam sebelum tanggal perjalanan. Semua dokumen di atas akan ditunjukkan saat memasuki imigrasi Thailand di bandara.

Royal Thai Embassy
Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung, RT.8/RW.3, Kuningan, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Senin-Jumat 9am-3pm
Stasiun LRT Kuningan
thaiembassyjakarta.com/en

Sebelum bikin visa turis ke Thailand pada masa pandemi, perhatikan dulu aturan perjalanan terbaru di Indonesia maupun Thailand. Termasuk kebijakan maskapai penerbangannya. Ada yang berencana mengajukan visa turis ke Thailand?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial