fbpx

Jangan Langgar 10 Aturan Ini Saat di Thailand, Jauhkan Diri dari Penjara!

  • October 8, 2020
  • Dibaca 122 kali
Ilustrasi kuil indah di Thailand. Photo by Mathew Schwartz on Unsplash

Setiap tempat punya aturan tertentu yang harus dipatuhi. Termasuk juga 10 aturan di Thailand yang berlaku juga buat turis asing. Bahkan konsekuensi kalau melanggar bisa sampai masuk penjara. Sebelum #SGB_Family berkunjung ke Negeri Gajah Putih, pahami dulu peraturan yang berlaku. Yuk simak 10 aturan di Thailand, dilansir dari worldnomads.com dan theculturetrip.com

Ilustrasi sampah plastik di tempat wisata. Photo by Dan Meyers on Unsplash
Ilustrasi sampah plastik di tempat wisata. Photo by Dan Meyers on Unsplash

Jangan buang sampah sembarangan di mana pun, termasuk Thailand. Kepolisian Thailand bakal menindak orang yang membuat sampah sembarangan. Di Bangkok Metropolitan Authority (BMA), pelanggar akan dikenakan denda. Kalau buang sembarangan di trotoar bakal didenda sebesar 2.000 baht. Jangan juga buang sampah di 24 pantai populer di Thailand. Dendanya besar sampai 100.000 baht atau penjara satu tahun.

#SGB_Team sarankan, misalnya ada polisi yang menagih uang denda. Minta mereka untuk menunjukkan lisensi asli. Pasalnya, ada beberapa kasus oknum berpura-pura menjadi polisi menipu turis asing. Mereka meminta uang denda padahal bukan polisi.

Ilustrasi kompleks kuil di Thailand. Photo by Alejandro Cartagena on Unsplash
Ilustrasi kompleks kuil di Thailand. Photo by Alejandro Cartagena on Unsplash

Thailand punya undang-undang yang berhubungan dengan kerajaan bernama lese majeste. Nggak boleh mencemarkan nama baik, menghina, mengancam, atau menodai citra keluarga kerajaan Thailand. Nggak boleh juga menginjak mata uang lokal karena mengandung gambar raja. Pelanggar bisa ditangkap dan masuk penjara.

Kalau #SGB_Family lagi ada di Thailand, jangan kaget ketika mendengar lagu kebangsaan Thailand. Biasanya diputar tiap jam 8am dan 6pm. Semua orang termasuk turis, harus menghentikan kegiatan mereka. Hal ini menunjukkan rasa hormat kepada kerajaan.

Ilustrasi resor di Thailand. Photo by Simon Lund on Unsplash
Ilustrasi resor di Thailand. Photo by Simon Lund on Unsplash

Kalau sampai turis tinggal di Thailand padahal visanya udah habis, maka akan ditahan di pusat penahanan imigrasi. Namun, misalnya #SGB_Family udah sampai di Bandara maka cukup bayar denda kelebihan tinggal. Setelah itu, segera tinggalkan Thailand. Namun daripada kena denda atau ditahan, lebih baik segera selesaikan liburan di Thailand sebelum visa habis.

Ilustrasi seseorang sedang melakukan pemotretan di jalanan umum Thailand. Photo by Sam Beasley on Unsplash
Ilustrasi seseorang sedang pemotretan di jalanan umum Thailand. Photo by Sam Beasley on Unsplash

Boleh aja foto-foto di Thailand, misalnya di jalanan umum. Namun, ada beberapa tempat yang nggak boleh difoto misalnya bar yang berlokasi di distrik merah termasuk Patpong dan Cowboy. Tempat lain yang nggak boleh difoto adalah pos militer dan titik perbatasan.

Beberapa kuil juga nggak mengizinkan orang mengambil foto, terutama pada gambar patung Buddha. Jadi lebih baik izin dulu kalau mau foto di dalam kuil. Termasuk ketika hendak berfoto bareng biksu. Jangan lupa berterima kasih dan tersenyum. Selain itu, memotret keluarga kerajaan Thailand juga dilarang.

Ilustrasi drone. Photo by David Henrichs on Unsplash
Ilustrasi drone. Photo by David Henrichs on Unsplash

Mengabadikan keindahan Thailand menggunakan drone bakal terasa keren. Namun, #SGB_Family nggak bisa sembarangan pakai drone. Banyak peraturan terkait penggunaan drone untuk keperluan rekreasi maupun komersial. Soalnya drone memiliki kamera, jadi harus dapat izin dulu dari Civil Aviation Authority Thailand (CAAT). Sebaiknya izin jauh hari sebelum penggunaan. Prosesnya cukup lama, 75-104 hari.

Ilustrasi seorang pria tidak mengenakan helm saat naik motor. Photo by Alex Ware on Unsplash
Ilustrasi seorang pria tidak mengenakan helm saat naik motor. Photo by Alex Ware on Unsplash

Menggunakan motor jadi cara paling nyaman buat keliling Thailand. Banyak tersedia tempat sewa motor. Namun, pastikan #SGB_Family tetap pakai helm. Sewaktu naik ojek juga harus pakai helm. Kalau melanggar bisa kena denda sekitar 200-400 baht baik untuk pengemudi maupun penumpang.

Ilustrasi kuil indah di Thailand. Photo by Mathew Schwartz on Unsplash
Ilustrasi kuil indah di Thailand. Photo by Mathew Schwartz on Unsplash

Selalu bawa kartu identitas diri atau paspor selama di Thailand, terutama saat meninggalkan hotel. Turis yang nggak memiliki tanda pengenal setiap saat dianggap melanggar hukum. Misalnya untuk menyewa motor atau kendaraan lain dibutuhkan meninggalkan tanda pengenal, jangan gunakan paspor. Ganti dengan fotokopi paspor, identitas diri lain, atau uang jaminan.

Ilustrasi puntung rokok di pasir pantai. Photo by Brian Yurasits on Unsplash
Ilustrasi puntung rokok di pasir pantai. Photo by Brian Yurasits on Unsplash

Aturan di Thailand selanjutnya jangan merokok sembarangan. Larangan merokok berlaku di 24 pantai populer misalnya Phuket, Pattaya, Koh Samui, Prachuap Khiri Khan, Chon Buri, dan Songkhla. Aturan ini dibuat untuk mengurangi dampak buruk lingkungan laut dan kerusakan sistem drainase. Larangan ini diterapkan pada kapal penumpang dan turis di Thailand. 

Selain itu, nggak boleh merokok di ruang olahraga outdoor, taman bermain, kebun binatang, pasar, taman bermain anak, dan lainnya.Kalau melanggar bisa-bisa didenda sekitar 100.000 baht, penjara, maupun keduanya. Rokok elektronik atau vaping juga dilarang di Thailand sejak 2014. 

Ilustrasi seseorang tengah mengendarai motor. Photo by Nomadic Julien on Unsplash
Ilustrasi seseorang tengah mengendarai motor. Photo by Nomadic Julien on Unsplash

Cuaca Thailand cenderung panas karena termasuk negara tropis. Jadi mungkin bakal merasa gerah dan kepanasan. Namun jangan sampai shirtless ketika mengendarai motor atau mobil. Siap-siap dikenakan denda kalau melanggar.

Ilustrasi seseorang tengah minum bir. Photo by HP Koch on Unsplash
Ilustrasi seseorang tengah minum bir. Photo by HP Koch on Unsplash

Mengonsumsi minuman beralkohol di Thailand hanya dapat dilakukan oleh orang berusia 20 tahun ke atas. Penjualan minuman beralkohol dilarang pada pukul 2pm-5pm dan tengah malam sampai 11am. Selain itu, nggak boleh beli alkohol saat hari pemilihan, ulang tahun raja ratu Thailand, dan hari libur keagamaan khusus yang kebanyakan berkaitan dengan agama Buddha.

Jangan minum alkohol di kuil atau tempat ibadah, apotek, kantor publik, institusi pendidikan, POM bensin, dan taman umum. Kalau melanggar bakal dipenjara sekitar 6 bulan dan atau denda 10.000 baht.

Daripada kena denda apalagi masuk penjara, lebih baik patuhi 10 aturan di atas saat berada di Thailand. Supaya liburan terasa menyenangkan tanpa ada gangguan. Gimana menurut #SGB_Family tentang aturan di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial