fbpx

Harga Pesawat ke Malaysia saat Pandemi Naik Hingga 100 Juta, Ini Alasannya

  • October 6, 2020
  • Dibaca 137 kali
Ilustrasi ambulans udara. Photo by Fas Khan on Unsplash

Malaysia telah membuka kembali sebagian perbatasannya untuk wisatawan medis, seperti dikutip dari imtj.com. Wisatawan medis harus memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Untuk ke Malaysia, wisatawan medis hanya diperbolehkan menggunakan pesawat sewaan, ambulans udara, atau jet pribadi. Dengan adanya ketentuan ini, tentunya harga pesawat ke Malaysia jadi naik. Simak ulasan selengkapnya.

Ilustrasi pasien di rumah sakit. Photo by Sharon Mccutcheon on Unsplash
Ilustrasi pasien di rumah sakit. Photo by Sharon Mccutcheon on Unsplash

Malaysia mengizinkan pasien Indonesia untuk berobat sejak 1 Juli 2020, tetapi dengan sejumlah syarat. Hanya 1 pendamping yang diizinkan ikut bersama pasien. Sementara bagi pasien berusia 12 tahun ke bawah, boleh didampingi 2 orang. Menurut thejakartapost.com, medical tourism Malaysia sedang memasuki Tahap 1. Artinya, hanya wisatawan medis dengan kondisi kesehatan kritis yang bisa masuk ke Malaysia. 

Calon pasien bisa masuk ke Malaysia melalui MHTC. Selain itu, rumah sakit anggota MHTC saja yang dapat menerima pasien luar negeri. Rumah sakit anggota MHTC ada di Johor, Kuala Lumpur, Melaka, Penang, dan Selangor. Di antaranya Island Hospital Penang, Gleneagles Kuala Lumpur, Gleneagles Hospital Medini Johor, Mahkota Medical Centre Melaka, dan Sunway Medical Centre Selangor. Daftar lengkap bisa akses malaysiahealthcare.org

Ilustrasi seseorang berada di laboratorium. Photo by CDC on Unsplash
Ilustrasi seseorang berada di laboratorium. Photo by CDC on Unsplash

Sebelum berangkat ke Malaysia untuk berobat, wisatawan medis dan 1 pendamping harus melakukan sejumlah prosedur seperti dilansir dari malaysiahealthcare.org. Langkahnya seperti ini:

  • Menjadwalkan perawatan dengan rumah sakit anggota MHTC. Mengajukan surat dokter kepada dokter di rumah sakit Malaysia yang dipilih.
  • Mengirim dokumen yang disyaratkan ke rumah sakit terpilih. Mengajukan Malaysia Medical Care Entrance Permit.
  • Aplikasi akan diserahkan kepada MHTC untuk direview.
  • Apabila aplikasi disetujui, pasien akan menerima Entry Approval Letter oleh MHTC.
  • Mengajukan visa ke Malaysia apabila diperlukan dan mengatur penerbangan.
  • Pasien dan pendamping melakukan tes PCR tahap 1 di lab yang ditunjuk oleh MHTC. Tes dilakukan 3 hari sebelum tiba di Malaysia.

pesawat ke Malaysia naik
Ilustrasi pesawat pribadi. Photo by Randy Fath on Unsplash

Pasien dan pendamping akan disambut dan didampingi oleh Malaysia Healthcare Concierge and Lounge (MCL). Perwakilan MCL nantinya akan meminta sejumlah dokumen pasien. Di antaranya fotokopi paspor pasien dan pendamping yang masih valid, visa apabila diperlukan, hasil tes PCR, surat dokter dari rumah sakit terpilih, dan Entry Approval Letter dari MHTC. Pendaftaran dan penerimaan pasien akan dilakukan pada saat kedatangan. 

Pasien dan pendamping melakukan tes PCR tahap ke-2 di rumah sakit terpilih. Pasien dan pendamping harus melakukan isolasi diri di rumah sakit selama 14 hari. Selama masa isolasi, keduanya harus berdiam di dalam kamar.

Pengobatan dapat dilakukan selama periode isolasi sesuai kebijaksanaan rumah sakit. Setelah memasuki hari ke-13 masa isolasi, pasien dan pendamping melakukan tes PCR tahap ke-3. Setelah pengobatan dan masa isolasi berakhir, pasien dan pendamping dapat meninggalkan Malaysia.

pesawat ke Malaysia naik
Ilustrasi ambulans udara. Photo by Fas Khan on Unsplash

Mengingat prosedur ketat bagi pasien dan keterbatasan transportasi yang digunakan, membuat harga pesawat ke Malaysia naik sampai ratusan juta. Harga tersebut menunjukkan jumlah total biaya mulai dari pesawat, biaya tes PCR, biaya isolasi, dan ambulans. Rinciannya sebagai berikut:

  • Ambulans udara: minimal Rp 51,6 juta per jam. Biaya ambulans udara tergantung rute dan provider, seperti disadur dari suncareair.com
  • Jet pribadi: Rp 90 juta per jam untuk maksimal 5 penumpang.
  • Isolasi 14 hari dan tes PCR tahap 2-3: Rp 21 juta untuk pasien dan pendamping.
  • Ambulans darat pribadi: Rp 1-2 juta
  • Tes PCR tahap 1: Rp 1 juta per orang

Rincian biaya di atas belum termasuk biaya pengobatan. Hanya sebatas harga prosedur sebelum menjalankan pengobatan. Terkait ambulans udara dan jet pribadi. Perbedaannya terletak pada fasilitas. Ambulans udara dilengkapi peralatan medis mulai dari ventilator, infus, sampai AED (Automated external defibrillator). Tim medis juga ikut mendampingi. Tak ketinggalan, obat dan tabung oksigen juga tersedia.

Harga pesawat ke Malaysia naik dibandingkan sebelum pandemi karena adanya prosedur ketat. Perlu dicatat bahwa hanya wisatawan medis yang dapat masuk ke Malaysia. Bagaimana pendapat #SGB_Family soal fenomena ini?

Catatan: Akan terus diupdate untuk informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial