fbpx

Jangan Lakukan 10 Kesalahan Ini di Kereta Jepang, Bakal Kena Tegur

  • October 2, 2020
  • Dibaca 1044 kali
Ilustrasi penumpang meletakkan tas di pangkuan. Photo by Jezael Melgoza on Unsplash

Kereta merupakan transportasi utama di Jepang. Nggak heran, karena kereta sangat tepat waktu dan nyaman. Buat menunjang rasa nyaman, seluruh penumpang juga harus ikut berperan. Kalau naik kereta di Jepang, jangan lakukan 10 kesalahan ini. Penumpang atau petugas nggak bakal segan menegur. Apa aja yang nggak boleh dilakukan? Simak ulasan berikut seperti disadur dari jrailpass.com

Ilustrasi kereta jarak jauh di Toyo. Photo by Fikri Rasyid
Ilustrasi kereta jarak jauh di Toyo. Photo by Fikri Rasyid on Unsplash

Makan di depan umum atau sambil berjalan, bukan hal yang biasa dilakukan di Jepang. Termasuk di dalam kereta jarak pendek. Biasanya boleh makan kalau berada di kereta jarak jauh seperti Shinkansen. Pasalnya, di setiap kursi Shinkansen tersedia nampan dan tempat cangkir. Jadi bisa meletakkan makanan di sini, nggak berantakan. Selain itu, ada troli yang lewat di lorong menjual makanan ringan.

Kalau lagi naik kereta jarak jauh, #SGB_Family bisa bekal ekiben alias bento yang banyak dijual di stasiun kereta. Walaupun diperbolehkan makan, tetap ada aturannya. Hindari makanan berbau menyengat karena bisa aja mengganggu orang lain. Boleh juga bawa minuman tapi hindari soda dan kopi.

Ilustrasi penumpang di kereta Jepang menggunakan handphone dengan tenang. Photo by Hugh Han on Unsplash
Ilustrasi penumpang di kereta Jepang menggunakan handphone dengan tenang. Photo by Hugh Han on Unsplash

Nggak sedikit orang memakai handphone di kereta, misalnya untuk mendengarkan lagu pakai earphone. Sekalipun begitu, pastikan suara musik nggak sampai kedengeran dan menggangu orang lain. Apalagi menelepon di kereta. Jangan pernah lakukan hal ini di kereta Jepang. Sebenarnya ada area telepon tapi biasanya ada di Shinkansen.

Setelah berada di area telepon, diam dan gunakan handphone agar suara telepon nggak didengar orang lain. Kalau udah, matikan telepon dan kembali ke tempat duduk. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan perangkat dengan alat pacu jantung yang digunakan orang lanjut usia.

Ilustrasi kereta Jepang penuh penumpang. Photo by Ajay Murthy on Unsplash
Ilustrasi kereta Jepang penuh penumpang. Photo by Ajay Murthy on Unsplash

Kalau #SGB_Family biasa mengobrol di transportasi umum di Indonesia, jangan lakukan hal ini di Jepang. Berbicara apalagi dengan suara keras bukan hal yang umum dilakukan di transportasi umum di Jepang. Soalnya punya potensi menggangu orang lain dan dianggap nggak sopan. Coba perhatikan orang Jepang yang ada di dalam kereta, mereka biasanya hanya diam tanpa ngobrol.

Misalnya harus banget berbicara dengan orang lain, lakukan dengan pelan. Jangan sampai ramai dan menggangu penumpang lain. Bahkan berbicara dengan masinis pun hanya boleh sewaktu keadaan darurat.

Ilustrasi penumpang berdiri di garis kuning. Photo by Jezael Melgoza on Unsplash
Ilustrasi penumpang berdiri di garis kuning. Photo by Jezael Melgoza on Unsplash

Merokok konvensional, elektronik, maupun sejenisnya nggak boleh dilakukan di sebagian besar kereta Jepang. Kecuali berada di kereta Shinkansen yang punya gerbong khusus untuk merokok. Peraturan dilarang merokok juga berlaku di area publik lain di Jepang. Jangan merokok di tempat umum kecuali ada area khusus.

Ilustrasi kereta sedang sepi penumpang. Photo by Victoriano Izquierdo on Unsplash
Ilustrasi kereta sedang sepi penumpang. Photo by Victoriano Izquierdo on Unsplash

Di setiap kereta Jepang, tersedia kursi prioritas. Biasanya untuk orang tua, penyandang disabilitas, perempuan hamil, atau penumpang dengan anak kecil. Kursi prioritas ini diberi tanda atau warna berbeda. #SGB_Family bisa duduk di kursi ini saat nggak ramai. Tapi harus segera berdiri begitu ada orang yang membutuhkan. Bahkan, #SGB_Family dianjurkan memberikan kursi biasa kepada orang yang membutuhkan.

Ilustrasi kereta di Jepang. Photo by Adrien Bruneau on Unsplash
Ilustrasi kereta di Jepang. Photo by Adrien Bruneau on Unsplash

Beberapa kereta menyediakan gerbong khusus perempuan. Laki-laki nggak boleh naik ke kereta ini. #SGB_Family bakal melihat gerbong bertuliskan khusus perempuan dengan warna merah muda.

Ilustrasi penumpang meletakkan tas di pangkuan. Photo by Jezael Melgoza on Unsplash
Ilustrasi penumpang meletakkan tas di pangkuan. Photo by Jezael Melgoza on Unsplash

Kereta di Jepang sering banget penuh, jadi jangan menggunakan area ekstra di kereta dengan barang pribadi. Kalau bawa tas, taruh di pangkuan. Misalnya berdiri, letakkan tas di bagian depan atau di antara kaki. Bisa juga di rak bagasi di atas kepala. Sejumlah kereta jarak jauh menyediakan area khusus koper. Nggak bakal ada ruang kosong di kereta apalagi saat jam sibuk.

Masih terkait kereta yang penuh, biasanya penumpang bakal terus bergerak sampai ruang kereta terisi semua. Jadi pegangan pada gantungan tangan penumpang di atas kepala. Biasanya penumpang juga bakal memakai masker untuk menghindari menyebarkan kuman. Kalau kereta udah penuh, bakal benar-benar berhadapan muka dengan muka sesama penumpang.

Ilustrasi penumpang dalam kereta di Jepang. Photo by Alex Eckermann on Unsplash
Ilustrasi penumpang dalam kereta di Jepang. Photo by Alex Eckermann on Unsplash

Orang Jepang terkenal akan kebersihan mereka. Mereka nggak buang sampah sembarangan maupun meninggalkan sampah. Hal ini berlaku juga di kereta. Jangan lakukan kesalahan dengan membuat atau meninggalkan sampah sembarangan dalam kereta di Jepang. Misalnya bungkus makanan dan koran. Buang di tempat sampah yang tersedia di stasiun kereta.

Ilustrasi penumpang mengantre sembari menunggu kereta tiba. Photo by Joan Tran on Unsplhas
Ilustrasi penumpang mengantre sembari menunggu kereta tiba. Photo by Joan Tran on Unsplash

Jangan sampai menyerobot antrean, termasuk di stasiun kereta. Di tempat ini tersedia tempat antrean khusus misalnya di peron kereta. Antre dengan benar di spot untuk menunggu kereta. Bisa antre satu baris atau sebelahan. Lihat aja sikon di sekitar. Pastikan #SGB_Family berdiri di belakang garis merah, putih, atau kuning. Garis ini berada di pinggir platform. Spot ini adalah area aman dari kereta.

Ilustrasi penumpang sedang turun dari kereta. Photo by Christian Chen on Unsplash
Ilustrasi penumpang sedang turun dari kereta. Photo by Christian Chen on Unsplash

Jangan mendorong penumpang lain saat masuk atau keluar kereta. Sewaktu mau sampai di stasiun tujuan, mulai kumpulkan barang pribadi. Barulah berjalan menuju pintu. Kalau ada orang lain di tengah jalan, bisa bilang sumimasen atau permisi.

Etika berlaku ketika berada di segala tempat, termasuk kereta di Jepang. Jadi jangan lakukan 10 kesalahan di atas sewaktu berada di dalam kereta Jepang. Sebaiknya patuhi aturan yang udah lama berlaku di sini. Untuk informasi tentang Jepang lainnya, jangan lupa untuk follow @tokyoguidebook di Instagram, ya! #SGB_Family ada yang punya pengalaman naik kereta di Jepang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial