fbpx

Bikin Sertifikat Halal buat Bisnis Kuliner di Singapura, Ketahui Serba-serbinya

  • September 30, 2020
  • Dibaca 187 kali
Ilustrasi makanan dan minuman halal. Photo by Lightscape on Unsplash

Sertifikasi halal bisnis kuliner berada di bawah Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) atau disebut juga Islamic Religious Council of Singapore. Setelah mengajukan permintaan sertifikasi halal, MUIS akan melakukan verifikasi terkait persyaratan yang harus dipenuhi. #SGB_Family yang merupakan pemilik bisnis kuliner di Singapura, akan mendapatkan sertifikat halal. Ketahui dulu syarat sampai prosesnya di bawah ini.

Ilustrasi dapur restoran. Photo by Dylan Brown on Unsplash
Ilustrasi dapur restoran. Photo by Dylan Brown on Unsplash

Menjadi bisnis kuliner halal, pemilik harus menjalankan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pemilik harus memastikan bahwa tidak ada bahan haram seperti daging hewan yang mati sebelum disembelih, babi, anjing, obat memabukkan, dan alkohol. Selain itu, cara menyembelih hewan harus sesuai dengan syariat Islam. 

Semua bahan baku dan peralatan yang digunakan harus halal. Peralatan yang bersentuhan langsung dengan barang haram tidak boleh digunakan, kecuali dibersihkan dengan oleh MUIS atau pihak yang ditunjuk oleh MUIS.

Sertifikat Halal Kuliner Singapura
Ilustrasi hawker centre di Singapura. Photo by Joyce Romero on Unsplash

Persyaratan agar bisnis kuliner di Singapura mendapat sertifikat halal cukup banyak dan detail. Menurut singaporelegaladvice.com, pemilik bisnis harus melibatkan paling tidak 2 karyawan Muslim. Salah satu dari mereka akan menjadi perwakilan muslim di tim halal. Pastikan seluruh bahan dan peralatan masak halal. Kalau ada peralatan yang sebelumnya bersentuhan langsung dengan barang haram, harus dibersihkan sesuai ketentuan MUIS.

Selain itu, pemilik bisnis harus mengirimkan denah lantai. Isinya menggambarkan secara jelas dan detail ruang lingkup sertifikasi. Barang haram atau yang diragukan kehalalannya, tidak boleh dimasukkan ke ruang lingkup sertifikasi. Jalur produksi tempat menjalankan bisnis kuliner harus jelas. Misalnya di mana area dapur, ruang penyimpanan, peralatan makan, tempat cuci piring, dan area pemrosesan produk halal.

Sertifikat Halal Kuliner Singapura
Ilustrasi makanan dan minuman halal. Photo by Lightscape on Unsplash

Terdapat 7 skema sertifikasi halal di MUIS. Skema bisnis kuliner bernama Eating Establishment Scheme (EE Scheme). Ruang lingkup sertifikasi EE Scheme adalah seluruh proses pengangkutan, penerimaan, penyimpanan, dan penanganan bahan baku. Lalu seluruh proses penyimpanan dan persiapan makanan. Juga pengumpulan, penanganan, pencucian, dan penyimpanan peralatan&perkakas. Termasuk pengiriman makanan matang dan area makan halal.

Proses sertifikasi halal mulai dari mendaftar sampai mendapatkan sertifikat, lebih kurang seperti ini seperti disadur dari muis.gov.sg/Halal:

  • Pra-sertifikasi: pertanyaan terkait sertifikasi halal bisa diajukan melalui telepon, email, maupun datang ke kantor MUIS.
  • Pengajuan aplikasi: mengisi aplikasi secara online melalui portal GoBusiness. Membayar biaya pengajuan dan 40% biaya sertifikasi.
  • Verifikasi: proses verifikasi dan audit oleh MUIS, memakan waktu 7-14 hari kerja.
  • Sertifikasi: mendapatkan sertifikat halal setelah pengajuan disetujui. Membayar sisa biaya sertifikasi.
  • Pasca-sertifikasi: MUIS akan melakukan inspeksi dadakan untuk mengecek kepatuhan aturan. Pemilik bisnis harus update informasi terkait segala perubahan bisnis. Misalnya supplier, bahan baku, menu, staf, dan detail lainnya.
  • Pembaruan: pemilik bisnis melakukan pembaruan sertifikasi 60-120 hari sebelum tanggal akhir sertifikat halal.

Biaya pengajuan aplikasi normal $170,13 sudah termasuk pajak, sedangkan pengajuan ekspres $363,8. Biaya sertifikasi halal beragam tergantung pada jenis tempat makan misalnya hawker stall atau restoran. Bergantung juga pada luas tempat makan dan syarat lainnya. Biayanya mulai dari $64,2 (kantin sekolah negeri).

Ilustrasi sejumlah orang sedang mengikuti training. Photo by Product School on Unsplash
Ilustrasi sejumlah orang sedang mengikuti training. Photo by Product School on Unsplash

Masih menjadi satu dengan sertifikasi halal, 1 staf Muslim dan 1 staf lain di bisnis kuliner terkait wajib ikut Halal Training. Pertama ikut Level 1 bernama Halal Foundation Programme. Bertujuan untuk memahami definisi dan konsep dasar sertifikasi halal. Bahasa pengantarnya Inggris untuk tingkat pengawas, Bahasa Inggris atau Melayu untuk tingkat operasional. Training Level 1 berlangsung selama 13-14 hari (2 hari), biayanya sekitar $214.

Setelah menyelesaikan Level 1, ada pelatihan Level 2 bertajuk Developing & Implementing the Singapore Muis Halal Quality Management System (HalMQ). Tujuannya untuk memahami konsep dan persyaratan dasar Halal Quality Management System (HalMQ). Level 2 berlangsung selama 14 jam (2 hari), biayanya $535. Level 2 ini tidak wajib tapi sangat dianjurkan.

Buat pemilik bisnis kuliner yang ingin mengajukan sertifikasi halal, bisa mengunjungi website resmi MUIS. Di situ tertera informasi lengkap terkait pengajuan sertifikasi halal. #SGB_Family ada yang mau mendapatkan sertifikat halal di Singapura?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial