fbpx

Masker Scuba Dilarang? Kenali Tingkat Efektivitas 6 Jenis Masker

  • September 28, 2020
  • Dibaca 306 kali
Ilustrasi seseorang memakai masker kain. Photo by Gryffyn on Unsplash

Pada masa pandemi, semua orang diimbau memakai masker terutama saat beraktivitas di luar rumah. Menurut koran.tempo.co, beberapa waktu lalu PT Kereta Commuter Indonesia mewajibkan penumpang menggunakan masker. Namun, masker yang dimaksud tidak termasuk scuba dan buff. Masker ini dianggap kurang efektif menahan droplet. Yuk kenali dulu tingkat efektivitas masker sebelum pakai, biar enggak percuma.

Ilustrasi seseorang memakai masker scuba. Photo by Samuele Giglio on Unsplash
Ilustrasi seseorang memakai masker scuba. Photo by Samuele Giglio on Unsplash

Masker scuba kerap dipakai karena dianggap praktis dan nyaman. Tampilannya pun stylish. Namun, ternyata masker scuba kurang efektif dalam menahan droplet. Tingkat efektivitasnya terlalu rendah. Menahan 0% virus, 0,5% bakteri, debu, dan serbuk.

Alasannya, masker scuba terbuat dari kain tipis yang elastis. Sehingga tidak bisa menahan tetesan cairan yang keluar dari mulut, malah menyaring dan membuatnya menjadi droplet yang lebih kecil. Malah dapat membuat droplet semakin berkembang biak di udara. Masker scuba lebih tepat digunakan untuk tujuan fesyen.

tingkat efektivitas masker
Ilustrasi seseorang memakai masker kain. Photo by Gryffyn on Unsplash

Tren membuat dan mengenakan masker kain semakin berkembang di berbagai negara termasuk Indonesia. Masker kain dianggap cukup efektif untuk penggunaan sehari-hari. Berdasarkan healthgrades.com, sesungguhnya tingkat efektivitas masker kain tergantung pada bahan dan jumlah lapisan kain.

Misalnya masker kain buatan sendiri. Sebaiknya membuat 2-3 lapis masker. Pasalnya, masker kain 1 lapis hanya bisa menyaring partikel sebanyak 1%. Sementara masker kain 2 lapis dapat menyaring 35% partikel kecil. Masker kain buatan sendiri mampu mengurangi jarak semprotan droplet dari 2,5 meter menjadi 6-7 sentimeter. Gunakan kain katun dengan tenunan rapat terutama katun quilt (quilting cotton).

Selain masker kain buatan sendiri, ada juga yang berasal dari toko. Masker kain buatan toko idealnya terbuat dari 100% kain katun tenunan rapat dan berlapis 3. Masker kain jenis ini paling tidak bisa menyaring 50% partikel. Kalau kualitasnya lebih tinggi bisa sampai 80-95%. Namun, ada juga masker kain kualitas rendah yang hanya bisa melindungi 10-20%.

Tidak sedikit masker kain yang dilengkapi kantong filter. Jenis ini lebih efektif lagi. Isi kantong filter dengan lipatan tisu. Ganti tisu setiap usai dipakai. Lebih baik lagi menggunakan filter dari bahan polipropilena.

Polipropilena terbuat dari bahan sintetis yang tahan lama. Biasanya dipakai sebagai kain pelapis untuk menahan muatan listrik statis. Sehingga filter dari kain polipropilena bisa menahan partikel kecil. Apabila masker kain 2 lapis ditambah filter polipropilen, tingkat efektivitasnya meningkat dari 35% menjadi hampir 70%.

tingkat efektivitas masker
Ilustrasi seseorang mengenakan masker bedah sekali pakai di tempat umum. Photo by Tam Wei on Unsplash

Masker bedah dapat menyaring partikel kecil sekitar 60% partikel kecil yang terhirup. Selain itu menahan 95% virus serta 80% bakteri, serbuk, dan debu. Masker ini didesain untuk menghentikan tetesan, semprotan, dan cipratan. Penyebaran infeksi saluran pernapasan bisa berkurang apabila rutin memakai masker bedah di ruang publik. Pastikan buang masker setelah dipakai karena memang dirancang untuk dipakai sekali.

Ilustrasi seseorang menggunakan bandana. Photo by Adrew Donovan Valdivia on Unsplash
Ilustrasi seseorang menggunakan bandana. Photo by Adrew Donovan Valdivia on Unsplash

Bandana adalah kain berbentuk segitiga atau persegi. Biasanya dipakai untuk menutup kepala atau leher. Cara memakainya, diikat ke belakang kepala. Kain bandana bisa mencegah masuknya debu atau partikel lain yang dihasilkan akibat batuk atau bersin. Bandana bisa mengurangi jarak semprot droplet dari 2,5 meter menjadi 1,2 meter.

tingkat efektivitas masker
Ilustrasi seorang dokter mengenakan masker respirator. Photo by Ashkan Forouzani on Unsplash

N95 merupakan masker yang umumnya dipakai oleh tenaga medis. Masker ini dianggap paling efektif melindungi dari virus corona dan penyakit pernapasan lain. N95 dapat menyaring 95% partikel dari udara yang dihirup. Sementara kalau pakai masker kain atau bedah sekali pakai, berfungsi melindungi orang lain dari droplet kita. Namun sebaiknya tidak memakai N95 untuk masyarakat umum karena stoknya terbatas.

Ilustrasi masker buff. Instagram @margins_shop
Ilustrasi masker buff. Instagram @margins_shop

Masker buff identik dipakai oleh pencinta kegiatan outdoor atau pengguna motor. Kebanyakan buff terbuat dari kain sintetis yang tidak seefektif kain alami dalam mencegah penyebaran partikel kecil. Kain alami yang dimaksud misalnya katun. Terlebih buff yang terbuat dari poliester. Tetesan cairan pemakai buff dari poliester dapat menyemprot.

Setelah membaca tingkat efektivitas dan prioritas penggunaan masker, #SGB_Family bisa mempertimbangkan sebaiknya pakai yang mana. Bagaimana menurut #SGB_Family tentang masker scuba dan efektivitas jenis masker di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial