fbpx

Sabah ke Sarawak Wajib Tes PCR Covid-19, Sampai Kapan?

  • September 25, 2020
  • Dibaca 99 kali
FI Sarawak

Pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia . Salah satunya adalah aturan perbatasan negara di dunia menerapkan peraturan tambahan seperti tes Covid-19. Peraturan baru, pengunjung dari Sarawak ke Sabah wajib tes PCR Covid-19. Apa ada syarat lainnya?

 

Dilansir dari straitstimes.com, Pengunjung diharapkan melakukan tes PCR (polymerase chain reaction) untuk Covid-19 tiga hari sebelum keberangkatannya dari Sarawak menuju Sabah. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga harus melengkapi formulir online yang disebut Enter Sarawak serta menyediakan berbagai dokumen pendukung untuk kunjungan mereka.

Sarawak, Malaysia
Sarawak, Malaysia via @samboratanak on Unpslash.com

Kebijakan yang berlaku mulai 21 September ini dilakukan setelah adanya peningkatan kasus Covid-19 di Sabah, terutama daerah Tawau dan Lahad Datu. Warga Malaysia yang akan terbang ke Sarawak dari Penang juga akan dilakukan tes PCR Covid-19 acak saat kedatangan di Bandara Internasional Kuching. 

Karantina juga berlaku bagi warga Sarawak yang baru pulang dari luar negeri dan dilakukan di titik masuk pertama mereka ke negara bagian tersebut. Warga Sarawak yang rutin bepergian ke Brunei dan Sabah juga diwajibkan untuk menunjukkan surat dari komite penatalaksanaan bencana divisi di bagian Miri dan Limbang. 

Selain mengikuti prosedur operasi standar dari Kementerian Kesehatan, pengunjung kategori ini juga diwajibkan melakukan tes PCR Covid-19 setiap dua minggu. Selanjutnya, para pekerja berkewarganegaraan asing yang bekerja di sektor konstruksi dan pabrik serta pelajar asing diizinkan memasuki Sarawak dengan mendaftar ke komite. 

Pengunjung golongan ini diharuskan memiliki izin kerja atau izin pelajar yang masih berlaku. Selain itu, mereka juga harus mengisi formulir Enter Sarawak yang tersedia online.

 

Wisata di Sarawak
Wisata di Sarawak via Adzim Musa on unpslash.com

Pengunjung hendaknya mempersiapkan segala keperluan termasuk biaya lebih sebelum berangkat. Pasalnya, biaya karantina selama 14 hari dan dua tes PCR Covid-19 akan dibebankan kepada perusahaan, institusi, atau pelajar itu sendiri. Untuk karyawan, perusahaan atau institusi harus menyediakan transportasi yang akan membawa mereka dari titik masuk ke pusat karantina.

Sarawak kini telah menjadi zona hijau selama 20 hari terakhir setelah tidak adanya kasus penularan baru. Tidak ada pertambahan kasus sejak Jumat, 18 September lalu. Sedangkan total angka kasus Covid-19 yang sudah terkonfirmasi adalah sebanyak 701 kasus.

Meskipun berstatus hijau, bukan berarti Sarawak telah aman dari Covid-19 dan memenangkan pertempuran sengit ini. Datuk Douglas Unggah, mengajak agar masyarakat tidak terburu-buru merasa puas. Masyarakat harus terus mematuhi protokol yang telah ditetapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara meluas. 

 

Muhyiddin Yasin
Muhyiddin Yasin Image via law-justice.co

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin pada Kamis, 15 September lalu meminta agar warga Malaysia tetap waspada dengan kemungkinan infeksi Covid-19. Pasalnya, meskipun angka kasus penyakit Covid-19 nampaknya tetap terkendali di Malaysia, namun belum ada tanda-tanda bahwa pandemi ini akan segera berakhir di seluruh dunia. 

Sebagai bentuk kewaspadaan dan pencegahan penyebaran virus, Malaysia tidak akan terburu-buru membuka kembali perbatasan. Masyarakat diharapkan tetap konsisten memakai masker dan ikut serta berperan layaknya mereka yang berada di “garda depan” dan terus menerapkan kebiasaan kenormalan baru atau new normal dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah berita singkat mengenai peraturan wajib tes PCR Covid-19 untuk pengunjung dari Sabah dan Serawak. #SGB_Family wajib memperhatikan dan siapkan dana sendiri, ya. Kalau tidak ada keperluan yang sangat mendesak, di rumah saja. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial