fbpx

Indonesia Stop Export Seafood ke China Karena Virus, Baca Detailnya!

  • September 23, 2020
  • Dibaca 192 kali

Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Indonesia juga masih memiliki angka kasus yang tinggi dan kini bahkan Jakarta berlakukan PSBB lagi. Tidak berhenti sampai di situ saja, kali ini pemerintah Indonesia stop export seafood ke China. Kira-kira apa alasan dan bagaimana keterangan detailnya? Benarkah karena virus?

Ilustrasi Seafood (IG:seafood.dirumah)

Indonesia stop ekspor seafood dari sebuah perusahaan seafood Indonesia yaitu PT Putri Indah ke Cina. Penghentian ini dilakukan setelah produk ikan beku menunjukan hasil tes positif Covid-19. Virus tersebut ditemukan pada sisi paling luar kemasan, dan bukan pada ikan itu sendiri.

Dilansir dari mothership.sg, Menteri perikanan Indonesia mengatakan bahwa penyelidikan tentang temuan ini masih terus dilakukan. Sedangkan PT. Putri Indah untuk sementara waktu dilarang beroperasi selama tujuh hari mulai hari Jumat 18 September lalu. Sedangkan produsen lainnya masih dapat melanjutkan kegiatan ekspor seperti biasa.

Administrasi Umum bidang Kepabeanan Cina mengatakan akan berhenti menerima tawaran impor dari PT. Putri Indah selama satu minggu setelah ditemukannya virus corona pada sejumlah ikan beku dari perusahaan tersebut. Penghentian sementara selama satu minggu ini dilakukan jika produk ikan beku terbukti positif Covid-19 untuk pertama atau kedua kalinya.

Salmon (IG:@northcoastseafoods)

Beberapa waktu lalu, para peneliti dari Cina menemukan bahwa Virus Corona dapat bertahan selama satu minggu pada permukaan ikan salmon segar yang dibekukan. Ketika disimpan pada suhu 4 derajat Celcius, ternyata virus tersebut masih dapat menginfeksi hingga delapan hari lamanya. Ketika disimpan pada suhu ruangan yaitu 25 derajat Celcius, virus akan tetap berada pada ikan salmon selama dua hari.

Indonesia stop export seafood (IG:seafood.dirumah)

Dilansir dari artikel lainnya di mothership.sg, eksperimen dilakukan pada ikan yang dibeli pada sebuah toko di Guangzhou. Ikan tersebut kemudian dipotong dadu kecil dan digabung dengan partikel virus pada sebuah larutan. Daging yang sudah terinfeksi kemudian disimpan di tempat yang bersuhu berbeda. Selanjutnya, sampel diambil setiap hari untuk diuji apakan virus dapat menginfeksi sel normal.

Sejauh ini, hipotesis yang dihasilkan adalah bahwa virus dapat bertahan lebih lama di suhu rendah, namun belum diketahui apakah daging tersebut tetap dapat menginfeksi. Dengan kondisi seperti ini, ikan yang terkontaminasi di suatu negara dapat dengan mudah dibawa ke negara lainnya dalam waktu satu minggu. Hal ini bisa menjadi salah satu sumber penyebaran virus secara internasional. Langkah Indonesia stop export seafood sudah benar, nih. Setuju, kan?

Xindafi Market (IG:@maxartechnologies)

Awal wabah di Wuhan dan penyebaran ke Beijing pada Juni 2020 dikaitkan dengan pasar basah yang menjual seafood. Cina untuk sementara waktu menghentikan impor ikan salmon pada pertengahan Juni lalu setelah virus ditemukan di papan pemotongan salmon di pasar Xinfadi, pusat terjadinya penyebaran wabah ini.

Pihak berwenang Cina selanjutnya mengumumkan bahwa salmon bukanlah sumber transmisi virus tersebut. Kasus penyebaran virus yang terjadi di Wuhan dan Beijing menimbulkan kekhawatiran apakah ikan dan daging yang terpapar virus dapat menjadi sumber penyebaran kasus Covid-19. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian tersebut.

Cina, salah satu pasar terbesar, mengimpor 40 ribu hingga 100 ribu ton salmon per tahun sebelum pandemi. Namun otoritas Cina menemukan virus Corona pada berbagai produk beku mulai dari udang hingga sayap ayam sejak wabah corona mulai muncul. Sejak saat itu, konsumsi salmon dan seafood lainnya di Cina merosot tajam setelah wabah mulai menyebar di Beijing pada Juni lalu.

Itulag berita singkat tentang alasan mengapa Indonesia stop export seafood ke China. Hal ini tentu merugikan dua belah pihak. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga semua bisa kembali normal, ya. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial