fbpx

Singapura: Smart City Index Dua Tahun Berturut-turut, Apa Prestasinya?

  • September 21, 2020
  • Dibaca 169 kali

Sekali lagi, Singapura berada di urutan teratas Smart City Index dan kali ini merupakan kemenangannya selama dua tahun berturut-turut. Tim di balik pencatatan indeks ini menyatakan bahwa Singapura mendapatkan predikat bergengsi ini karena berprestasi. Kira-kira apa nih yang jadi Negeri Singa menyabet penghargaan ini, ya?

Ilustrasi Changi Airport Singapore. Photo by Sreehari Devadas on Unsplash
Ilustrasi Changi Airport Singapore. Photo by Sreehari Devadas on Unsplash

Tahun ini, penilaian Smart City Index juga memperhitungkan bagaimana 109 kota di dunia memanfaatkan teknologi untuk menghadapi pandemi Covid-19. Sekolah bisnis Swiss yaitu Institute of Management Development menyebutkan bahwa cara Singapura merespon krisis yang mendunia ini cukup mengagumkan.

Direktur World Competitiveness Centre di IMD, Professor Arturo Bris menyatakan bagaimana timnya telah mengamati kinerja Singapura selama 12 bulan terakhir dalam menghadapi tantangan ini. Negara-kota tersebut berhasil memberikan respon cepat dan efektif yang sayangnya belum bisa dilakukan oleh banyak negara lain di dunia. Negara ini mampu bertindak cepat dan tegas dalam menangani pandemi.

Singapura memiliki pemetaan rencana yang jelas dan diikuti dengan baik oleh setiap lapisan masyarakat, namun tetap fleksibel. Warga Singapura terus mendapatkan informasi tentang perkembangan pandemi, serta langkah pencegahan dan penanganannya. Oleh karena itu, masyarakat dapat mengikuti setiap keputusan dan pembatasan kebebasan seperti sebelum masa pandemi. 

Selain itu, pemerintah tidak hanya melakukan berbagai kebijakan pembatasan saja. Pemerintah berada dalam posisi yang tepat dengan menyediakan kompensasi bagi yang terdapampak serta mampu melakukannya dengan baik. Pantas saja kalau menyabet Smart City Index, ya. Setuju, kan?

Covid-19 di Singapura (unsplash)

Dilansir dari straitstimes.com, survey telah dilakukan dan menemukan bahwa keberhasilan Singapura tidak lain adalah karena ketahanan dan ketepatan waktu ketika berhadapan dengan berbagai tantangan tak terduga akibat pandemi ini. Sebanyak 77 persen sampel survey bahkan setuju bahwa informasi yang diberikan oleh pihak pemerintah Singapura terkait pandemi sangatlah jelas dan mudah diakses.

Kota dengan teknologi yang lebih baik dapat menghadapi pandemi dengan lebih baik. Kota Pintar memang bukanlah solusi untuk menghadapi krisis global ini. Meski demikian, teknologi jelas dapat membantu menghadapainya.

Humayun’s Tomb, New Delhi (IG:sulkh)

Penasaran bagaimana penilaian Smart City Index? Kriterian penilaian indeks ini berdasarkan data ekonomi dan teknologi yang dimiliki oleh kota-kota yang disurvey. Penduduk dari sebanyak 120 kota disurvey untuk menilai seberapa baik infrastruktur dan teknologi yang disediakan oleh kota tersebut kepada warganya.

Kedua kategori tersebut kemudian dievaluasi kembali berdasarkan lima area kunci, yaitu kesehatan dan keamanan, mobilitas, aktifitas, kesempatan, dan pemerintahan. Pendekatan teknologi yang berbeda seiring dengan semakin pentingnya penanganan pandemi dalam politik lokal. Dalam hal ini, beberapa kota di India seperti New Delhi, Mumbai, Hyderabad dan Bengaluru mengalami penurunan nilai yang sangat tajam.

Hal ini terkait dengan dampak buruk pandemi di kota-kota tersebut di mana pekermbangan teknologi masih belum memadai. Kota-kota ini tidak bisa menghadapi pandemi dengan baik karena mereka tidak siap. Selain itu, kegagalan India pada umumnya adalah karena kualitas infrastruktur yang kurang memadai meski solusi teknologi sudah diterapkan untuk memperbaikinya. 

Pada Smart City Index tahun ini, Singapura adalah salah satu dari dua kota di Asia yang berada pada peringkat 10 teratas. Taipei berada di urutan ke delapan, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya. Urutan kedua ditempati oleh Helsinki (Finlandia), disusul dengan Zurich (Swis), Auckland (Selandia Baru), dan Oslo (Norwegia).

Itulah prestasi yang membuat Singapura menjadi Smart Index City di tahun ini. Langkah sigap Singapura ini bisa banget dicontek negara lain. Negeri Singa sempat harus menghadapi lonjakan kasus hingga ratusan per harinya. Kini, per hari jumlah kasus di bawah 20 orang. Semoga secepatnya bisa hilang sama sekali. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial