fbpx

Restoran Korea Selatan Pakai Robot, Apa Ya Fungsinya?

  • September 18, 2020
  • Dibaca 53 kali

Selama pandemi Covid-19, berbagai protokol kesehatan diberlakukan demi mencegah atau setidaknya memperlambat laju penyebaran virus. Berbagai pelaku usaha juga berusaha mencari jalan tengah agar tetap bisa beroperasi. Restoran Korea Selatan memutuskan untuk menggunakan bantuan robot. Apa kegunaannya? Kira-kira bisa diaplikasikan di negara lain atau tidak, ya?

Korea Selatan (IG:@ssteart)

Hingga kini, masih belum ditemukan vaksin yang dapat melindungi manusia dari serangan virus Covid-19. Maka langkah terbaik adalah melakukan tindak pencegahan tertular Covid-19, agar angka kasus positif tidak terus meningkat.

Physical distancing merupakan salah satu langkah dari beberapa poin dalam protokol kesehatan. Dengan tetap menjaga jarak, maka diharapkan penyebaran virus dapat diminimalisir. Namun tentu saja protokol ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan serta bisnis.

Banyak restoran, hotel atau bisnis lainnya harus memutar otak agar tetap bisa melakukan pelayanan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak membahayakan pegawai maupun pengunjung. Nah, restoran Korea Selatan menemukan cara ampuh, yaitu dengan menggunakan bantuan robot.

Restoran Korea Selatan dengan robot (straitstimes.com)

Dilansir dari straitstimes.com, sebuah restoran di Seoul, Korea Selatan menggunakan robot pelayan berbentuk seperti troli. Robot yang diberi nama “Aglio Kim” ini menggunakan teknologi AI atau artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk mengantarkan pesanan makanan pada pelanggan. 

Pengunjung akan diarahkan pada layar sentuh yang terpasang di meja ketika akan memesan makanan. Ketika pesanan selesai dipilih, maka robot setinggi 1.25 meter ini akan datang ke meja tamu mengantarkan makanan dan minuman yang telah dipesan. Dengan cara ini, para pengunjung tidak perlu lagi mengkhawatirkan soal kebersihan ataupun kontak dengan para pelayan restoran.

Ilustrasi robot AI (Photo by Jason Leung on Unsplash)

Robot ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan telekomunikasi Korea Selatan yang bernama KT Corp. Dengan disertai kemampuan visual SLAM (simultaneous localisation and mapping), “Aglio Kim” mampu berjalan mulus melewati rintangan sehingga dapat mencapai meja pelanggan dengan benar tanpa menabrak sesuatu. Selain itu, kemampuan navigasinya juga akan menghindari robot salah mengantarkan pesanan.

Dengan nampan makanan yang mampu membawa beban seberat 30 kg, robot ini bisa mengantarkan makanan untuk empat meja sekaligus. Tidak hanya itu saja, robot ini juga dilengkapi dengan layar LCD dan speaker yang mampu berkomunikasi baik dalam bahasa Inggris maupun Korea. Percaya kan kalo robot yang digunakan restoran Korea Selatan ini bisa menjadi solusi penting di tengah pandemi ini? #SGB_Family pun tetap bisa menikmati sajian dengan rasa aman.

Places di Korea Selatan (IG; @sunw2003_agoodplace)

Selain berguna untuk menjaga jarak aman, Para pengunjung restoran Korea Selatan bisa menikmati pemandangan robot ini sebagai pengalaman yang menarik dan unik. Selain itu, mereka juga merasa aman karena tidak perlu melakukan kontak dengan manusia lain pada masa pandemi ini. Sehingga, mereka bisa tetap aman meski menikmati makan di luar.

Korea Selatan memang telah mengizinkan restoran dan cafe di kawasan metropolitan Seoul untuk buka kembali mulai Senin lalu sampai di atas pukul 9 malam. Meskipun demikian, peraturan jaga jarak, jarak 2 meter antar meja, dan pencatatan nama serta detail kontak pelanggan tetap harus dilakukan.

Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA) melaporkan sebanyak 106 kasus baru Covid-19 pada Senin lalu. Dengan demikian kini terdapat total infeksi sebanyak 22.391 kasus dan 367 kematian. 

Perusahaan KT menyebutkan bahwa pihaknya berupaya akan terus menyuplai lebih banyak robot untuk restoran tahun ini. Selain itu, rencananya tahun depan akan dibuat robot pelayan model kedua yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan suara AI.

Nah, ide restoran Korea Selatan menggunakan robot sebagai pelayan dan menjaga jarak aman ini oke juga, ya. Kira-kira bisa juga dipraktekkan negara lain atau tidak? Para usaha kuliner tetap bisa beroperasi dan pengunjung pun merasa aman. Bagaimana menurut #SGB_Family?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial