fbpx

Pemerintah Singapura Siapkan Ratusan Juta Dolar Sebagai Bantuan, Untuk Siapa Saja?

  • September 17, 2020
  • Dibaca 14 kali

Nggak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Tenang saja, biasanya negara nggak akan tingal diam, kok. Untuk itu, pemerintah berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat agar dapat bertahan di tengah ekonomi yang tidak menentu ini akibat pandemi. Apa yang disiapkan pemerintah Singapura untuk rakyatnya? Baca keterangan detailnya di bawah ini.

Ilustrasi deretan mobil di Singapura. Photo by Lily Banse on Unsplash
Ilustrasi deretan mobil di Singapura. Photo by Lily Banse on Unsplash

Dilansir dari channelnewsasia.com, pemerintah Singapura rencananya akan menyiapkan tambahan sebesar total 112 juta dolar Singapura untuk memperpanjang Paket Dukungan Point-to-Point (PPSP). Tujuan dari PPSP ini adalah untuk memberikan dukungan kepada pengemudi dan operator taksi dan mobil sewaan di tengah pandemi Covid-19.

Permintaan akan taksi dan kendaraan sewaan di Singapura masih lebih rendah 70 persen dan dengan jarak tempuh yang lebih pendek daripada sebelumnya meskipun beberapa kegiatan sudah diizinkan untuk beroperasi lagi. Akibatnya, ongkos transportasi per perjalanan juga jauh lebih rendah yang berimbas pada penurunan penghasilan yang signifikan.

Otoritas Transportasi Darat Singapura mengatakan bahwa transportasi point-to-point ini sepertinya belum akan bisa kembali seperti saat sebelum pandemi dalam waktu dekat ini. Dengan kebijakan bekerja dari rumah, kegiatan pariwisata yang tertunda dan kondisi ekonomi yang buruk, maka kondisi para pekerja transportasi ini kemungkinan besar juga masih akan belum mengalami perbaikan. Maka tidak mengherankan jika para sopir taksi dan mobil sewaan ini merasa khawatir dengan penghidupan mereka. 

Ilustrasi orang sedang mengendarai mobil. Photo by Hareez Hussaini on Unsplash
Ilustrasi orang sedang mengendarai mobil. Photo by Hareez Hussaini on Unsplash

Dari 112 juta dolar Singapura, sebanyak 106 juta dolar Singapura akan dialokasikan ke perpanjangan Dana Bantuan Khusus selama enam bulan hingga bulan Maret mendatang. Dana ini akan membantu pengemudi taksi dan mobil sewaan yang masih aktif untuk membiayai bisnis mereka dengan memberikan uang bulanan sebesar 300 dolar Singapura per kendaraan setiap bulan.

Para sopir yang saat ini menerima Dana Bantuan Khusus juga masih akan mendapatkan dana tersebut sampai ke periode perpanjangan ini. Diperkirakan sebanyak dari 40 ribu sopir memenuhi persyaratan untuk menerima perpanjangan dana bantuan ini. Para operator taksi juga berjanji akan terus memberikan potongan harga sewa kepada penumpang sesuai dengan senilai tambahan 29 juta dolar yang mereka terima.

Bantuan dari pemerintah Singapura ini diharapkan dapat membantu pengemudi dan operator untuk melewati masa sulit pandemi Covid-19 ini serta setidaknya mengurangi beberapa kekhawatiran mereka. Semoga keadaan kembali normal dan semuanya bisa beraktifitas seperti biasa, ya.

Pesan antar (IG:grabfoodsg)

Pemerintah sudah memberikan izin untuk melakukan layanan antar barang bagi taksi dan mobil sewaan sejak Maret lalu. Kebijakan ini akan terus berlaku sampai September tahun depan. Peraturan ini telah membantu para pengemudi memperoleh pendapatan tambahan selain juga mengatasi meningkatnya permintaan layanan antar barang selama pandemi.

Grab Singapura menyatakan bahwa pihaknya lega bahwa partner pengemudinya dapat terus mengambil pekerjaan antar barang selama masa sulit ini. Sejak berlakunya periode pembatasan di Singapura, Grab telah bekerja sama dengan pihak berwenang agar partner pengemudi Grab bisa mengantar makanan, parsel dan belanjaan. 

Ilustrasi Taxi Singapura. Photo by @cjtagupa on Unsplash
Ilustrasi Taxi Singapura. Photo by @cjtagupa on Unsplash

Agar sektor transportasi point-to-point bisa terus berkelanjutan Otoritas Transportasi Darat telah berkonsultasi dengan industri dan asosiasi terkait untuk mengkaji kembali kriteria kelayakan izin pengemudi mobil sewa. Beberapa diantaranya adalah bahwa calon pengemudi baru harus warga negara Singapura yang berusia minimal 30 tahun dan memiliki minimal satu tahun pengalaman mengemudi.

Peraturan dari pemerintah Singapura ini dibuat mengingat banyaknya kesamaan layanan antara taksi dan mobil sewa model point-to-point. Agar layanan kendaraan lebih adil, maka dibuatlah persyaratan usia minimal ini yang merupakan persyaratan bagi pengemudi taksi. Selain itu, kebijakan ini diharapkan juga akan mendorong para pengemudi muda untuk mendapatkan pengalaman lain di luar pekerjaan sebagai sopir. 

Para pengemudi muda bisa mempertimbangkan pekerjaan melalui skema program SGUnited Traineeship atau program penempatan dari Jobs Growth Incentive. Dengan adanya program ini, diharapkan para pengemudi bisa terus meningkatkan keterampilan mereka.

Itulah keterangan singkat tentang bantuan pemerintah Singapura untuk warganya. Sebagai warga negara yang baik, kita bisa mematuhi peraturan dan protokol kesehatan sehingga pandemi bisa segera teratasi. Semua kembali normal secepatnya. Ada amin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×