fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru September 16, 2020

Puluhan Gerai Makanan Langgar Protokol, Apa Konsekuensinya?

Bagikan

Pada Fase 2 Singapura seperti sekarang ini, beberapa tempat makan dan minum sudah bisa beroperasi. #SGB_Family juga bisa makan di tempat dengan peraturan khusus. Selama pandemi Covid-19 ini, peraturan khusus diberlakukan demi mencegah penyebaran virus. Ternyata, masih ada puluhan gerai makanan langgar protokol kesehatan. Ini yang dilakukan pemerintah Singapura untuk menertibkannya. Baca terus untuk berita lengkapnya, ya.

Chinatown Complex Food Centre. Instagram @ilovehawkercentres
Ilustrasi gerai makanan langgar protokol (Instagram @ilovehawkercentres)

Pernah dengar kan kalau Singapura adalah negara yang tertib. Bahkan #SGB_Family bisa kena denda $300 jika kedapatan nggak menggunakan masker saat berada di luar rumah. Meski begitu, masih ditemukan 23 restoran dan cafe di Singapura yang melanggar peraturan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19.


Dilansir dari stratstimes.com, temuan puluhan gerai makanan langgar protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi Covid-19 ini terjadi ketika lembaga pemerintah melakukan pemeriksaan selama akhir pekan lalu. Pelanggaran berupa duduk bersama dalam satu kelompok yang terdiri lebih dari lima orang, berbaur di antara beberapa meja bersama-sama, serta menyajikan dan mengonsumsi alkohol di atas pukul 22.30 waktu setempat. 

Sebanyak 14 gerai makanan dan minuman di area populer diperiksa selama akhir pekan. Polisi juga dilibatkan dalam pemeriksaan tersebut. Kini, lembaga terkait tengah meninjau pelanggaran yang dilakukan dan tengah mempertimbangkan tindakan hukum yang sesuai untuk para pelanggar peraturan tersebut. Hukuman yang dimaksud dapat berupa penutupan gerai sementara hingga denda. 

Sebagian besar masyarakat sudah patuh (unsplash)

Menteri Pendidikan Lawrence Wong yang juga terlibat dalam gugus tugas Covid-19. Di dalamnya juga terdiri dari berbagai kementerian yang menyebutkan bahwa lembaga terkait akan memperketat dan meningkatkan pemeriksaan terhadap gerai makanan dan minuman yang melanggar protokol kesehatan. 

Jangan salah, meski puluhan gerai makanan langgar protokol kesehatan, namun bisa terlihat bahwa kebanyakan orang sudah mematuhi kebijakan yang ditetapkan. Memang masih ada beberapa pelanggaran yang terjadi setiap harinya. Pelanggaran ini umumnya terjadi di tempat hiburan malam populer.

Lewat postingannya di sosial media Facebook, Menteri Lingkungan Hidup Grace Fu mengatakan bahwa Covid-19 masih merupakan ancaman berbahaya dan pelanggaran terhadap langkah pencegahan yang ditetapkan merupakan pelanggaran serius. 

Ilustrasi Cafe di Singapura (unsplash)

Meski kebijakan demi mencegah penyebaran virus sudah ditetapkan, berbagai pelanggaran masih tetap terjadi. Sebuah gerai makanan di Chinatown menerima pesanan 10 pelanggan dan menempatkan mereka di dua meja makan di sebuah ruang makan pribadi. Ketika ditanya apakah para tamu di kedua meja tersebut saling kenal, pegawai gerai makanan tersebut menjawab tidak. 

Pelanggaran lain terjadi di sebuah gerai makanan dan minuman di Orchard Road. Gerai tersebut menyajikan minuman beralkohol yang dihidangkan dalam sebuah teko metal di atas jam 11 malam pada 13 tamu. Penyelidikan menemukan bahwa teko tersebut berisi bir, dan botol bir yang dijual restoran tersebut disembunyikan di dalam pendingin paling bawah. 

Masih di Orchard Road, enam orang kedapatan minum-minum pada tengah malam. Para petugas yang memeriksa mendengar suara gaduh dari restoran yang terkunci. Setelah diminta membuka pintu, pihak berwajib tidak menemukan adanya tanda-tanda botol minuman keras. Namun setelah memeriksa rekaman CCTV, mereka ternyata menyembunyikan gelas dan botol minuman beralkohol tersebut sebelum membuka pintu. 

Akan didenda berat (unsplash)

Pada Rabu lalu, Menteri Pendidikan Lawrence Wong juga menyebutkan bahwa hukuman akan berlaku bagi para pelanggar peraturan ini. Jika sebelumnya pelanggar untuk pertama kali hanya akan diberi peringatan, kini mereka akan langsung diberi hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku. Pastinya akan ada denda jika mereka mengulang pelanggaran. Bahkan bisa jadi izin operasinya akan dicabut. Nggak mau hal itu terjadi, kan?

Seperti yang diketahui, banyak bisnis yang terdampak karena pandemi. Namun, hal ini hendaknya nggak menjadi alasan bagi kita untuk melanggar. Wajib nih kita bekerja sama dengan pemerintah agar pandemi lebih cepat teratasi dan semua kembali normal. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Populer

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×