fbpx

Kabarnya Jakarta Gandeng Preman Perkara PSBB, Untuk Apa Ya?

  • September 15, 2020
  • Dibaca 15 kali

Peningkatan tajam kasus Corona di Jakarta mendorong pemerintah mengambil tindakan guna mencegah penyebaran yang semakin meluas. Jakarta ulang PSBB. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir negara yang dilakukan untuk membatasi angka peningkatan kasus Covid-19 yang terus meningkat tajam. Kabarnya, ada rencana Jakarta gandeng preman untuk memuluskan langkah ini. Seperti apa keterangan lengkapnya?

Masjid Istiqlal Jakarta (IG:Galih Pradipta)

Upaya ini berbeda dari PSBB yang dilakukan pada April lalu. Sebelumnya, lockdown tersebut hanya mengizinkan 11 perusahaan sektor esensial untuk beroperasi. Beberapa diantaranya adalah sektor makanan, kesehatan, energi dan keuangan. Namun kali ini, beberapa perusahaan sektor non-esensial masih dapat beroperasi asalkan hanya 25 persen pegawai yang masuk kantor sedangkan sisanya bekerja dari rumah.

Selain mengizinkan beberapa perkantoran non-esensial tetap buka, pembatasan kali ini juga masih mengizinkan tempat ibadah di kawasan berisiko rendah untuk tetap buka. Meski demikian, kapasitas pengunjung yang diizinkan hanyalah 50 persen saja.

Mall dan pasar juga masih tetap dapat beroperasi selama PSBB. Hanya saja, setiap pengunjung maupun pekerja harus mematuhi protokol kesehatan. Meski demikian, makan di restoran masih tetap dilarang dan semua tempat hiburan tutup total.

Jakarta (IG:@nightwolf69 )

Langkah Jakarta PSBB lagi ini ditentang oleh komunitas pengusaha dengan alasan hal ini dapat mengganggu ekonomi dan penghidupan masyarakat. Meski demikian, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa pemerintah Jakarta melihat pentingnya memberlakukan pembatasan sosial untuk mengurangi angka kasus dan kematian yang meningkat tajam selama bulan ini.

Dari tanggal 1 hingga 11 September setidaknya sudah terdapat 3.864 kasus baru. Angka ini mencapai 25 persen dari total kasus yang terkonfirmasi selama enam bulan terakhir. Angka kematian dalam periode yang sama bahkan sudah mencapai 14 persen dari keseluruhan angka kematian di Jakarta sejauh ini. Tingginya angka kasus ini sudah membuat rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta mulai kewalahan.

Denda Tanpa Masker

Pada PSBB kali ini, #SGB_Family wajib hati-hati. Denda akan diberlakukan bagi para pelanggar protokol kesehatan. Mereka yang kedapatan tidak memakai masker akan didenda sebesar Rp250 ribu, dan berlaku kelipatannya jika kesalahan tersebut diulangi lagi. 

Denda lebih besar bagi pelaku usaha yang melanggar. Perusahaan yang ketahuan melanggar peraturan akan dipaksa tutup selama tiga hari untuk pelanggaran pertama. Pada pelanggaran kedua, perusahaan akan didenda sebesar Rp50 juta dan berlaku kelipatannya untuk pelanggaran berikutnya.

Jakarta (IG:@di_widi .)

Tidak bisa dipungkiri, masih banyaknya masyarakat yang bandel dan tidak mengindahkan protokol kesehatan. Karenanya, selain melibatkan pimpinan masyarakat, ada rencana polisi Jakarta gandeng preman lokal untuk membantu meningkatkan kesadaran tentang protokol kesehatan di masa pandemi ini. Namun rencana ini mendapatkan kritikan dari berbagai pihak.

Dilansir dari straitstimes.com, Wakapolri Gatot Eddy Pramono menyebutkan bahwa langkah Jakarta gandeng preman ini merupakan dampak dari terbatasnya jumlah personil polisi dan TNI. Bantuan para pemimpin masyarakat serta preman ini diperlukan sebagai upaya untuk mendisiplinkan masyarakat di tengah pandemi, terutama mengenai peraturan memakai masker dan jaga jarak fisik.

Ia juga menyebutkan bahwa polisi tidak akan merekrut preman, namun hanya akan melibatkan mereka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka juga tidak akan bertindak dengan menegakkan peraturan lokal. Pihak polisi dan TNI juga akan mengawasi mereka agar tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia dalam tugasnya nanti.

Selain menggandeng preman, rencananya polisi juga akan melibatkan kelompok komunitas masyarakat lainnya seperti kelompok ojek dan komunitas berbasis hobi seperti komunitas sepeda motor.

Wakapolri Gatot juga mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan siapa saja yang sudah ada di antara komunitas yang ada. Harapannya, ketika dilakukan bersama-sama maka penyebaran virus corona bisa dapat segera dihentikan. Wah, cara ini akan berhasil atau tidak, ya? Bagaimana menurut #SGB_Family?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×