fbpx

5 Tips Betah Kerja di Singapura, Siapkan Mental!

  • September 13, 2020
  • Dibaca 27 kali
Ilustrasi orang sedang bekerja di kantor. Photo by Shridhar Gupta on Unsplash

Persiapan bekerja di Singapura bukan hanya terkait tempat tinggal dan perkiraan biaya, melainkan juga budaya kerjanya. Memiliki latar belakang budaya berbeda, nggak dipungkiri #SGB_Family harus melakukan sejumlah penyesuaian. Kak Dian, pekerja asing dari Indonesia yang kini sudah PR, udah kerja di Singapura selama sekitar 13 tahun. Ia membagikan tips supaya betah kerja di Singapura via kanal Youtube SGB – Singapore Guide Book. Simak ya!

Ilustrasi orang sedang diskusi di kantor. Photo by Mimi Thian on Unsplash
Ilustrasi orang sedang diskusi di kantor. Photo by Mimi Thian on Unsplash

Tips paling dasar untuk betah kerja di Singapura adalah kuat mental. Mengingat budaya kerja orang Indonesia dengan orang Singapura begitu berbeda. Walaupun nggak bisa diseragamkan tapi lebih kurang budaya kerja orang Indonesia cenderung lebih santai, sedangkan orang Singapura lebih disiplin dan serba cepat. Belum lagi, menurut guidemesingapore.com, cara kerja orang di Singapura tergantung pula pada budaya etnis.

Misalnya budaya kerja China yang mengedepankan senioritas. Kalau memperkenalkan tim, mulai dari yang paling senior. Selain itu, tanya kepada teman kerja ingin dipanggil dengan nama yang mana, biasanya lebih sopan panggil nama belakang. Tak lupa dimulai dengan jabatan mereka dulu. #SGB_Family juga sebaiknya menyampaikan ingin dipanggil dengan nama apa.

Sementara apabila bekerja dengan orang Melayu yang kebanyakan Muslim, nggak melakukan kontak fisik dengan lawan jenis misalnya bersalaman atau pelukan. Selain itu, biasanya mereka akan memberikan tempat dan waktu untuk melakukan salat wajib.

Ilustrasi dua orang tengah bekerja di sebuah coffee shop. Photo by Helena Lopes on Unsplash
Ilustrasi dua orang tengah bekerja di sebuah coffee shop. Photo by Helena Lopes on Unsplash

Tips kerja yang paling basic selanjutnya adalah bersikap jujur. Bukan hanya mengedepankan ketepatan dan kecepatan, kerja juga sebaiknya dibarengi dengan sikap jujur. Dari sini, orang lain dapat mulai percaya dengan #SGB_Family. Orang Singapura akan melihat potensi kita salah satunya dari dari bersikap jujur. Kalau bersikap jujur maka akan muncul rasa percaya diri yang tentunya bakal memengaruhi kinerja. 

Ilustrasi orang sedang mengakses informasi secara online. Photo by John Schnobrich on Unsplash
Ilustrasi orang sedang mengakses informasi secara online. Photo by John Schnobrich on Unsplash

Grup Facebook Indo Sing berisi orang-orang Indonesia di Singapura yang berprofesi sebagai pelajar, profesional, pekerja, bahkan wisatawan. Terdapat beragam informasi di grup ini, termasuk lowongan kerja. Selain itu, #SGB_Family juga dapat bertukar informasi update seputar Singapura.

Terkait lowongan kerja di Singapura, #SGB_Family juga dapat melihat situs lain seperti glints.com, jobstreet.com.sg, dan sg.indeed.com. Bakal terlihat posisi, deskripsi pekerjaan, lokasi, sampai gaji. Bisa juga sekalian daftar pada akun dan mengunggah CV dan atau resume untuk memudahkan mendaftar pekerjaan.

Tips Betah Kerja di Singapura
Ilustrasi pekerja sedang bekerja. Photo by Campaign Creators on Unsplash

Orang Singapura terkenal disiplin akan waktu, mulai dari jadwal keberangkatan MRT sampai tentunya jam masuk kerja. Jangan sampai terlambat masuk kerja, karena gaji bisa dipotong, seperti dikutip dari mom.gov.sg. Tapi terdapat aturan tertentu terkait denda terlambat ini. Salah satunya, jumlah potongan nggak boleh melebihi periode ketidakhadiran. Misalnya terlambat selama 30 menit, maka hanya gaji setara 30 menit yang bisa dipotong.

Sebelum memotong gaji, perusahaan harus mencari tahu alasan di balik keterlambatan karyawan dan nggak boleh menghukum apabila terdapat alasan yang sah. Sementara itu, karyawan pun seharusnya bertanggung jawab datang tepat waktu dan memberi tahu terlebih dahulu jika nggak bisa masuk pada jam tersebut.

Waktu kerja di Singapura untuk kantoran rata-rata 5 hari per minggu dengan 40-45 jam per minggu. Namun tergantung juga pada beban kerja yang memungkinkan #SGB_Family untuk kerja lebih keras. Setiap hari, biasanya ada istirahat siang (lunck break) 30-60 menit. Usai jam istirahat harus langsung kembali bekerja, nggak boleh menunda. Kerja lembur di Singapura cukup jarang ada bagi profesional dan pekerjaan manajerial.

Langkah awal supaya nggak telat datang kerja, perhatikan jadwal keberangkatan MRT menuju kantor yang dapat dilihat di situs resmi SMRT dan SBS Transit, dua operator MRT di Singapura. Dilansir dari lta.gov.sg, MRT mulai beroperasi pukul 5.30am sampai tengah malam setiap hari. Jarak kedatangan kereta 2-3 menit pada jam sibuk (7am-9am), sedangkan saat jam biasa 5-7 menit.

Tips Betah Kerja di Singapura
Ilustrasi orang sedang bekerja di kantor. Photo by Shridhar Gupta on Unsplash

Fast-paced alias serba cepat menjadi budaya di Singapura. Mulai dari pesan makanan di hawker centre dengan budaya chope, makan, dan menyelesaikan pekerjaan. #SGB_Family mungkin akan melakukan lebih dari satu pekerjaan sekaligus dengan waktu terbatas. Media, food and beverage, hukum, dan kedokteran adalah setidaknya 4 bidang yang menuntut kecepatan dan multitasking.

Situs pencari kerja indeed.com memberikan sejumlah tips untuk mengikuti budaya gerak cepat di lingkungan kerja. Pahami peran kerja, kenali teman kerja, perhatikan detail, punya kemampuan komunikasi yang baik, punya ambisi, istirahat saat diperlukan, temukan cara untuk multitask, dan bikin goal.

#SGB_Family dapat mempraktikkan 5 tips supaya betah kerja di Singapura. Dua tips basic dari Kak Dian adalah kuat mental dan bersikap jujur yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri. Tak lupa rajin mencari informasi pekerjaan dan menyesuaikan budaya kerja orang Singapura. #SGB_Family punya pengalaman seru kerja di sini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×