fbpx

Sudah Kembali Sekolah, Cek Gejala Covid-19 pada Anak dan Penanganannya!

  • September 11, 2020
  • Dibaca 17 kali

Beberapa negara sudah mulai membuka sekolah. Anak-anak harus kembali belajar di kelas dengan modal masker dan mungkin face shield untuk perlindungan diri. Namun, apa yang bisa dilakukan para orang tua agar tetap tenang? Apa yang terjadi jika anak sakit di sekolah? Yuk baca untuk cek gejala Covid-19 pada anak dan apa yang harus dilakukan. Baca terus untuk keterangan lebih lengkap, ya.

Anak kembali sekolah (unsplash)

Dilansir dari edition.cnn.com, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan manual Covid-19 khusus dibuat oleh Orange County Public School untuk memberikan panduan tentang anak-anak yang kembali bersekolah.

Distrik sekolah meminta pengasuh menjaga anak-anak di rumah, khususnya jika gejala Covid-19 pada anak terlihat. Di antaranya adalah demam, batuk, sesak napas, dan lainnya. “Mereka harus tinggal di rumah selama 10 hari … atau mereka harus mendapatkan tes Covid negatif untuk kembali,” seperti yang dijelaskan oleh Fingulin, perawat sekolah di Sekolah Menengah Glenridge, Orlando.

Merawat anak-anak yang mengalami gejala Covid-19 di rumah, membantu memastikan mereka sehat merupakan salah satu hal paling berdampak yang dapat dilakukan agar tahun ajaran berjalan lancar. Fingulin menambahkan, “Jika siswa itu benar-benar sakit, dan mereka sakit Covid, seluruh kelas itu berpotensi dikarantina.”

Suasana di sekolah (unsplash)

Bagaimana jika gejala Covid-19 pada anak sudah terlihat saat di sekolah? Fingulin menyampaikan, jika muncul gejala di sekolah, siswa akan dikirim ke kantor Fingulin. Di sana telah disiapkan tempat tidur isolasi khusus. Tempat tersebut juga sudah dipisahkan dari ruang guru, tempat staff merawat murid yang cidera dan tidak terkait dengan Covid-19.

Jika gejala Covid-19 pada anak sudah terlihat saat sedang di sekolah, orang tua harus datang menjemput. Anak-anak tidak diizinkan untuk pulang dengan bus sekolah. “Tapi kami tidak ingin mengirim orang yang berpotensi menularkan kembali ke kelas.”
Alergi, dingin atau Covid-19?” jelas Fingulin.

Tetap menggunakan masker

Yang menjadi masalah, gejala Covid-19 kini bisa sangat bervariasi. Semkain sulit membedakan virus dari penyakit lain yang beredar di musim gugur. Tabel di situs CDC menunjukkan tumpang tindih yang signifikan antara gejala Covid-19 dengan pilek, influenza, asma, alergi musiman, dan radang tenggorokan.

“Saat ini, setiap orang melakukan kesalahan karena harus berhati-hati,” kata Dr. Allison Tothy, seorang spesialis dalam pengobatan darurat pediatrik di University of Chicago. “Rekomendasinya adalah jika anak Anda memiliki gejala baru seperti pilek – termasuk pilek dan batuk – mereka perlu menindaklanjuti dengan dokter anak mereka.”

Mungkin saja dokter anak akan merekomendasikan tes Covid-19. “Kami memesan tes untuk anak-anak yang mengalami salah satu atau semua gejala yang menyertai Covid,” kata Tothy. “Keputusan benar-benar harus dibuat dalam kemitraan dengan dokter anak Anda.”

Setelah beberapa hari, maka akan terlihat, apakah ini alergi atau Covid-19? Perkembangan akan sangat cepat terlihat dan kita akan tahu apa yang sedang terjadi.

Protokol keamanan wisata Singapura
Ilustrasi orang cuci tangan. Photo by Jason Jarrach on Unsplash

Untuk merawat atau mengasuh anak-anak dengan Gejala Covid-19, maka akan dibutuhkan rencana. Penting untuk meminimalkan risiko mereka menulari orang dewasa dan anak-anak lain di rumah.

“Sampai Anda tahu apa yang terjadi dengan anak Anda, Anda harus mencoba untuk menghindari kontak dekat jika Anda bisa,” kata Tothy. “Mungkin di rumah Anda jika Anda perlu berhubungan dekat, Anda semua memakai masker sampai Anda menentukan apa yang salah.”

Yang nggak kalah penting untuk dilakukan adalah mengelola penyebaran kuman, mencuci tangan dengan hati-hati dan membersihkan rumah secara teratur menggunakan tisu basah, semprotan atau pemutih disinfektan.

Mungkin tidak semua orang bisa menyediakan kamar mandi terpisah untuk anggota keluarga yang sakit, namun jika bisa akan sangat membantu.

Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash
Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash

Tothy menekankan, penting untuk menghubungi dokter anak jika mereka terus sakit. Bahkan jika tidak menunjukkan gejala Covid-19 pada anak. Namun jika mereka demam hingga lebih dari 72 jam pada anak usia 2 atau lebih, atau berlanjut hingga lima haru, banyak dokter yang akan mempertimbangkan evaluasi yang lebih menyeluruh.

Hal penting lainnya yang perlu diamati: dehidrasi. Perhatikan baik-baik jika anak tidak dapat menahan cairan, mengalami diare parah atau semakin lelah dan lemah. Termasuk penurunan buang air kecil juga merupakan tanda dehidrasi lainnya.

Masker adalah wajib (unsplash)

Hendaknya tetap menjalani langkah-langkah pencegahan dasar. Sepert membuat anak-anak langsung mencuci tangan sepulang dari sekolah. Termasuk menjaga jarak dan tetap mengenakan masker.

Dokter melihat flu dan penyakit jauh lebih sedikit daripada biasanya pada anak-anak yang patuh pada langkah-langkah keamanan. Mengenakan masker juga terbukti mampu mengurangi penyebaran influenza yang mungkin berkontribusi pada musim flu.

Untuk alasan itu, Tothy mencatat, sangat penting untuk mendapatkan vaksin flu tahun ini. “Pastikan vaksinasi anak-anak Anda mutakhir, dan semua anggota keluarga juga mendapat vaksinasi flu,” katanya. “Saat ini, kita harus ekstra hati-hati.”

Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dan bagaimana penanganan jika gejala Covid-19 pada anak mulai terlihat. Jangan panik dan ikuti langkah-langkahnya. Pastikan juga untuk meminimalisir penularan ya. Stay safe, all.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×