fbpx

Malaysia Tutup Pintu untuk Indonesia dan Negara Lain, Mana Saja?

  • September 7, 2020
  • Dibaca 33 kali

Situasi dunia yang masih terdampak pandemi Covid-19 belum terlihat akan berakhir dalam waktu dekat. Beberapa negara memutuskan untuk menutup perbatasan hingga tahun 2021 mendatang, seperti Thailand. Kabar terbaru, Malaysia tutup pintu untuk Indonesia dan beberapa negara lainnya. Mana saja dan apa alasannnya? Baca terus keterangan di bawah ini, ya.

Malaysia (unsplash)

Warga Negara Indonesia (WNI) harus mengurungkan niat jika ingin berkunjung ke Malaysia untuk sementara waktu ini. Pasalnya, pemerintah Malaysia beberapa waktu lalu mengumumkan larangan untuk masuk ke Malaysia bagi warga negara Indonesia, India dan Filipina pemegang visa jangka panjang. Peraturan ini akan mulai berlaku pada Senin, 7 September 2020 mendatang.

Dilansir dari channelnewsasia.com, pembatasan ini diberlakukan setelah adanya peningkatan kasus di beberapa negara termasuk ketiga negara tersebut. Hal ini dilakukan demi membatasi dan mencegah semakin tingginya angka penyebaran kasus di Malaysia terutama kasus impor Covid-19.


Pembatasan masuk bagi pemegang visa jangka panjang ini termasuk Penduduk Tetap (PR), visa Program Malaysia My Second Home (MM2H), ekspatriat semua kategori, Professional Visit Pass (PLIK), pas residen, Spouse Visa serta visa pelajar. Sedangkan semua wisatawan juga dilarang masuk ke Malaysia sejak Maret lalu.

Tutup hingga 2021 (unsplash)

Kekhawatiran akan kemunculan kembali gelombang virus corona berikutnya membuat Malaysia juga memutuskan menutup perbatasan untuk wisatawan internasional. Serupa dengan Thailand tutup untuk turis, pun Malaysia tutup pintu untuk Indonesia, Filipina, dan India dan akan berlaku sampai kuartal kedua tahun 2021.

Pada 17 Agustus lalu, Malaysia membuka perbatasan untuk pengunjung dari Singapura yang berkepentingan khusus. Selain itu, saat ini menteri pariwisata, seni dan budaya juga sedang membuat daftar “hijau” berisi data beberapa negara yang dianggap aman dari virus yang nantinya akan diizinkan untuk masuk ke Malaysia. 

Sebelumnya Malaysia sudah memiliki daftar beberapa negara yang diizinkan untuk masuk. Namun kemudian terjadi gelombang kedua dan ketiga virus corona di beberapa negara tersebut, sehingga terpaksa dilakukan peninjauan ulang.

Kasus covid-19 terus meningkat (unsplash)

Hari Sabtu lalu, diketahui bahwa 15 dari 17 kasus baru di Malaysia merupakan kasus impor. Dari 15 kasus tersebut, 12 diantaranya adalah warga Malaysia dan warga negara asing yang tiba dari India. 

Hingga berita ini ditulis, Malaysia memiliki lebih dari 9.300 kasus dan 128 pasien meninggal. India tercatat memiliki 78.512 kasus pada hari Senin, angka tertinggi penularan di dunia dalam sehari. Sedangkan Filipina tercatat pada Senin lalu mencapai 3.446 kasus dalam sehari dan Indonesia tercatat memiliki 2.743 kasus baru pada 1 September lalu dengan pasien meninggal hingga 7.417 jiwa.

Filipina berada diikuti Indonesia, merupakan dua negara dengan angka kasus Covid-19 terbesar di Asia Tenggara. Sedangkan total kasus infeksi di India sudah hampir mencapai 4 juta kasus. Angka kasus yang begitu tinggi ini mendorong Malaysia untuk membatasi kedatangan warga negara dari ketiga negara tersebut.

Hingga kini, pemerintah Malaysia terus melakukan pemantauan terhadap situasi terbaru. Apabila nantinya diketahui terdapat peningkatan kasus penyebaran virus di negara-negara lainnya, maka bukan tidak mungkin Malaysia akan semakin memperketat pembatasan bagi warga negara lainnya juga. 

Rugi jutaan dollar (Photo by Viacheslav Bublyk on Unsplash)

Langkah Malaysia tutup pintu untuk Indonesia dan beberapa negara lainnya ini menyenggol pihak lain. Dilansir dari straitstimes.com, disebutkan bahwa kamar dagang internasional telah mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali larangan masuk menyeluruh.

Eurocham berharap pemerintah Malaysia dapat mempertimbangkan kembali kebijakan terbaru karena dapat memengaruhi operasi bisnis. Pihaknya menambahkan bahwa langkah ini dapat merusak upaya pemerintah untuk memajukan pemulihan ekonomi, serta berdampak buruk pada proyek perdagangan dan investasi masa depan.

Disebutkan juga bahwa langkah ini akan mengakibatkan kerugian langsung jutaan dollar, baik di tingkat bisnis maupun perdagangan. Selain itu, tanpa rincian tentang berapa lama larangan ini akan diberlakukan.

Ada sekitar 9000 penduduk Inggris di Malaysa dan keputusan ini akan memengaruhi sejumlah kecil yang berada di luar Malaysia dan ingin kembali. Ketika jumlah kasus Covid-19 aktif menurun, kami berharap pemerintah Malaysia mencabut larangan bepergian untuk kelompok-kelompok ini.

Kebijakan baru akan dimulai besok Senin, 7 September 2020. Selain Malaysia tutup pintu untuk Indonesia, India dan Filipina, keputusan juga dan akan memengaruhi warga negara seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Brazil dan Prancis. Semoga keadaan lekas membaik dan semua kembali normal, ya. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×