fbpx

Aturan Makan di Restoran Buffet Singapura saat Pandemi, Jadi Seperti Apa?

  • September 7, 2020
  • Dibaca 2 kali
Menu di restoran buffet Singapura. Instagram @chopesg

Aturan makan di restoran buffet Singapura tidak lagi sama setelah pandemi Covid-19. Sejumlah penyesuaian dilakukan oleh tempat makan dengan konsep tersebut agar dapat beroperasi tapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari perubahan konsep sampai sistem pemesanan, berikut tata cara baru untuk makan di restoran buffet.

Menu pembuka dan penutup disajikan di area terbuka dengan pembatas akrilik. Instagram @ i_am_about_indulgence
Menu pembuka dan penutup disajikan di area terbuka dengan pembatas akrilik. Instagram @ i_am_about_indulgence

Restoran buffet atau prasmanan menata menu mereka, disajikan dengan rapi di area terbuka. Pengunjung dapat memilih dan mengambil sendiri menu yang mereka inginkan. Namun, aturan makan di restoran buffet Singapura berubah dengan adanya pandemi. Beberapa tempat makan mengubah konsep menjadi ala carte buffet. Pengunjung tetap bisa memilih menu yang mereka inginkan tapi tidak bisa ambil sendiri. Terkait harga, sistemnya sama dengan buffet.


Menurut straitstimes.com, ada juga restoran dengan konsep semi-buffet, menata rapi makanan pembuka dan penutup lalu disajikan di area publik. Tapi tempat tersebut diberi pembatas akrilik. Sementara itu, makanan utama tetap harus pesan dari menu dan tidak ambil sendiri.

Konsep lainnya bertajuk plated buffet. Pelanggan dapat memilih makanan favorit dari beragam hidangan pembuka, tapi nantinya akan ada chef khusus yang menyiapkan dan menyajikan sajian.

Lihat dan pesan menu dengan scan kode QR. Instagram @mightyfoodie
Lihat dan pesan menu dengan scan kode QR. Instagram @mightyfoodie

Memudahkan pelanggan, beberapa restoran buffet di hotel memanfaatkan kode QR untuk menu yang tersedia. Pelanggan dapat memilih makanan melalui handphone sebelum menyampaikan kepada staf. Inovasi sistem pemesanan dilakukan restoran di sebuah hotel yaitu chef mendatangi pengunjung sembari membawa troli berisi makanan. Pelanggan dapat menunjuk makanan yang diinginkan, chef akan menghidangkannya.

Selain itu, chef restoran buffet yang biasanya meracik makanan di konter terbuka juga ada. Tapi pengunjung tetap harus duduk di meja masing-masing dan memesan hidangan melalui aplikasi atau menu digital.

Ilustrasi chef sedang meracik pesanan pelanggan. Instagram @chefraheel
Ilustrasi chef sedang meracik pesanan pelanggan. Instagram @chefraheel

Konsep ala carte buffet, pelanggan tidak perlu datang langsung ke konter buffet melainkan diantar oleh chef atau staf setelah pesan makanan. Bertujuan untuk mengurangi kontak antar pengunjung dan menghindari kerumunan orang di konter buffet, seperti disadur dari sg.asiatatler.com.

Restoran hotpot yang biasanya menyajikan beragam saus yang bebas dipilih dan dicampur pengunjung, kini juga berubah. Pelanggan tetap bisa meminta campuran saus favorit yang kemudian diracik dan diantar oleh chef ke meja.

Ada pula restoran yang mengharuskan pelanggan ditemani staf ketika memilih menu di konter buffet, lalu makanan dimasak dan diantar. Tidak berbarengan, melainkan satu persatu pelanggan yang diantar ke konter buffet. Tentunya demi mengurangi kontak fisik.

Terkait staf yang mengantar pelanggan ke konter buffet, tak memengaruhi jumlah SDM maupun biaya mereka. Menurut perwakilan JW Marriot, biaya tenaga kerja tetap sama karena dua faktor yaitu adanya perombakan pekerjaan dan berkurangnya kapasitas pengunjung. Pernyataan tersebut diamini perwakilan Four Seasons. Tak perlu menambah SDM tapi memang harus ada reorganisasi tim.

Namun, berbeda dengan Seoul Garden yang harus menambah biaya staf sampai 20 persen karena membutuhkan tenaga ekstra untuk menerima pesanan dan melayani pengunjung di meja.

Ilustrasi seseorang makan menggunakan peralatan makan sekali pakai. Photo by Anna Auza on Unsplash
Ilustrasi seseorang makan menggunakan peralatan makan sekali pakai. Photo by Anna Auza on Unsplash

Memenuhi kenyamanan pelanggan, restoran di Singapura termasuk buffet menyediakan peralatan makan sekali pakai. Penggunaan peralatan sekali pakai ini meminimalkan kontak antar pengunjung. Sementara untuk restoran hotel, menawarkan menu diantar ke kamar mereka.

Menu di restoran buffet Singapura. Instagram @chopesg
Menu di restoran buffet Singapura. Instagram @chopesg

Beberapa restoran buffet di Singapura yang sudah buka dan menerapkan protokol kesehatan adalah Seoul Garden, The Beauty In The Pot, dan Hai Di Lao. Kemudian ada juga restoran buffet di hotel yaitu At The Line Shangri-La Hotel Singapore, One-Ninety Restaurant Four Seasons Singapore, Beach Road Kitchen JW Marriott, dan Orchard Cafe Orchard Hotel. Juga Mandarin Orchard, Grand Hyatt, The Ritz-Carlton, dan Millenia Singapore.

Konsep ala carte buffet dianggap lebih nyaman karena pelanggan dapat memilih makanan favorit dengan satu harga tanpa harus beranjak dari meja. Hidangan yang diracik chef pun cenderung lebih fresh karena tak terlalu lama ditampilkan di area publik. Konsep makan di restoran buffet kini dapat dikatakan tak ada self-service. Gimana menurut #SGB_Family tentang aturan makan di restoran buffet Singapura ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×