fbpx

7 Tips Bikin CV buat Kerja di Luar Negeri, Seperti Apa?

  • September 3, 2020
  • Dibaca 5 kali
Ilustrasi simple resume. Photo by Lukas on Pexels

Melamar kerja butuh menunjukkan latar belakang mulai dari pendidikan sampai pengalaman kerja. Nggak terkecuali kalau mau kerja di perusahaan luar negeri. Namun, ada sedikit perbedaan tentang tips bikin CV untuk kerja di luar negeri. Yuk, simak tips berikut sebelum melamar kerja.

Ilustrasi resume. Photo by Markus Winkler on Unsplash
Ilustrasi resume. Photo by Markus Winkler on Unsplash

Terkadang istilah CV dan resume tertukar atau dianggap sama, tapi sebenarnya keduanya sangat berbeda. Isi CV lebih lengkap, menyertakan semua latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan prestasi. Biasanya bisa lebih dari 3 halaman. 


Sementara resume isinya lebih padat dan disesuaikan dengan lowongan kerja yang dituju. Jumlah halamannya pun maksimal 2 lembar. Misalnya #SGB_Family melamar sebagai penulis di perusahaan internasional atau di luar negeri, maka hanya perlu menyertakan latar belakang pendidikan terakhir biasanya kuliah dan pengalaman kerja & prestasi dalam bidang kepenulisan.

Maka, cek dulu ketentuan perusahaan meminta mengirim CV atau resume. Jangan sampai salah kirim, ya.

Ilustrasi buku Bahasa Inggris. Photo by Ivan Shilov on Unsplash
Ilustrasi buku Bahasa Inggris. Photo by Ivan Shilov on Unsplash

Udah bukan rahasia lagi kalau mau bekerja di negara yang Bahasa Inggris adalah bahasa nasional atau bahasa kedua, maka #SGB_Family harus kirim CV atau resume berbahasa Inggris. #SGB_Family bisa menggunakan bantuan aplikasi penerjemah online

Tapi perlu diperhatikan bahwa bahasa dalam CV atau resume terkadang berbeda dengan bahasa sehari-hari. Cari contoh dulu CV atau resume dalam Bahasa Inggris yang sesuai bidang kerja #SGB_Family. Kalau kurang yakin, bisa memakai jasa lembaga penerjemah formal. Tentu harus mengeluarkan biaya, biasanya mulai dari Rp50.000-an per lembar.

Tips Bikin CV Kerja di Luar Negeri
Ilustrasi beragam sertifikat prestasi. Photo by Luis Alberto Cardenas Otaya on Pexels

Sertifikasi didapatkan setelah #SGB_Family menjalankan tes kemampuan Bahasa Inggris. Terdapat setidaknya 4 tipe tes Bahasa Inggris yang familier di Indonesia yaitu TOEFL, IELTS, Cambridge Advanced, dan Cambridge Proficiency. Kalau nggak yakin tes mana yang mau diambil, cek ketentuan perusahaan atau tanyakan dulu kepada HRD perusahaan apabila syarat tersebut perlu atau nggak.

Masih nyambung dengan kemampuan Bahasa Inggris, #SGB_Family sebaiknya mempersiapkan diri untuk sesi interview dengan perusahaan. Latihan dulu mulai dari cara memperkenalkan diri sampai menyampaikan objektif kerja.

Ilustrasi dokumen perjalanan. Photo by Francesca Tirico on Unsplash
Ilustrasi dokumen perjalanan. Photo by Francesca Tirico on Unsplash

Sebagai pekerja asing, #SGB_Family harus punya izin kerja alias visa kerja. Nggak ada salahnya mencantumkan status atau keadaan izin kerja di dalam CV atau resume, seperti dikutip dari ef.com. Selain itu, #SGB_Family dapat mencantumkan alamat calon tempat tinggal kalau diterima di perusahaan tersebut. Dapat diletakkan di bawah alamat terkini.

Tips Bikin CV Kerja di Luar Negeri
Ilustrasi simple resume. Photo by Lukas on Pexels

Sebelum membuat CV atau resume, sebaiknya riset dulu template yang biasa dipakai di negara tujuan. Misalnya di Jerman, biasanya pelamar harus membubuhkan tanda tangan dan tanggal di bagian bawah CV. Sementara di Jepang, ada yang namanya rirekisho alias resume ala Jepang dengan aturan baku yang kadang harus ditulis manual. Ada pula shokumu keirekisho yang menunjukkan pengalaman kerja.

CV di negara-negara Eropa biasanya mencantumkan tanggal lahir, status pernikahan, dan jumlah anak. Berkebalikan dengan Amerika Serikat yang sebaiknya nggak mencantumkan ketiga hal tersebut. Nah, terkadang CV khas beberapa negara berbeda satu sama lain apakah harus mencantumkan foto, objektif karir, referensi, GPA, dan jumlah dokumen pendukung yang harus menyertai CV. Maka riset dulu dengan tepat, ya.

Ilustrasi orang sedang menggunakan handphone. Photo by Markus Winkler on Unsplash
Ilustrasi orang sedang menggunakan handphone. Photo by Markus Winkler on Unsplash

Saat ini memang aplikasi untuk komunikasi jarak jauh beragam, mulai dari Skype sampai Zoom. Tapi apabila #SGB_Family mencantumkan nomor telepon di CV/ resume, sebaiknya tulis juga kode negara di depan nomor telepon. Nggak menutup kemungkinan, perusahaan menghubungi via telepon. Selain itu, tulis juga perbedaan zona waktu di bawah nomor telepon.

Tips Bikin CV Kerja di Luar Negeri
Ilustrasi profil LinkedIn. Photo by Inlytics Linkedin Analytics Tool on Unsplash

Walaupun dalam CV atau resume udah tercantum informasi diri dengan lengkap dan atau sesuai pekerjaan yang dilamar, sebaiknya tetap cantumkan alamat LinkedIn. Tentu aja, #SGB_Family isi dan update LinkedIn dengan teratur. Dari LinkedIn, perusahaan dapat melihat informasi pencapaian yang jauh lebih detail.

Selain itu, jangan lupa tulis media sosial aktif dan jangan di-private. Dewasa ini, nggak sedikit perusahaan yang mengecek rekam jejak digital pelamar.

CV atau resume udah, isi juga udah berbahasa Inggris, selanjutnya bikin juga cover letter alias surat lamaran. Surat ini dibuat terpisah dari CV atau resume, biasanya cukup 1 halaman. Menurut helpgoabroad.com, surat lamaran berisi tawaran pemecah masalah atau ide inovatif untuk memecahkan problem dan tantangan yang ada dalam perusahaan.

Setelah membaca tips bikin CV buat kerja di luar negeri, saatnya untuk langsung praktik. Ada yang punya pengalaman terkait komentar HRD terhadap CV atau resume #SGB_Family?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×