fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru August 31, 2020

Update:Thailand Tutup untuk Turis Hingga 2021, Ada Negara Lainnya!

Bagikan

Beberapa waktu lalu, nggak sedikit negara yang merencanakan untuk membuka perbatasan dan mengizinkan turis asing masuk. Namun, dengan perkembangan yang ada, diambil keputusan Thailand tutup untuk turis hingga 2021. Keputusan yg sama juga dilakukan oleh negara lain. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan kondisi pandemi di masing-masing negara. Cek negara-negara mana saja yang belum bisa dikunjungi hingga 2021. Sudah siap?

Di sepanjang tahun ini saja, ada beberapa negara yang kembali membatasi wisatawan setelah sebelumnya membuka perbatasan, diantaranya adalah Bahama dan Hungaria terutama setelah diketahui meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Selain itu, beberapa destinasi wisata lainnya sejauh ini juga menunjukkan akan menutup perbatasan hingga tahun 2021 mendatang. Berikut ini beberapa diantaranya.

Thailand tutup untuk turis (IG:@faiqfajarnashrullah)

Dilansir dari travellercom.au, Thailand tutup untuk turis hingga 2021. Negara Gajah Putih ini menyebutkan niat untuk menunda membuka kembali perbatasan. Otoritas pariwisata Thailand menyebutkan dalam webinar di awal bulan ini bahwa pihaknya tidak melihat tanda-tanda bahwa pemerintah akan membuka perbatasan tahun ini.

Meski Thailand tutup untuk turis, namun negara ini memiliki program percontohan di bulan Oktober yang akan mengizinkan beberapa wisatawan internasional untuk berkunjung ke Phuket. Meski demikian hanya wisatawan yang setuju untuk dikarantina selama dua minggu di resor yang sudah disediakan yang diizinkan untuk datang ke Phuket.

Bali (IG:@ms.coco.nut)

Sebelumnya, Pulau Bali di Indonesia mengumumkan akan membuka kembali destinasi wisata tersebut pada 11 September 2020 mendatang. Namun, baru-baru ini Pulau Dewata tersebut mengumumkan bahwa tidak akan menerima wisatawan internasional hingga 2021 mendatang. 

Meski demikian, Pulau Bali tetap akan mengizinkan wisatawan domestik dengan harapan agar tetap dapat mendukung perekonomian lokal namun sambil tetap mencegah peningkatan kasus Covid-19. Bandara utama di Bali tertutup untuk kedatangan internasional, Meski demikian, ribuan wisatawan domestik terus datang setiap harinya. 

Afrika Selatan (IG:chelseakauai)

Afrika Selatan merupakan negara besar yang bergantung pada pariwisata. Sayangnya, negara tersebut memiliki kasus Covid-19 tertinggi di seluruh Afrika dengan total kasus mencapai 618.000. Setelah peraeturan lockdown dibuka pada Mei lalu, terjadi peningkatan kasus yang signifikan pada akhir Juli. Melihat hal ini, kepala eksekutif Pariwisata Afrika Selatan menyebutkan bahwa dirinya tidak melihat ada kemungkinan pariwisata akan dibuka pada sisa tahun 2020 ini.

Selain Thailand tutup untuk turis, Afrika Selatan mengikuti keputusan serupa. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi ini memunculkan protes besar-besaran karena dampaknya yang begitu besar, termasuk kelemahan di bidang sosial ekonomi akibat buruknya penerapan kebijakan dan kegagalan dalam kepemimpinan politik. 

New Zealand (IG:@xavier_and_caroline)

Tak cuma Thailand tutup untuk turis, beberapa negara yang lebih besar juga memperlihatkan niat bahwa mereka sepertinya tidak akan membuka pariwisata untuk pengunjung internasional pada tahun 2020 ini. Pihak eksekutif Qantas menyebutkan bahwa warga Australia tidak akan bisa terbang internasional hingga 2021 mendatang. 

Pihak berwenang Australia dan Selandia Baru sudah menyebutkan tentang kebijakan untuk mengizinkan perjalanan di antara kedua negara tersebut jika tingkat kasus Covid-19 masih terkendali. Namun, hingga kini Selandia Baru masih memberlakukan larangan berkunjung hampir ke seluruh pengunjung entah sampai kapan.

Malaysia (IG:@federicadinardo88)

Dilansir dari asia.nikkei.com, Nancy Chukri, Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya menyatakan bahwa pemerintah sekarang sedang menyusun ulang daftar hijau negara-negara yang dianggap aman dari virus, sebagai langkah pertama.

Nancy juga menyatakan bahwa pembukaan kembali perbatasan Singapura-Malaysia untuk perjalanan penting yang sudah dimulai sejak 17 Agustus 2020 merupakan langkah positif. Namun, Nancy juga tak lupa mengingatkan agar oemerintah Malaysia tetap berhati-hati dan akan melakukan apapun untuk melindungi masyarakat dari virus mematikan tersebut.

Direktur Menteri Jenderal Kementrian Kesehatan Malaysia menambahkan bahwa negara seharusnya tidak mengizinkan perjalanan masuk atau keluar untuk jangka menengah, demi untuk melindungi masyarakat Malaysia. Kekhawatiran ini berasal dari lonjakan di negara-negara dengan standar tinggi, seperi Korea.

Teryata nggak cuma Thailand tutup untuk turis, beberapa negara termasuk Indonesia mengambil keputusan yang sama. Rasanya tak mengapa kalau harus menahan diri sedikit lagi untuk berlibur. Menunggu keadaan kembali aman dan traveling pun jadi lebih nyaman. Jalan-jalan sambil khawatir juga nggak enak. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Populer

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×