fbpx

Panduan Sewa Rumah di Singapura, Cocok buat Pekerja Asing

  • August 28, 2020
  • Dibaca 402 kali
Ilustrasi rumah toko (ruko) di Singapura. Photo by David Kubovsky on Unsplash

Tempat tinggal menjadi faktor utama ketika berada di mana aja, termasuk saat kerja di Singapura. Terutama kalau tinggal dalam jangka waktu lama. Sebelum itu, simak dulu tips sewa rumah di Singapura berikut.

Ilustrasi kondominium dengan teras pribadi. Photo by Random Sky on Unsplash
Ilustrasi kondominium dengan teras pribadi. Photo by Random Sky on Unsplash

Buat sewa rumah sebaiknya bikin rencana matang dulu, mulai dari pilihan jenis rumah sampai lokasi. Jangan lupa untuk intip budget sebelum memutuskan menyewa rumah. Setelah budget aman, #SGB_Family dapat mempertimbangkan faktor kedekatan dengan tempat penting di antaranya dengan kantor, hawker centre, stasiun MRT, pusat belanja, atau pusat kota. Tentunya hal tersebut tergantung pada prioritas.

Misalnya ingin rumah dekat dengan kantor, tapi ternyata harganya nggak sesuai budget yang disiapkan. Maka, #SGB_Family bisa pilih rumah dekat stasiun MRT yang dapat dengan mudah menjangkau kantor. 

Selanjutnya, menentukan tipe rumah yang ditentukan oleh budget dan kebutuhan fasilitas. Misalnya butuh fasilitas lengkap mulai dari kolam renang sampai sistem kemanan tinggi, bisa pilih kondominium. Alternatif lain, tinggal di apartemen tapi fasilitas yang dibutuhkan mudah dicapai dengan jalan kaki atau MRT.

Flat HBD di Singapura. Instagram @andrewyeuh
Flat HBD di Singapura. Instagram @andrewyeuh

Melansir 99.co, terdapat paling nggak 3 tipe umum tempat tinggal di Singapura yaitu public housing (HBD), private-public house, dan private housing. Ketiga tipe tersebut dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Selengkapnya seperti ini:

Public housing

Public housing adalah sebutan untuk rumah bersubsidi oleh pemerintah Singapura di bawah Housing and Development Boards (HBD). Lebih kurang 80 persen warga Singapura tinggal di HBD. Sebab, harganya cenderung lebih murah dibandingkan tipe rumah lain.

Namun, untuk tinggal di sini ada syarat utama yaitu penghasilan harus sesuai dengan batas yang ditentukan HBD. Selain itu, warga asing (selain Malaysia) bisa menyewa flat HBD dalam kurun waktu lebih kurang 18 bulan.

Public housing dibagi menjadi 8 jenis yaitu studio apartment, flat 2 kamar, flat 3 kamar, flat 4 kamar, flat 5 kamar, flat 3 generasi (3Gen flat), flat eksekutif, dan flat DBSS (Design, Build and Sell Scheme).

Masing-masing punya fitur khas tersendiri. Seperti studio apartment yang didesain untuk lansia, tak heran terdapat fasilitas seperti lantai khusus anti selip, tiang penyangga di kamar mandi, dan kabel bantuan yang saat ditarik akan memberikan tanda bahwa seseorang butuh bantuan. Flat 3 generasi dengan luas sekitar 115 meter persegi yang dibuat untuk keluarga dari 3 generasi yang tinggal bersama.

Private-public house

Kondominium eksekutif termasuk dalam private-public house karena awalnya merupakan bagian dari unit perumahan publik. Kemudian menjadi perumahan pribadi setelah 5 tahun kepemilikan.

Kondominium eksekutif dirancang untuk profesional muda yang mampu membeli lebih dari satu flat HDB tapi belum mampu menyewa atau membeli properti pribadi. Kelebihan kondominium eksekutif adalah mengusung desain dan fasilitas seperti kondominium pribadi tapi harganya masih cenderung murah.

Private housing

Ilustrasi rumah toko (ruko) di Singapura. Photo by David Kubovsky on Unsplash
Ilustrasi rumah toko (ruko) di Singapura. Photo by David Kubovsky on Unsplash

Private housing terbagi menjadi kondominium atau apartemen dan landed property. Kondominium dan apartemen dibagi menjadi seperti berikut:

Kondominium: desain dan fasilitasnya mirip seperti kondominium eksekutif. Ada kolam renang, sistem keamanan, pusat kebugaran, tempat olahraga seperti lapangan tenis dan basket, serta taman. Tempat tinggal jenis ini cocok untuk #SGB_Family yang mencari hunian pribadi dengan harga tak terlalu mahal dan tanpa melakukan terlalu banyak perawatan rutin.

Apartemen: mirip dengan kondominium tapi biasanya lebih kecil dan fasilitas umumnya nggak selengkap kondominium. Nggak jarang bangunan apartemen udah lawas, karena biasanya bangunan baru dibikin jadi kondominium. Harga apartemen lebih murah daripada kondominium dan landed property, tapi lebih mahal dari flat HBD.

Walk ups: desainnya mirip dengan apartemen maupun kondominium. Sesuai dengan namanya, tempat tinggal ini nggak punya lift karena memang lantainya nggak banyak. Jadi tanpa lift pun masih bisa mencapai kamar di lantai atas.

Masih menjadi bagian dari private housing, ada landed property atau perumahan yang dianggap sebagai tempat tinggal untuk orang dengan status sosial tinggi atau pendapatan tinggi. Sebab ukurannya luas dan privasi lebih terjaga. 

Landed property terbagi menjadi bungalow, good class bungalow, semi-detached house (tembok menyatu dengan rumah sebelah), terrace houses (sederet rumah dengan desain serupa, punya tembok dan atap sendiri-sendiri), rumah toko (ruko), kluster (seperti perumahan dengan fasilitas publik lengkap), dan townhouse (perpaduan kondominium dan landed property).

Ilustrasi kondominium dekat laut. Photo by Faris Kassim on Unsplash
Ilustrasi kondominium dekat laut. Photo by Faris Kassim on Unsplash

Sejumlah area terbilang menjadi lokasi populer bagi pekerja asing. Seperti kawasan Orchard River Valley, Tanglin, Grange Road), area CBD (Central Business District), Marina Bay, Robertson Quay, dan Sentosa Cove. Berdasarkan moneysmart.sg,  kawasan tersebut biasanya dipilih oleh pekerja asing senior dengan penghasilan tinggi. Sementara buat pekerja asing yang pendapatannya cukup, umumnya memilih tinggal di Tiong Bahru, Holland, Little India, Paya Lebar, dan Woodlands.

Masing-masing area punya kelebihan tersendiri. Ambil contoh pekerja asing yang memilih tinggal di area east coast, karena cenderung jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Serta punya banyak pilihan makanan dan dekat dengan laut. Bahkan beberapa dari pekerja asing tinggal di apartemen dengan pemandangan laut seperti  Costa Del Sol dan Bayshore Park, seperti dikutip dari singaporeexpats.com.

Ilustrasi apartemen dekat pusat kota. Photo by Vlad B on Unsplash
Ilustrasi apartemen dekat pusat kota. Photo by Vlad B on Unsplash

Biaya sewa rumah di Singapura tergantung pada 4 faktor yaitu lokasi, kemudahan akses transportasi umum, kedekatan dengan pusat bisnis & hiburan, dan status kebaruan lingkungan. Semakin dekat dengan pusat kota atau kawasan kerja maka harga sewa rumah lebih mahal. Begitu juga kalau dekat dengan pusat bisnis dan hiburan. 

Selain itu, misalnya rumah yang mau disewa dekat stasiun MRT, harganya bakal lebih mahal karena kebanyakan penyewa nggak punya kendaraan pribadi. Selanjutnya, rumah di kawasan lawas yang cenderung dekat pusat kota akan lebih mahal daripada lingkungan baru yang letaknya jauh dari keramaian. Selain rumah, #SGB_Family bisa sewa kamar aja. Apartemen atau flat HBD ada yang disewa per kamar. Nah, sewa kamar terbilang lebih hemat.

Biasanya iklan sewa properti di Singapura dibagi dalam nomor distrik. Beberapa distrik populer adalah District 9 (Orchard Road/River Valley), District 10 (Holland Road/Bukit Timah), District 11 (Bukit Timah/Newton Circus), dan District 15 (East Coast). Daftar harga sewa rumah bulanan di Singapura, lebih kurang seperti ini:

  • Orchard: studio apartment $4.000, kamar di apartemen bersama $1.700
  • Newton: studio apartment $4.200, kamar di apartemen bersama $1.300
  • Tiong Bahru: flat HBD 3 kamar $2.800, kamar di apartemen bersama $1.300, apartemen heritage 2 kamar $4.500
  • Joo Chiat: studio apartment $3.000, kondominium 3 kamar $5.000
  • Farrer Park / Little India: studio apartment $2.800, kamar di apartemen bersama $1.200
  • Buona Vista / West Coast: studio apartment $3.000, kamar di flat HBD bersama $750
  • Clementi: flat HBD 3 kamar $2.500, kamar di flat HBD bersama $700
  • Paya Lebar / Eunos: studio apartment $2.000, kamar di apartemen $1.000
  • Aljunied: flat HBD 3 kamar $2.600
  • Pasir Ris: apartemen 3 kamar $2.700, studio apartment $1.700, kamar di apartemen bersama $900
  • Woodlands: studio apartment $1.500, kamar di apartemen bersama $800
  • Costa Del Sol: kondominium 2 kamar $3.000, kondominium 4 kamar $5.000
  • Bayshore Park: kondominium 2 kamar $3.000, kondominium 3 kamar $3.500

#SGB_Family dapat melihat daftar harga selengkapnya di singaporeexpats.com dan moneysmart.sg.

Ilustrasi tempat tinggal di Singapura. Photo by Stacey Gabriella on Pexels
Ilustrasi tempat tinggal di Singapura. Photo by Stacey Gabriella on Pexels

Kalau udah menemukan rumah pilihan yang sesuai budget dan kebutuhan, saatnya tanda tangan kontrak sewa dengan pemilik rumah. Tapi sebelumnya, perhatikan dulu beberapa hal berikut yang disadur dari 99.co:

Jangka waktu sewa: rata-rata 12-24 bulan. Sebenarnya ada juga sewa 6 bulan tapi biasanya pemilik rumah menghindari hal ini. Sementara sewa di bawah 6 bulan ilegal dan tercantum dalam Urban Redevelopment Authority (URA). Sebagai warga asing, disarankan sewa minimal 6 bulan untuk menghindari kemungkinan terburuk. Lebih lama jangka waktu menyewa, harganya bisa lebih murah.

Perabotan: ada rumah yang lengkap dengan perabotan atau disediakan perabotan tertentu. Pastikan dalam kontrak, apakah ada aturan tentang kerusakan perabotan. Misalnya kalau rusak, maka penyewa harus membelinya atau bagaimana. Cantumkan juga tentang siapa yang harus menanggung biaya perawatan furnitur, apakah pemilik atau penyewa.

Kelengkapan utilitas: maksudnya ketersediaan gas, listrik, dan air, terkadang sekaligus wi-fi. Disarankan untuk memasukkan utilitas dalam harga sewa dan diatur oleh pemilik rumah. Jadi nggak perlu ribet mengurus pemasangan utilitas. Selain itu, misalnya ada AC jangan lupa untuk dicantumkan juga dalam kontrak apakah biaya perawatan menjadi tanggungan pemilik rumah atau penyewa.

Tawar menawar: nggak cuma belanja di pasar, untuk sewa rumah pun bisa coba menawar harga. Terkait harga, coba diskusi lebih jauh dan detail dengan pemilik rumah. Di iklan sewa rumah, biasanya dicantumkan keterangan apakah harga bisa ditawar atau nggak.

Aturan khusus buat pekerja asing: sebagai pekerja asing, tambahkan klausa/perjanjian dalam kontrak bernama Diplomatic Clause and Reimbursement Clause. Supaya bisa berhenti menyewa lebih awal dari pada jangka waktu yang telah ditentukan. Misalnya #SGB_Family pindah ke negara lain atau kehilangan pekerjaan di Singapura. Sehingga nantinya nggak harus bayar penalti atau uang ganti rugi.

Tanda tangan kontrak dan serahkan uang deposit: proses terakhir sebelum menempati rumah baru. Penyewa dan pemilik rumah biasanya menandatangai Letter of Intent (LOI), berisi pernyataan bahwa #SGB_Family serius mau sewa rumah. Selanjutnya transfer uang deposit (Good Faith Deposit) setara harga satu bulan sewa. 

Proses selanjutnya, penyewa dan pemilik rumah menandatangai Tenancy Agreement (TA). Di sini, Good Faith Deposit dikembalikan. Tapi #SGB_Family harus bayar uang deposit (Security Deposit) yang juga seharga satu bulan sewa. Proses transaksi keuangan disarankan untuk dilakukan secara non-tunai, karena lebih mudah dilacak secara digital.

Panduan sewa rumah di atas dapat dibaca kembali saat #SGB_Family memutuskan untuk kerja di Singapura. Selain budget dan kebutuhan fasilitas, pertimbangan apa yang #SGB_Family lakukan sebelum menyewa rumah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial