fbpx

Korea Selatan Perketat Social Distancing, Ini Alasannya!

  • August 25, 2020
  • Dibaca 126 kali

Korea Selatan telah kembali mengalami penyebaran baru coronavirus. Dengan kembali meningkatnya angka penyebaran ini, Korea Selatan perketat social distancing guna menekan penyebaran virus yang semakin meluas dari Seoul ke kota-kota lainnya. Apa alasannya dan ada aturan apa saja? Baca terus beritanya, ya!

Pengujian dan Pelacakan Kontak Terus Dilakukan

Busan – Korea Selatan (IG@enchagram)

Dilansir dari theguardian.com, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KCDC) melaporkan adanya 315 infeksi lokal baru pada Jumat tengah malam lalu. Peningkatan angka kasus ini tentu menjadi kekhawatiran besar bagi pemerintah dan masyarakat sehingga upaya pencegahan penyebaran dan pengujian semakin digalakkan.

Korea Selatan menggunakan pelacakan kontak canggih serta melakukan pengujian secara meluas untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat wabah pertama kali muncul. Namun, negara ini masih terus mengalami penyebaran pada beberapa minggu terakhir. 

Penyebaran terbanyak terutama terjadi di ibukota yang berpenduduk padat serta beberapa daerah di sekitarnya termasuk provinsi Gyeonggi. Angka terbaru kasus Covid-19 di negara ini adalah sebanyak 17.002 kasus dengan 309 kematian. 

Semakin Diperketat

Istana Korea (IG:ssteart)

Salah satu langkah, Korea Selatan perketat social distancing. Kota Seoul, serta beberapa kota lain di sekitarnya memberlakukan peraturan social distancing lapisan kedua. Dalam peraturan ini, kegiatan berkumpul besar dibatasi, pertemuan gereja dilarang, serta menutup kelab malal, bar karakoke, bufet dan kafe siber.

Peraturan ini juga diberlakukan ke beberapa area lain di seluruh Korea mulai hari Jumat lalu hingga 30 Agustus mendatang. Meski demikian peraturan ini hanya bersifat rekomendasi dan bukan kewajiban untuk beberapa kota dengan tingkat infeksi yang lebih sedikit. 

Langkah Korea Selatan perketat Social Distancing ini diambil setelah terjadi peningkatan kematian menjadi 309 pasien meninggal dan terjadi 276 infeksi lokal. Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa kasus-kasus terbaru dikaitkan dengan kegiatan gereja. Bahkan, kluster baru COVID-19 terlacak dari Gereja Sarang Jeil di Seoul utara.

Peraturan social distancing dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah yang paling ringan, sedangkan tahap ketiga adalah yang paling ketat. Dalam tahap ini, kegiatan sekolah dan bisnis ditutup.  

Tidak Memberlakukan Lockdown Penuh

Covid-19 di Korea Selatan (guardian.com)

Korea Selatan belum memberlakukan kebijakan lockdown secara penuh. Meski demikian, strategi ini mampu membuahkan hasil setidaknya sampai bulan Juli lalu sebelum akhirnya beberapa kasus baru mulai bermunculan.

Angka kematian di Korea Selatan adalah sebesar 1,88% dan sebanyak 14.063 orang dinyatakan sembuh dan keluar dari karantina. Sejak  Januari lalu, Korea Selatan setidaknya telah melakukan sebanyak 1,7 juta tes virus corona yang membantu mencegah penyebaran virus ini.

Obat Antivirus Disiapkan

Ilustrasi Obat Covid-19
Ilustrasi obat untuk Covid-19. Photo by Kendal on Unsplash

Korea Selatan telah menyediakan obat antivirus remdesivir untuk merawat 143 pasien di 5 rumah sakit. Meski demikian, akses dan ketersediaan obat tersebut masih belum bisa diprediksi, hal ini dikarenakan permasalahan suplai yang tidak pasti.

Bulan Juni lalu, negara dengan perekonomian terbesar ke-empat di Asia ini sudah meminta kepada Gilead Sciences sejumlah pasokan remdesivir untuk merawat lebih dari 5 ribu pasien Covid-19. Persiapan ini dilakukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penyebaran virus gelombang kedua yang bisa saja lebih buruk.

Para Dokter Berunjuk Rasa

Dokter (unsplash)

Pandemi virus corona juga memengaruhi kebijakan menteri kesehatan negara tersebut. Keputusan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran akhirnya harus ditunda sampai pandemi akibat virus corona ini membaik.

Sementara itu, ribuan dokter di Korea Selatan melakukan aksi mogok dan protes kepada pemerintah. Mereka menyuarakan protes atas rencana pemerintah untuk melatih dokter baru. Menurut para dokter ini, Korea Selatan memiliki cukup dokter, dan yang dibutuhkan adalah kondisi dan sistem yang lebih baik agar dapat mengalokasikan para tenaga kesehatan ini dengan baik.

Itulah beberapa update dari Negeri Gingseng. Saat ini, Korea Selatan perketat social distancing demi menekan penyebaran Covid-19. Semoga langkah ini ampuh, dan bisa segera membuka perbatasan untuk #SGB_Family. Siapa nih yang udah kangen jalan-jalan di negeri oppa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial