fbpx

UPDATE: Traveler yang Diterima Singapura dari Negara-negara Ini Saja, Cek Ya!

  • August 24, 2020
  • Dibaca 333 kali

Saat ini, Singapura masih dalam masa Fase 2 yang dimulai tanggal 19 Juni 2020. Pada tahap ini, lebih banyak retail atau tempat usaha yang dibuka. #SGB_Family juga sudah bisa menerima tamu. Namun, perbatasan Singapura belum terbuka sepenuhnya. Kabar terbaru, sudah muncul daftar traveler yang diterima Singapura. Dari negara manakah mereka?

SGB Merchandise

Korea Selatan (IG:@yume_hyun)

Salah satu perubahan pada Fase 2 Singapura, adalah batasan negara yang dibuka, meski tidak untuk semua. Mereka yang diizinkan masuk adalah warga Singapura dan penduduk permanen, pemegang izin jangka panjang.Semuanya wajib menjalani stay home notice selama 14 hari. Selain itu, mereka harus menanggung biaya karantina sendiri, yaitu sebesar S$2000.

Namun, jika sebelum ke Singapura, pengunjung yang menghabiskan waktu selama 14 hari di Australia, Brunei, Hong Kong, Jepang, Macau, Cina, New Zealand, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam tidak perlu menjalani stay home notice di fasilitas yang ditunjuk. Mereka bisa memilih tempat sendiri, namun tetap wajin tetap berada di lokasi setiap saat.

New Zealand (IG:@hobbitontours)

Kabar terbaru, sudah ada traveler yang diterima Singapura, tentunya hanya dari negara-negara tertentu. Dilansir dari thejakartapost.com, Singapura akan mengizinkan para pelancong dari Brunei Darusalam dan New Zealand untuk berkunjung mulai September 2020. Langkah kecil ini akan dimulai dengan sangat hati-hati.

Sejak Maret lalu, Singapura menutup perbatasan untu turis dan pengunjung jangka pendek. Selain itu, langkah lain yang dilakukan untuk meminimalisir penyebaran adalah dengan memberlakukan Circuit Breaker.

Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash
Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash

Meski para traveler yang diterima Singapura ini sudah dinilai berasa dari negara aman, namun mereka tetap akan menjalani tes virus sebagai pengganti karantina selama 14 hari. Kedua negara ini dipilih karena mereka adalah negara kecil dan telah mengendalikan virus dengan sangat baik. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Transportasi, Ong Ye Kung.

Traveler dari daerah berisiko rendah, termasuk Australia (tidak termasuk Victoria, Cina, Taiwan, Vietnam, dan Malaysia), masa karantina dipotong menjadi 7 hari saja.

Jewel Changi Airport. Photo by Keith Chong on Unsplash
Jewel Changi Airport. Photo by Keith Chong on Unsplash

Menteri Transportasi, Ong Ye Kung menyatakan, traveler yang diterima Singapura dari negara-negara tertentu ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara mengendalikan penyebaran virus dan menghidupkan kembali perjalanan udara, pendorong uata ekonomi yang bergantung pada perdagangan dan pariwisata.

“Secara keseluruhan, saya pikir ini adalah langkah hati-hati kecil untuk mulai membuka kembali penerbangan dan menyadarkan Bandara Changi,” katanya kepada wartawan, Jumat.

“Ingat, sebagai ekonomi terbuka kecil, untuk bertahan hidup kita harus menjaga perbatasan kita tetap terbuka. Untuk mencari nafkah, (kita) harus memiliki koneksi dengan dunia dan untuk berkembang dan menjadi makmur, kita harus menjadi pusat penerbangan.” tambahnya.

Ilustrasi Terminal Changi Airport Singapura. Photo by Grace Lim on Unsplash
Ilustrasi Terminal Changi Airport Singapura. Photo by Grace Lim on Unsplash

Mr Ong menyatakan, biasanya Banda Changi melakukan penerbangan hingga 1000 pesawat setiap harinya. Namun, kini hanya sekitar 150 penerbangan yang ada. Sungguh pukulan untuk bisnis penerbangan, perdagangan, juga pariwisata.

Dilansir dari mothership.sg, Bandara Changi bahkan termasuk dalam Top 10 bandara dengan pesawat terparkir terbanyak. Changi Airport Singapura berada dalam daftar tersebut dengan jumlah 124 pesawat yang diparkir dan dilarang terbang.

Sebuah perusahaan data penerbangan melaporkan bahwa Changi Airport Singaura menempati urutan ke sembilan pada bulan Juli lalu, berada di belakang Bandara Internasional Hong Kong (peringkat 6) dengan 131 pesawat yang diparkir.

SIA di Alice Springs (mothership.sg)

Masalahnya, lingkungan yang panas dan lembab dapat menyebabkan korosi pada bagian pesawat. Karenanya, pada Mei lalu Scoot dan SilkAir diterbangkan ke Alice Springs di Australia, bandara gurun yang berlokasi ideal untuk menyimpan dalam jangka panjang.

Hal ini dilakukan karena lingkungan lembab seperti Singapura tidak sesuai dengan pemeliharaan pesawat dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan risiko korosi pada bagian-bagian pesawat. Disampaikan bahwa ada total 22 pesawat dari SIA group yang diparkir di Alice Springs untuk tiga atau empat bulan lamanya.

Itulah update singkat tentang penerbangan Singapura, kondisi Bandara Changi, juga traveler yang diterima Singapura. Semoga pandemi ini cepat berlalu, agar #SGB_Family yang berada di selain Brunei dan New Zealand juga bisa berkunjung. Setuju, kan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial