fbpx

Drone Pengawas Social Distancing, Negara Mana Saja yang Punya?

  • August 19, 2020
  • Dibaca 2 kali

Apa saja new normal yang sudah #SGB_Family rasakan? Harus selalu mengenakan masker? Sering-sering mencuci tangan? Himbauan ini semua bertujuan untuk pencegahan tertular Covid-19 saat beraktivitas di luar rumah. Satu lagi yang nggak kalah penting: Jaga Jarak. Singapura sedang menguji drone pengawas social distancing, nih. Seperti apa ya? Negara mana lagi yang punya fasilitas ini? Baca terus, ya.

SGB Merchandise

Dilansir dari travelandleisure.com, drone seberat 22 pound buatan perusahaan Airobotics Israel telah diprogram untuk melacak perkumpulan dan rekaman akan dikirim pada pihak berwenang. Drone pengawas social distancing di Singapura ini mampu melakukan zoom pada area yang mungkin tidak terlihat oleh polisi yang berjalan kaki atau sedang patroli dengan kendaraan resmi.

Seperti yang banyak diberitakan, Singapura menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah dan ekonomi dapat beradaptasi dengan kehidupan bersama virus korona di dalamnya. Dari pelacakan kontak yang agresif, pengujian, hingga karantina untuk menekan penyebaran.

Hingga berita ini ditulis, sudah ditemukan kasus positif Covid-19 sebanyak lebih dari 55.000 orang. Angka kematian karena virus ini mencapai 27 jiwa. Hanya tersisa 88 pasien Covid-19 yang masih berada di rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Marina Bay Sands, Singapura. Photo by Hu Chen on Unsplash
Marina Bay Sands, Singapura. Photo by Hu Chen on Unsplash

Airobotics menyatakan telah menginvestasikan sekitar $100 juta untuk mengembangkan drone dan saat ini berada dalam tahap proyek drone selama setahun dengan HTX. Perusahaan ini menyewa drone untuk keperluan bisnis dan industri di Israel dan Amerika Serikat.

Uji coba di Singapura akan berlanjut untuk aspek social distancing. Bahkan, Airobotics sedang dalam proses pembicaraan dengan kota-kota lain untuk juga mengerahkan drone pengawas Social Distancing.

ACLU (IG:acluct)

Ternyata, drone pengawas social distancing sudah lebih dulu dicoba di sebuah kota pinggiran Wesport, Connecticut. Drone diarahkan untuk meneriaki orang-orang yang tidak menjaga jarak, paling tidak enam kaki.

Dilansir dari theverge.com, namun tak lama setelah pengumuman program drine pengawas social distancing, Departemen Kepolisian Westport malah membatalkan. Hal ini dikarenakan ada kecaman dari ACLU Connecticut yang menyebutkan bahwa program tersebut mampu menyerang privasi yang menggunakan Covid-19 sebagai kesempatan untuk memasarkan produk, peluang bisnis, dll.

Drone AirSpace (reuters.com)

Dilansir dari reuters.com, Airspace System, perusahaan startup California telah membuat drone untuk memantau social distancing dan masker. Drone dapat memburu dan menangkap drone lain. Perusahaan ini juga merilis perangkat lunak yang menganalisis aliran video dari drone.

Perangkat ini dapat mengidentifikasi kapan orang berdiri berdekatan atau titik tempat orang berkumpul dalam kelompok. Perangkat lunak ini juga dapat mendeteksi orang mengenakan masker atau tidak. Video yang akan diproses dan diambil oleh kamera berbasis darat. Perusahaan ini akan menjual sistem tersebut pada pemerintah atau kepolisian.

Pengawas pengguna masker (unsplash)

Lalu apakah drone pengawas social distancing ini mengancam privasi? Airspace menyatakan bahwa sistem tidak menggunakan pengenalan wajah dan tidak menyimpan gambar tersebut ke pelanggan Airspace. Drone ini akan menghasilkan data berbasis teks tentang berapa orang di area tertentu yang sedang berkumpul.

Data tersebut juga termasuk berapa persentase orang yang mengenakan masker. Ini berguna sebagai dasar untuk pemberian peringatan. Pemerintah akhirnya yang akan membuat keputusan, apakah peringatan tersebut akan dikirim sebagai pesan publik kepada penduduk. Atau malah mengarahkannya secara internal kepada penegak hukum.

Itulah update singkat mengenai drone pengawas social distancing di Singapura dan negara-negara lainnya. Singapura juga memberlakukan gelang pelacak untuk wisatawan. Di mana pun #SGB_Family berada, harap mematuhi aturan, ya. Semua ini demi pandemi agar segera berlalu. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×