fbpx

Perjalanan Bisnis Singapura-Jepang Segera Buka, Berlaku untuk Siapa?

  • August 14, 2020
  • Dibaca 5 kali
Ilustrasi orang melakukan perjalanan. Photo by Adrian Agawin on Pexels

Perjalanan bisnis Singapura-Jepang akan segera dibuka lagi, tapi sekarang masih dalam proses negosiasi dan penjajakan. Rencananya akan berjalan awal September dan hanya menyasar kalangan tertentu. Seperti apa selengkapnya? Simak ulasan berikut.

SGB Merchandise

Perjalanan Bisnis Singapura Jepang
Ilustrasi orang yang sedang lakukan perjalanan bisnis. Photo by Headway on Unsplash

Singapura dan Jepang akan membuka lagi perjalanan penting antara kedua negara, seperti dilansir dari channelnewsasia.com. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) pada Kamis (23/7/2020). Keputusan tersebut dilakukan sehari setelah Jepang mengumumkan untuk membuka kembali perjalanan penting dengan 12 negara. Di antaranya Singapura, Brunei, Kamboja, Hong Kong, Laos, Makau, Malaysia, Mongolia, Myanmar, China, Korea Selatan, dan Taiwan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyampaikan bahwa Jepang akan melakukan diskusi terkait tata cara melanjutkan perjalanan yang aman dengan Singapura dan negara lain, pada Rabu (12/8/2020). Hal tersebut bergantung juga pada tindakan pencegahan Covid-19 yang dilakukan negara-negara tersebut.

Ilustrasi traveler di Singapura. Photo by Jeremy Julian on Unsplash.
Ilustrasi traveler di Singapura. Photo by Jeremy Julian on Unsplash.

Perjalanan bisnis Singapura dan Jepang yang akan dibuka kembali ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk memperdalam kerja sama ekonomi bilateral kedua negara. Sekaligus cara memperkuat ketahanan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dan menelaah sarana perjalanan penting. Berdasarkan pernyataan MFA, Singapura menyambut baik keputusan Jepang yang memasukkan negara ini sebagai salah satu partner negosiasi perjalanan bisnis.

Mengutip channelnewsasia.com, MFA menambahkan bahwa Singapura dan Jepang merupakan partner ekonomi yang kuat. Sehingga kesepakatan kedua negara menjadi langkah tepat untuk memberi fasilitas pada perjalanan bisnis dan perjalanan resmi penting lainnya. Tentunya harus dengan protokol keamanan dan kesehatan.

Ilustrasi pebisnis jangka pendek. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.
Ilustrasi pebisnis jangka pendek. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu juga sedang negosiasi tentang pengaturan Residence Track awal September tahun ini. Menurut mofa.go.jp, warga negara asing yang ingin masuk atau masuk kembali (re-entry) ke Jepang melalui jalur Residence Track memerlukan visa baru atau “Letter of Confirmation of Submitting Required Documentation for Re-entry into Japan” yaitu surat konfirmasi masuk kembali ke Jepang. Surat konfirmasi tersebut diterbitkan oleh Kedutaan atau Konsulat Jepang di negara asal.

Dengan kebijakan tersebut, eksekutif bisnis dan profesional bisnis yang memegang surat izin kerja akan memiliki kuota khusus perjalanan lintas batas. Tentunya dengan tetap melakukan protokol keamanan dan kesehatan, termasuk stay di rumah selama 14 hari setelah tiba di masing-masing negara. Selain itu, perjalanan traveler bisnis jangka pendek akan dipantau selama 14 hari dengan pengamanan yang diperlukan. Diharapkan kebijakan ini selesai awal September 2020.

Ilustrasi orang melakukan perjalanan. Photo by Adrian Agawin on Pexels
Ilustrasi orang melakukan perjalanan. Photo by Adrian Agawin on Pexels

Melansir asia.nikkei.com, warga Jepang yang kembali dari luar negeri diharuskan untuk karantina mandiri di hotel atau lokasi lain selama dua minggu setelah kedatangan. Namun nantinya ketika kebijakan perjalanan bisnis Singapura dan Jepang dibuka kembali, ada penyesuaian syarat masuk. Warga negara Jepang maupun traveler dari Singapura akan dibebaskan dari karantina mandiri dengan menunjukkan hasil negatif tes PCR dan itinerary perjalanan selama di Jepang.

Sementara itu, ada juga kebijakan lain yang akan dilakukan oleh Jepang yaitu pekerja asing dibolehkan masuk setelah menjalani tes pada saat kedatangan. Mereka tetap harus melakukan karantina mandiri selama dua minggu sejak kedatangan di Jepang.

Semoga setelah kebijakan perjalanan bisnis Singapura-Jepang dibuka kembali, akan ada aturan terkait traveling di luar bisnis antara kedua negara. Sehingga memungkinkan warga dari kedua negara untuk berkunjung di luar keperluan formal, tentunya apabila keadaan udah benar-benar aman. Bagaimana menurut #SGB_Family tentang program ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×