fbpx

Tips Bikin Paspor Online, Dari Biaya hingga Persyaratan

  • August 14, 2020
  • Dibaca 357 kali

Buat #SGB_Family yang mau melakukan perjalanan ke luar negeri misalnya untuk liburan, sekolah, maupun kerja tentu diperlukan paspor yang jadi surat perjalanan resmi dari pemerintah Indonesia. Kalau mau bikin paspor udah bisa pakai layanan antrean online baik via aplikasi maupun situs resmi Direktorat Jenderal Imigrasi. Nah, simak tips bikin paspor pakai layanan antrean online seperti dilansir dari imigrasi.go.id.

Ilustrasi paspor Indonesia. Instagram @adesoeharso
Ilustrasi paspor Indonesia. Instagram @adesoeharso

Terdapat 6 kategori calon pemohon paspor baru yaitu warga negara Indonesia yang tinggal di Indonesia maupun luar negeri, anak berkewarganegaraan Indonesia yang lahir di luar Indonesia, orang yang memiliki status kewarganegaraan ganda terbatas, anak berumur di bawah 17 tahun, warga negara Indonesia yang mau haji atau umroh, dan calon pekerja imigran Indonesia.

Syarat dan dokumen yang diperlukan untuk bikin paspor via layanan antre online berbeda tergantung kategori pemohon. Kalau #SGB_Family udah berusia di atas 17 tahun yang artinya punya KTP, maka syarat dan dokumen yang diperlukan sebagai berikut:

  • KTP yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri.
  • Kartu keluarga (KK).
  • Akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis. Dokumen harus tercantum nama, tempat dan tanggal lahir, dan nama orang tua. Kalau tidak tercantum, pemohon dapat melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang.
  • Surat pewarganegaraan Indonesia bagi orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui atau penyampaian untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
  • Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang, bagi yang telah mengganti nama.

Bagi #SGB_Family yang berusia di bawah 17 tahun alias belum punya KTP, syarat dan dokumennya sedikit berbeda. Bisa dilihat di bawah ini:

  • KTP ayah atau ibu yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri.
  • Kartu keluarga (KK).
  • Akta kelahiran atau surat baptis.
  • Akta perkawinan atau buku nikah orang tua.
  • Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama.
  • Paspor biasa lama jika punya paspor biasa.

Ilustrasi suasana kantor imigrasi. Instagram @ditjen_imigrasi
Ilustrasi suasana kantor imigrasi. Instagram @ditjen_imigrasi

Setelah menyiapkan syarat dan dokumen yang dibutuhkan, tahapan selanjutnya adalah melakukan pendaftaran melalui aplikasi Antrian Paspor Online. Kemudian #SGB_Family bakal mendapatkan kode pembayaran, lalu bayar biaya pembuatan paspor melalui semua bank. Pembayaran harus dilakukan maksimal 7 hari setelah wawancara dengan petugas imigrasi.

Tahapan selanjutnya, #SGB_Family datang ke kantor imigrasi yang dipilih saat daftar online. Di kantor imigrasi, akan dilakukan pengecekan berkas, pengambilan foto dan sidik jari, dan wawancara. Nantinya setelah proses dijalankan, imigrasi akan melakukan verifikasi dan adjudikasi. #SGB_Family akan menerima paspor lebih kurang 4 hari kerja, bisa dikirim ke rumah melalui jasa Pos Indonesia maupun diambil langsung ke kantor imigrasi.

Selain daftar antrean secara online, ada 2 cara lain yaitu secara manual alias datang langsung ke kantor imigrasi dan melalui situs resmi Direktorat Jenderal Imigrasi pada tautan ini. Apabila daftar melalui situs resmi, #SGB_Family bakal mendapatkan kode pembayaran melalui SMS atau e-mail. Biaya paspor non-elektronik 48 halaman Rp350.000, paspor elektronik (e-paspor) Rp650.000. Jika butuh paspor terbit hari itu, harus bayar Rp1.000.000 di luar biaya penerbitan paspor.

Ilustrasi screenshot Home aplikasi Layanan Antrian Online. Photo by Singaporeguidebookcom
Ilustrasi screenshot Home aplikasi Layanan Antrian Online. Photo by Singaporeguidebook.com

#SGB_Team sarankan untuk daftar antrean via aplikasi aja, karena lebih praktis dan tak perlu capek nunggu terlalu lama di kantor imigrasi. Tinggal download Antrian Paspor Online melalui Google Play Store maupun App Store. Daftar atau langsung login kalau udah punya akun di aplikasi Antrian Paspor Online. Saat daftar, #SGB_Family harus mengisi data berikut:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Nama lengkap
  • Username
  • Password
  • Tanggal lahir
  • Nomor handphone
  • Jenis kelamin
  • Alamat lengkap sesuai KTP

Udah berhasil daftar, aplikasi bakal mengarah ke Home/Beranda. Ada pilihan Antrian Paspor dan Jadwal Antrian, pilih Antrian Paspor. Bakal ada 3 langkah yang harus dilakukan sebelum mendapatkan kode pembayaran, seperti ini:

  • Langkah 1: pilih kantor imigrasi terdekat
  • Langkah 2: isi jumlah pemohon, satu akun bisa untuk maksimal 5 orang pemohon. Pilih tanggal dan waktu kedatangan. Di bawah kolom Pilh Tanggal Kedatangan ada tombol bertuliskan DATA KUOTA DAN PENGANTRI. Klik dan lihat dulu kuota antrean yang ditunjukkan dengan warna hijau berarti kuota tersedia, merah artinya kuota penuh, dan kuning artinya kuota belum dibuka.
  • Langkah 3: pilih jenis permohonan: paspor baru atau ganti paspor. Isi data pemohon. Setelah menyelesaikan semua langkah, #SGB_Family akan mendapatkan kode booking. Lalu segera lakukan pembayaran.

Ilustrasi paspor Indonesia. Instagram @broewnis
Ilustrasi paspor Indonesia. Instagram @broewnis

Sewaktu melakukan permohonan pembuatan paspor ada pilihan paspor elektronik atau non-elektronik (biasa), keduanya sama-sama berjumlah 48 halaman karena kantor imigrasi udah tidak melayani pembuatan paspor 24 halaman. Perbedaan paspor elektronik dan paspor non-elektronik yang paling mencolok adalah adanya cip elektronik pada sampul depan paspor elektronik. Cip elektronik berisi data biometrik pemilik paspor yaitu sidik jari dan bentuk wajah.

Keberadaan cip elektronik memudahkan pengguna saat berada di bandara untuk melakukan perjalanan internasional. Pemilik paspor elektronik tidak perlu laporan ke konter imigrasi di bandara, cukup scan paspor di autogate bandara sebelum ke boarding gate. Paspor elektronik dinilai lebih aman, karena misalnya hilang maka dapat lebih mudah dilacak.

Kelebihan lainnya kalau punya paspor elektronik, tidak perlu mengajukan visa untuk pergi ke Jepang dan Pulau Jeju, Korea Selatan. Tapi #SGB_Family tetap harus daftar paspor elektronik sebelum berangkat ke kedutaan. Nantinya akan dapat visa waiver yang berlaku selama 3 tahun, dan bisa stay di kedua wilayah itu selama maksimal 15 hari.

Apabila #SGB_Family udah punya paspor non-elektronik tapi mau ganti paspor elektronik juga bisa. Langkahnya sama seperti pengajuan paspor dan membawa paspor lama. Kalau mau mengganti ke paspor elektronik bisa dilakukan sebelum masa berlaku paspor habis. Masa berlaku paspor sendiri 5 tahun sejak tanggal diterbitkan. Jika mau daftar paspor elektronik tidak bisa ke sembarang kantor imigrasi. Berikut 27 kantor imigrasi yang melayani pembuatan paspor elektronik:

  1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan 
  2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat 
  3. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta
  4. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara 
  5. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur 
  6. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat 
  7. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok
  8. Kantor Imigrasi Kelas II Depok 
  9. Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi
  10. Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang 
  11. Kantor Imigrasi Kelas I Bandung 
  12. Kantor Imigrasi Kelas I Bogor
  13. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai
  14. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya 
  15. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak
  16. Kantor Imigrasi Kelas I Malang
  17. Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta
  18. Kantor Imigrasi Kelas I Semarang
  19. Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta
  20. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan 
  21. Kantor Imigrasi Kelas I Polonia
  22. Kantor Imigrasi Kelas I Manado 
  23. Kantor Imigrasi Kelas I Makassar 
  24. Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh
  25. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam
  26. Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan
  27. Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura

Ilustrasi petugas imigrasi sedang melakukan pengecekan data. Instagram @ditjen_imigrasi
Ilustrasi petugas imigrasi sedang melakukan pengecekan data. Instagram @ditjen_imigrasi

Berdasarkan berita di imigrasi.go.id, sekarang udah ada Eazy Passport atau layanan paspor kolektif untuk komunitas besar. Di antaranya pegawai di perkantoran pemerintah/ TNI/ Polri/ BUMN/ BUMD/ swasta, warga perumahan, dan komunitas atau organisasi. Tapi minimal harus 50 orang dalam sekali waktu. Kalau mau bikin paspor kolektif harus mengahukan surat permohonan dari pemimpin atau perwakilan perusahaan, perumahan, atau komunitas. Isi surat:

  • Jumlah pemohon paspor
  • Data diri pemohon paspor: nama, tanggal lahir, dan NIK
  • Jenis permohonan paspor baru atau ganti paspor
  • Lokasi dan waktu pelayanan paspor
  • Nomor perwakilan yang bertanggung jawab pada pembuatan paspor kolektif

Pelayanan Eazy Passport bisa dilakukan pada hari atau jam kerja maupun di luar jam atau hari kerja. Waktu pelaksanaan sesuai dengan kesepakatan antara perwakilan pemohon dengan kantor imigrasi setempat. Nantinya kalau paspor udah jadi, bisa diambil ke kantor imigrasi dengan membawa surat kuasa dari pimpinan atau perwakilan perusahaan, perumahan, atau komunitas. Selain itu, bisa juga dikirim dengan layanan Pos Indonesia.

Paspor online
Ilustrasi paspor dinas Indonesia. Instagram @yusaklie

Bukan hanya paspor biasa, Indonesia punya 2 jenis paspor lainnya yaitu paspor diplomatik dan paspor dinas. Mengutip jogja.imigrasi.go.id, berikut maksud dan tujuan 3 jenis paspor di Indonesia tersebut:

Paspor diplomatik

WNI yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah Indonesia dalam rangka penempatan atau perjalanan tugas bersifat diplomatik. Warga Negara Indonesia yang dimaksud adalah sebagai berikut, dilansir dari hukumonline.com:

  1. Presiden dan Wakil Presiden
  2. Ketua dan wakil ketua lembaga negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  3. Menteri, pejabat setingkat menteri, dan wakil menteri
  4. Ketua dan wakil ketua lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang
  5. Kepala perwakilan diplomatik, kepala perwakilan konsuler Republik Indonesia, pejabat diplomatik dan konsuler
  6. Atase pertahanan dan atase teknis yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dan diperbantukan pada Perwakilan
  7. Pejabat Kementerian Luar Negeri yang menjalankan tugas resmi yang bersifat diplomatik di luar wilayah Indonesia
  8. Utusan atau pejabat resmi yang ditugaskan dan ditunjuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia atau diberikan tugas lain dari Menteri di luar wilayah Indonesia yang bersifat diplomatik.

Paspor dinas

WNI  yang mau melakukan perjalanan ke luar wilayah Indonesia dengan tujuan penempatan atau perjalanan dinas yang tidak bersifat diplomatik. Mengutip jdih.kemlu.go.id, warga Negara Indonesia yang bisa punya paspor dinas adalah:

  1. Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
  2. Anggota lembaga negara sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  3. Pejabat negara yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
  4. Anggota lembaga yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
  5. Isteri atau suami dari WNI dari poin nomor 1 yang ditempatkan di luar wilayah Indonesia beserta anaknya yang berusia paling tinggi 25 tahun, belum kawin, belum bekerja, masih menjadi tanggungannya dan tinggal bersama di wilayah akreditasi.
  6. Petugas yang bekerja pada Perwakilan atau rumah Perwakilan beserta isteri atau suaminya, berdasarkan kontrak kerja dengan Kementerian Luar Negeri.
  7. Warga Negara Indonesia yang akan melakukan perjalanan keluar wilayah Indonesia dalam rangka tugas resmi pemerintah.
  8. Warga Negara Indonesia yang berdasarkan pertimbangan Pemerintah Republik Indonesia perlu diberikan.
  9. Orang tua dari kepala perwakilan diplomatik, kepala perwakilan, konsuler Republik Indonesia, pejabat diplomatik, dan konsuler jika tinggal di wilayah akreditasi.
Ilustrasi paspor elektronik dengan cip di sampul. Instagram @asisarief
Ilustrasi paspor elektronik dengan cip di sampul. Instagram @asisarief

Paspor biasa

Paspor untuk WNI yang bakal melakukan perjalanan ke luar negeri termasuk umroh atau haji. Kalau mau liburan atau kerja di luar negeri, #SGB_Family perlu punya paspor biasa. Terdapat 2 tipe paspor biasa yaitu paspor elektronik dan non-elektronik. Kelebihan paspor elektronik adalah punya cip di halaman depan paspor yang berisi data biometrik seperti sidik jari dan bentuk wajah.

Paspor diplomatik dan paspor dinas diterbitkan oleh Menteri Luar Negeri. Sementara paspor biasa diterbitkan oleh Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dan diterbitkan untuk WNI. Perbedaan fisik ketiga jenis paspor di Indonesia tersebut adalah warna. Paspor diplomatik hitam, paspor dinas biru, dan paspor biasa hijau.

Pada masa pandemi Covid-19, kantor imigrasi dilengkapi perlengkapan keamanan seperti petugas memakai masker dan face shield dan disediakan sekat akrilik di tiap konter. #SGB_Family bisa simpan dulu tips bikin paspor pakai antrean online ini untuk liburan nanti. Kalau bikin paspor, rencana mau ke mana dan melakukan apa aja, nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial