fbpx

Tempat Ibadah di Singapura Buka Lagi, Ada Aturan Baru!

  • August 8, 2020
  • Dibaca 6 kali

Bukan hanya tempat wisata, tempat ibadah di Singapura juga buka lagi dalam Fase 2 ini. Tentunya dengan menerapkan protokol keamanan yang harus dipatuhi. Tepatnya sejak 26 Juni 2020 tempat ibadah buka lagi tetapi kali ini ada penyesuaian aturan. Apa aja aturannya? Yuk, ketahui sebelum berkunjung.

Tempat ibadah di Singapura
Kong Meng San Phor Kark See Monastery Instagram @konaction

Melansir straitstimes.com setidaknya 12 organisasi keagamaan tengah melakukan uji coba yang yang disetujui oleh Ministry of Culture, Community, and Youth (MCCY). Kementerian telah melakukan konsultasi dengan National Steering Committee on Racial and Religious Harmony. Uji coba yang dimaksud adalah tempat ibadah tersebut boleh mengadakan pertemuan sampai 100 orang, sebelumnya hanya boleh 50 orang. Aturan ini berlaku sejak Jumat, 7 Agustus 2020.

Aturan jumlah jemaah tersebut (100 orang dalam satu waktu) hanya berlaku untuk kebaktian jemaat dan ibadah yang wajib dilakukan di tempat ibadah. 12 tempat tersebut termasuk masjid, kuil Hindu, kuil Buddha, gereja, dan gurdwara. Daftarnya sebagai berikut:

  1. Masjid Assyafaah (Jumat)
  2. Masjid Mujahidin (Jumat)
  3. Masjid Al-Istighfar (Jumat)
  4. Masjid Al-Iman (Jumat)
  5. Sri Mariamman Temple (Jumat)
  6. Sri Srinivasa Perumal Temple (Sabtu)
  7. St Andrew’s Cathedral (Sabtu-Minggu)
  8. Jurong Christian Church (Sabtu-Minggu)
  9. Amazing Grace Presbyterian Church (Sabtu-Minggu)
  10. Sengkang Methodist Church (Sabtu-Minggu)
  11. Kong Meng San Phor Kark See Monastery (akhir pekan)
  12. Central Sikh Temple (akhir pekan)
Tempat ibadah di Singapura
Central Sikh Temple. Instagram @lin_h_sg

Namun untuk mengadakan ibadah dengan jumlah 100 orang dalam satu waktu, ada aturan keamanan baru untuk tempat ibadah yang sistem ibadahnya duduk atau lebih terstruktur yaitu harus disediakan 2 area terpisah. Jadi masing-masing area diisi oleh nggak lebih dari 50 jemaah. 

Kedua area harus dipisahkan dengan sekat atau penghalang fisik dan ada pintu masuk-keluar yang terpisah. Jika nggak memungkinkan ada pintu terpisah, maka harus ada pengaturan waktu masuk-keluar. Buat kuil Buddha, Tao, dan Hindu yang memiliki proses ibadah kurang terstruktur tetap harus memastikan nggak ada kerumunan jemaah lebih dari kapasitas yang ditentukan.

Tempat ibadah di Singapura
Sri Mariamman Temple. Instagram @awesemheaver

Sebelum dibuka lagi untuk jemaah, tempat ibadah melakukan sebagian besar kegiatan keagamaan secara virtual, tanpa layanan jemaat dimulai sejak awal April sampai Singapura memasuki Fase 1 mulai awal Juni 2020. Kemudian setelah masuk Fase 2, tempat ibadah bisa melakukan kegiatan keagamaan dengan jumlah jemaah terbatas, jemaah mengenakan masker, dan tak diizinkan pertunjukan langsung seperti bernyanyi.

Lalu kenapa 12 tempat ibadah yang udah disebutkan terpilih untuk uji coba? Karena berdasarkan MCCY, mereka terbukti dapat melaksanakan ibadah dengan kapasitas 50 orang di bawah protokol Fase 2. Tapi tempat ibadah tersebut tetap harus menyerahkan rencana pengelolaan keamanan setidaknya 3 hari sebelum melaksanakan kegiatan ibadah sesi pertama mereka. Nantinya hal tersebut akan menjadi evaluasi apakah aturan serupa akan diterapkan ke tempat ibadah lain.

St Andrew's Cathedral. Instagram @velyn_e
St Andrew’s Cathedral. Instagram @velyn_e

Aturan terkait uji coba di 12 tempat ibadah mendapatkan tanggapan dari juru bicara organisasi keagamaan. Vikaris St Andrew’s Cathedral Terry Wong mengatakan bahwa peningkatan 50 jemaah per sesi mungkin tak menunjukkan perbedaan besar tapi langkah itu cukup tepat untuk coba menemukan ‘new normal’. Ia berharap uji coba ini berjalan lancar sehingga bisa diterapkan di gereja dan tempat ibadah lain.

Juru bicara dari Kong Meng San Phor Kark See Monastery juga menyampaikan tanggapannya. Biara ini bisa menegakkan jarak aman melalui perwakilan yang selalu berpatroli untuk menjaga agar antrean jemaah tetap aman. Dengan adanya peningkatan kapasitas, lebih banyak lagi jemaah yang bisa pesan slot online dan datang ke biara. Biasanya slot habis dengan cepat, terutama untuk akhir pekan.

Masjid Assyafaah. Instagram @urasingapore
Masjid Assyafaah. Instagram @urasingapore

The Islamic Religious Council of Singapore (Majlis Ugama Islam Singapura/MUIS) menyampaikan kalau uji coba di 4 masjid di Singapura itu menjadi gambaran apakah masjid memang siap melakukan salat Jumat dengan jumlah jemaah lebih besar. Jadi bisa memengaruhi uji coba di masjid-masjid lain ke depannya. 

Empat masjid yang diuji coba menerapkan zona ganda untuk jemaah, lalu akan membuka 600 tempat lagi untuk tiga sesi salat Jumat minggu ini, 7 Agustus 2020. MUIS berkata bahwa sewaktu salah Jumat diizinkan kembali pada 26 Juni 2020, 65 masjid di Singapura telah melaksanakan langkah jaga jarak aman. Jumat lalu saat Idul Adha, masjid menampung sekitar 17.860 jemaah untuk salat Idul Adha dan salat Jumat.

Sebagai kesimpulan, aturan baru peningkatan jumlah jemaah hanya berlaku pada 12 tempat ibadah untuk kegiatan yang wajib dilakukan di sana. Semoga uji coba ini berhasil dan dapat diterapkan di tempat ibadah di Singapura lainnya. Bagaimana menurut #SGB_Family tentang aturan ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×