fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru August 07, 2020

Kisah Tragis Ledakan Beirut, Langsung Menyayat Hati

Bagikan

Tahun 2020 seperti mimpi buruk. Karena pandemi Covid-19, banyak #SGB_Family yang kehilangan pekerjaan, bahkan harus ditinggalkan keluarga yang disayangi. Belum selesai berperang melawan Covid-19, sudah ada musibah lainnya, yaitu ledakan yang membuat salah satu kota di Lebanon. Ternyata ada banyak kisah tragis ledakan Beirut yang menyayat hati. Berikut di antaranya.

Misa Sempat Dilanjutkan

Dilansir dari mothership.sg, ledakan di Beirut juga mengenai gereja Paroisse St Maron Baochrieh. Saat itu, gereja sedang mengadakan Misa Kudus. Dalam video terlihat sang pastor melambaikan tangan saat gereja mulai bergetar, mengakibatkan lampu dan audio terputus.

Keadaan gereja (Facebook: Paroisse St Maron Baouchrieh)

Namun, sang pastor terus melanjutkan misa hingga terdengar ledakan, diikuti oleh hujan kaca patri berupa puing-puing yang diduga disebabkan oleh gelombang kejut ledakan tersebut. Teriakan jemaah juga terdengar dalam video.

Keadaan gereja (Facebook: Paroisse St Maron Baouchrieh)

Praosse St Maron bukanlah satu-satunya gereja yang terdampak. Saint George Orthodoz Catheral of Beirut juga menunjukkan kerusakan-kerusakan setelah ledakan. Sebagian besar furnitur kayu dan pintu gereja telah hancur.

Pengantin di Tengah Ledakan

Kisah tragis ledakan Beirut ini juga menimpa pasangan bahagia. Dilansir dari editioncnn.com, Israa Seblani dan Ahmad Sbeih sedang berada di jalanan Beirut untuk mengambil foto dengan gaun pengantin dan tuksedo mereka. Seperti biasanya, warga terlihat beraktifitas seperti biasa.

Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras. Beberapa detik kemudian, ledakan maha dahsyat menghancurkan gendang telinga meledak. Ledakan yang menghancurkan ibukota Lebanon. Secara tidak sengaja, Mahmoud Nakib, sang fotografer mengabadikan momen tersebut.

Dalam beberapa detik, lokasi yang awalnya indah menjadi seperti kota hantu yang dipenuhi debu, pecahan kaca, dan orang-orang berdarah berteriak-teriak. Hal ini disampaikan Seblani pada pihak CNN.

Ledakan di ibu kota Lebanon ini menyapu seluruh jalanan. Ratusan ribu penduduk kota mengungsi dan bangunan di sepanjang enam mil jauhnya rusak. Gudang yang meledak menyimpan ribuan ton senyawa kimia yang tidak aman dan mudah meledak.

Keluarga Dalam Rumah

Seperti hari biasanya, keluarga di Beirut menghabiskan waktu dengan keluarganya. Namun, penampakan mereka saat ledakan terjadi beredar luas di sosial media. Tampak seorang babysitter yang sedang bekerja menjaga tiga anak-anak, melihat ledakan dari jendela. Tanpa sadar, ledakan terbesar terjadi dan menghantam mereka.

Di rumah lainnya, terlihat sang ayah berdua dengan anak lelakinya. Keduanya tampak sangat panik saat rumah mulai bergetar. Ayah kemudian mengajak si anak berlindung di bawah meja.

Rumah Sakit yang Hancur

Rumah sakit yang hancur karena ledakan (IG:karenatallah)

Kisah tragis ledakan Beirut juga menghancurkan rumah sakit. Tempat di mana pasien seharusnya merasa aman, ikut terdampak. Kaca hancur berkeping-keping, pasien lebih terluka. Dengan beradarah-darah, pasien mencari jalan keluar dari gedung.

View this post on Instagram

This is St.Georges Hospital. These are the rooms where people come to feel safe and healthy. These are the windows that sick people look out from to find some birds flying and chirping. These are the pillows that allow a person to rest and dream of fairytales as he or she recovers. These are the balloons in which "Congrats it is a boy" is written on so many doors. This is home for so many doctors and nurses. This is a place where heroes are born. Yet, on Tuesday August 4,2020, it became a place where blood is shed on every corner. It became a place where babies,children,adults, and the elderly begged for their lives. It became a place where souls flew to heaven. It became a place where screams rang in every corner of every room and hallway. It became a place where fairytale dreams turned into nightmares. It became a place where people left bloody handprints on every wall. As I walked today into the hospital, I thought I was lost in a nightmare. I started thinking that maybe I should wake up from this. But then again, I remembered. I remembered the government that rules Lebanon. I remembered that their pockets are worth much more than the tears and blood of their people. I remembered that they do not even care about what they have caused. I remembered that I am but one victim of a petrifying government…. Let us pray all together. Let us pray for a better tomorrow. For a government overthrow. For the souls that have been lost. For the victims of the explosion. Let us pray for Beirut…. ~Karen Atallah . . . . #PrayForBeirut #Lebanon #Beirut #Explosion #beirutexplosion

A post shared by Karen (@karenatallah) on

Hingga berita ini ditulis, korban tewas mencapai 135 jiwa. Dengan lebih dari 300.000 orang harus kehilangan tempat bernaung. Sekitar 4000 luka-luka dan jumlahnya terus bertambah.

Bergotong Royong

Warga bergotong royong membangun kota kembali (Twitter/@KhaledBeydoun)

Selain kisah tragis, ledakan Beirut juga menciptakan rasa kebersamaan. Warga Beirut, baik yang muslim, nasrani, semuanya bekerja sama membangun kembali kota mereka. Sungguh merupakan potret yang menghangatkan hati di tengah musibah.

Kebersamaan pasca ledakan (Twitter/@Nadia_Hardman)

Itulah beberapa kisah tragis ledakan Beirut, juga potret kebersamaan warga yang gotong royong membangun kota kembali. Semoga tidak ada lagi kabar buruk yang datang. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Populer

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×