fbpx

Protokol Perjalanan Singapura-Malaysia, Perhatikan Ya!

  • August 4, 2020
  • Dibaca 4 kali

Singapura – Malaysia sudah membuka kembali perjalanan lintas batas mulai 10 Agustus mendatang. Dilansir dari straitstimes.com dan safetravel.ica.gov.sg, untuk melakukan perjalanan Singapura-Malaysia, harus punya paspor jangka panjang, melakukan bisnis penting dan kunjungan resmi. Pastikan mematuhi protokol kesehatan. Baik sebelum sampai sesudah kunjungan mereka. Nah, apa aja sih langkah keamanannya? Simak ya!

Perjalanan Singapura-Malaysia
Ilustrasi Pekerja di Singapura. Photo by @shawnanggg on Unsplash

Baik #SGB_Family yang melakukan perjalanan Singapura-Malaysia, harus sudah memegang izin sebelumnya. Kamu bisa mendapatkannya dari pihak berwenang negara yang akan dituju. Pendaftaran untuk perizinan ini dibuat oleh pengusaha, perusahaan, atau lembaga pemerintah. Setelah sampai di negara tujuan, harus melakukan uji Covid-19. Peraturan khusus untuk karyawan yang akan melakukan jangka panjang dan pendek akan dijelaskan lebih rinci di PCA dan RGL.

Ilustrasi Petronas Twin Towers. Instagram @sanjedajohn
Ilustrasi Petronas Twin Towers. Instagram @sanjedajohn

Peraturan ini diperuntukkan kepada mereka yang akan tinggal di negara tujuan setidaknya 90 hari untuk bekerja, sebelum akhirnya nanti kembali ke negara asal untuk cuti. Peraturan perjalanan Singapura-Malaysia lainnya adalah sebagai berikut:

  • Akses keluar masuk harus melalui Woodlands Checkpoint atau Tuas Checkpoint di Singapura. 
  • Setelah sampai di Singapura, harus Stay-Home Notice (SHN) selama 7 hari. SHN di antaranya adalah tetap di tempat tinggal dan meminimalisir kontak dengan orang lain maupun berinteraksi dengan orang yang ada di tempat tinggal.
  • SHN harus dilakukan di hotel, apartemen, atau tempat tinggal tunggal.
  • Melakukan tes swab PCR sebelum masa SHN berakhir. Hasil tes juga akan diberitahukan kepada pengusaha.
  • Individu tidak bisa mendaftar untuk perizinan, jadi pengusaha yang harus menyerahkan pendaftaran atas nama karyawan mereka.
  • Biaya tes swab PCR dan tempat tinggal selama masa SHN akan dibebankan kepada pengusaha atau karyawan.
  • Selama SHN, karyawan hanya diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau mobil sewaan langsung dari pos pemeriksaan imigrasi. Saat menggunakan kendaraan pun nggak boleh berhenti atau turun di tujuan lain sepanjang perjalanan.
  • Perusahaan yang berbasis di Singapura, bisa mendaftarkan perizinan untuk karyawan mereka mulai dari 10 Agustus 2020 pukul 12pm.
Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash
Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash

Selain peraturan perjalanan Singapura-Malaysia di atas, mereka yang merasa tidak enak badan sebaiknya tidak melakukan perjalanan. #SGB_Family harus selalu memantau status kesehatan. Tanggal kedatangan pun juga harus tepat seperti yang diajukan.

Perjalanan Singapura-Malaysia
Merlion Singapura. Instagram @cletadehlin

Berbeda dengan PCA, RGL ditujukan untuk mereka yang akan mengunjungi negara tujuan lebih pendek. Untuk melakukan bisnis penting dan perjalanan dinas maksimal 14 hari di negara tujuan. Adapun peraturannya sebagai berikut:

  • Pihak perusahaan atau lembaga pemerintah negara tujuan yang akan mengajukan surat persetujuan untuk kepentingan karyawan.
  • Hanya bisa melakukan perjalanan lewat bandara di Singapura dan Malaysia yang punya rute penerbangan non-stop.
  • Masing-masing negara punya dokumen wajib yang harus dikantongi para karyawan saat memasuki kawasan mereka. SafeTravel Pass yang sah harus dikantongi oleh karyawan yang mau memasuki Singapura, sedangkan kalau ke Malaysia harus punya MyTravelPass.
  • Sebelum waktu keberangkatan, sudah harus melakukan tes Covid-19 di laboratorium yang terakreditasi. Waktunya, minimal 72 jam sebelum keberangkatan. Setelah dapat sertifikat hasil tes, harus menunjukkan hasil negatif.
  • Setelah datang di negara tujuan, harus menjalani tes Covid-19 lagi. Kalau di Singapura, harus melakukan tes Covid-19 di bandara atau pos pemeriksaan dan biayanya pun juga ditanggung oleh karyawan pemegang SafeTravel Pass
Ilustrasi Taxi Singapura. Photo by @cjtagupa on Unsplash
Ilustrasi Taxi Singapura. Photo by @cjtagupa on Unsplash

Sama seperti peraturan pada PCA, bahwa menggunakan transportasi umum tidak diperbolehkan untuk karyawan. Karyawan hanya boleh menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi perusahaan selama ada di negara tujuan.

Untuk mereka yang akan melakukan perjalanan untuk bisnis penting dan kunjungan resmi, harus banget memperhatikan langkah keamanan perjalanan Singapura-Malaysia ini. Karena kalau tidak patuh, bisa-bisa akan sulit untuk masuk. Contohnya saja, kalau tidak punya SafeTravel Pass, wisatawan tidak diperbolehkan masuk Singapura.

Singapore Causeway – Johor (IG:chewybites)

Wah, akan repot juga ya! Selain untuk kebaikan diri sendiri, tentunya juga melindungi orang lain di tengah pandemi ini. Semoga keadaan terus membaik dan #SGB_Family bisa segera traveling seperti biasa, ya. Siapa nih yang kangen banget sama Singapura dan Malaysia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×