fbpx

Alat Elektronik untuk Turis, Jangan Harap Bisa Dilanggar Ya!

  • August 4, 2020
  • Dibaca 4 kali

Singapura membuka perbatasan secara perlahan. Salah satunya adalah menciptakan jalur hijau untuk antar negara. Selain dengan China, Singapura-Malaysia pun sudah dibuka untuk para pekerja, pemegang izin jangka panjang, dan lain-lain. Kabar terbaru, wajib pakai alat elektronik untuk stay home notice. Seperti apa fungsi dan bentuknya? Cek informasinya di bawah ini, ya.

Jewel Changi Airport. Photo by Keith Chong on Unsplash
Jewel Changi Airport. Photo by Keith Chong on Unsplash

Dalam fase 2 Singapura, pemerintah melonggarkan beberapa perbatasan. Turis yang boleh masuk Singapura di antaranya adalah penduduk tetap, pemegang izin jangka panjang, pemegang izin kerja dan tanggungannya. Hal ini disampaikan oleh Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA), Kementrian Tenaga Kerja (MOM) dan Kementerian Pendidikan (MOE).

Mereka yang masuk dari area di mana virus terkendali, seperti Cina, Korea Selatan, Taiwan, Australia, kecuali dari negara bagian Victoria diizinkan untuk melayani stay home notice di tempat tinggal mereka.

Dilansir dari channelnewsasia.com, setelah masuk Singapura, mulai Selasa tanggal 11 Agustus, para turis yang memasuki Singapura dan harus menjalani stay home notice di luar fasilitas yang disediakan pemerintah harus menggunakan perangkat pemantauan elektronik selama 14 hari.

Wristband and gateway device for ICA’s electronic monitoring of travellers serving stay-home notices. (Photo: Gwyneth Teo)

Alat elektronik untuk stay home notice ini untuk memantau. “Setibanya di Singapura, para turis yang melayani pemberitahuan tinggal di rumah di tempat tinggal mereka akan diberikan perangkat pemantauan elektronik di pos-pos pemeriksaan, setelah izin imigrasi. Mereka akan perlu mengaktifkan perangkat pemantauan elektronik setelah mencapai tempat tinggal mereka,” kata agensi.

Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash
Ilustrasi Tes Swab Covid-19. Photo by @unitednations on Unsplash

Jika alat elektronik untuk stay home notice ini tidak diaktifkan sesuai kebutuhan, pihak berwenang akan menindaklanjuti untuk menentukan lokasi perjalanan, dan membantu untuk menyelesaikan kesulitan teknis, atau mengambil tindakan penegakan hukum, sesuai kasusnya.

Selama periode 14 hari, mereka yang memakai alat elektronik untuk turis stay home notice dapat menerima pemberitahuan pada perangkat ini dan perlu mengakuinya tepat waktu. Dan setiap upaya meninggalkan tempat tinggal atau merusak perangkat elektronik akan memicu peringatan kepada pihak berwenang.

Pihak berwenang akan melakukan penyelidikan lanjutan. Pelancong benar-benar dilarang meninggalkan tempat tinggalnya, kecuali untuk membuat janji mengambil tes swab untuk Covid-19. Siapapun yang melanggar akan mendapat tindakan administratif lebih lanjut, seperti mencabut izin atau memperpendek validitas izin bekerja/tinggal di Singapura.

GPS (Photo by Markus Spiske on Unsplash)

Setelah masa karantina berakhir, alat elektronik untuk stay home notice yang digunakan ini dapat dikembalikan atau dibuang. Tenang saja, perangkat ini tidak menyimpan data pribadi, kok.

Perangkat menggunakan sinyal GPS dan4G atau bluetooth untuk menentukan apakah orang tersebut berada di dalam jangkauan tempat tinggal mereka atau tidak. “Perangkat tidak menyimpan data pribadi apa pun dan tidak memiliki fungsi perekaman suara atau video,” tambahnya. Data yang dikirimkan oleh perangkat dilindungi oleh enkripsi.

Ditambah, hanya pejabat pemerintah berwenang yang akan memiliki akses ke data yang dikumpulkan oleh perangkat. Data ini diperlukan untuk pemantauan dan penyelidikan.

Dengan pencabutan pembatasan perjalanan secara progresif seperti sekarang ini, penggunaan alat elektronik untuk stay home notice dapat memudahkan ICA, MOM, dan MOE untuk memantau, juga melayani stay home notice di tempat tinggal secara lebih efektif.

Update Covid-19 di SG (CNA)

Hingga hari ini, 4 Agustus 2020, kasus positif Covid-19 di Singapura mencapai 53.346. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47.179 sudah dinyatakan sembuh. Masih ada 115 pasien Covid-19 yang masih harus mendapat perawatan di rumah sakit. Singapura mencatat 27 kematian karena Covid-19.

Itulah berita singkat dari Singapura, termasuk penggunaan wajib alat elektronik untuk stay home notice yang memilih di tempat tinggal pribadi. Semoga cara ini efektif sehingga bisa menekan penyebaran virus Covid-19. Siapa nih yang nggak sabar untuk liburan dan eksplor tempat wisata Singapura lagi? Nabung dari sekarang, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×