fbpx

Fakta Unik Opera China di Singapura, Wisata Anti-Mainstream yang Sayang Dilewatkan!

  • August 3, 2020
  • Dibaca 41 kali
Opera China di Singapura

Kalau biasanya berburu kuliner atau keliling destinasi wisata Singapura, bisa nih cobain wisata anti-mainstream, seperti Opera China di Singapura yang bisa membangkitkan kenangan masa lalu. Apa sih Opera China itu? Itu adalah seni pertunjukan yang berakar pada tradisi China dengan salah satu ciri khas alis tebal berwarna hitam dengan sapuan makeup merah merona di area mata hingga pipi. Penasaran? Nah, mau tahu fakta unik Opera China di Singapura? Baca terus, ya!

Opera China di Singapura
Sejak abad ke-19. Facebook Chinese Theatre Circle

Opera China dibawa oleh para imigran China ke Singapura pada abad ke-19. Mereka memperkenalkan bervariasi bentuk opera ke Singapura, seperti seperti Opera Teochew, Opera Kanton, dan Opera Hokkien. Ketiganya memang berbeda kalau dilihat dari tradisi dan dialeknya, tapi tetap punya persamaan. Dari lagu, cerita, kostum, teknik tertentu, dan pertunjukan panggung ketiga opera ini cenderung sama.

Opera Hokkien lebih menceritakan tentang dongeng rakyat provinsi Fujian yang khas dengan melodi “tangisan”. Kalau khas dari Opera Teochew adalah gaya bernyanyinya yang jelas dan lembut. Biasanya ada permainan kipas dan akrobati. Sedangkan Opera Kanton, biasanya lebih mudah dimengerti karena mencerminkan kenyataan.

Para pemain akan diiringi oleh musik opera yang keras dan khas. Musik ini dilakukan secara langsung oleh pemain orkestra, bukan rekaman.

Pertunjukan Opera China di Singapura. Facebook Chinese Theatre Circle
Pertunjukan Opera China di Singapura. Facebook Chinese Theatre Circle

Saat masuk ke Singapura, para imigran membangun kuil untuk pemujaan dan di luar halaman kuil digunakan untuk pementasan Opera China. Pementasan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan para dewa dan festival adat selama perayaan ulang tahun. Sekarang, Opera China menjadi warisan budaya yang dipertunjukkan oleh kelompok opera profesional maupun amatir.

Selain sebagai bagian dari acara keagamaan dan selama festival tampil di kuil, Opera China juga dilakukan untuk hiburan yang bebas ditonton untuk umum. Nggak hanya itu, Opera China juga ditujukan sebagai demonstrasi dan workshop di sekolah atau pusat komunitas di Singapura. Dulu, Opera China pernah ditunjukkan di jalanan seperti Clarke Quay atau di teater seperti di Kreta Ayer People’s Theater.

Opera China di Singapura
Makeup Khas Opera China. Instagram @rayraytanphotography

Opera China punya ciri khas sendiri, yaitu makeup dan kostum yang digunakan. Makeup merepresentasikan sifat karakter yang dibawakan, ini juga jadi salah satu elemen penting di dalam opera. Makeup diklasifikasikan jadi dua jenis, yaitu junban (riasan yang menarik) dan caiban (riasan warna-warni). Riasan menarik biasanya digunakan untuk karakter shen (lelaki) dan dan (perempuan). Dua karakter ini menggunakan make-up yang disapukan secara ringan di alis dan daerah mata.

Sedangkan makeup warna-warni digunakan untuk karakter jing (painted face) dan chou (badut). Berbeda dengan riasan karakter sebelumnya, makeup dua karakter ini lebih warna-warni dan terlihat seperti topeng. Warna yang digunakan dalam makeup pun memiliki makna tersendiri, contohnya keberanian, kejujuran, dan kesetiaan dilambangkan dengan warna merah. Kalau karakter dewa atau roh biasanya ditunjukkan dengan warna emas dan perak

Kostum dan Properti yang Unik. Instagram @michelleschulzcollections
Kostum dan Properti yang Unik. Instagram @michelleschulzcollections

Sedangkan untuk kostumnya, biasanya ada hiasan kepala, jubah, alas kaki, dan janggut buatan untuk karakter yang memerlukan. Sama seperti makeup, kostum yang dipakai juga menggambarkan karakternya berdasarkan kepribadian, gender, status sosial, bahkan emosi. Biasanya, kostum disulam secara rumit dengan manik-manik. Nggak cuma kostum yang keren, tapi pemisah antara panggung dan belakang panggung terbuat dari kain sutra sulam yang indah.

Properti yang digunakan Opera China diusahakan seminimal mungkin dan biasanya menunjukkan sebuah simbol, misalkan tanpa memperlihatkan kuda hanya perlu menggunakan cambuk, angin kencang digambarkan dengan bendera dan spanduk bergambar awan.

Teater Opera China di Singapura. Facebook Chinese Theatre Circle
Teater Opera China di Singapura. Facebook Chinese Theatre Circle

Opera China di singapura kebanyakan ada di Chinatown, seperti Lai Chun Yuen di Smith Street serta Heng Wai Sun and Heng Seng Peng di Wayang Street atau sekarang dikenal dengan Eu Tong Sen Street. Lai Chun Yuen sendiri sekarang sudah menjadi sebuah hotel, yaitu Hotel 1887. #SGB_Family pasti tahu kan People’s Park Complex yang ada di Chinatown? Nah, teater Heng Wai Sun and Heng Seng Peng dulunya berdiri di jalan itu.

Kalau mau menonton Opera China di Singapura, bisa mampir ke Chinese Theatre Circle atau CTC di 5 Smith Street. Mereka adalah kelompok teater lokal yang melakukan pertunjukan Chinese Opera. Mereka mempertunjukkan Chinese Opera Tea House dan Sights & Sounds Of Chinese Opera. #SGB_Family nggak usah khawatir karena mereka menyediakan subtitle bahasa Inggris. Jadi tetap bisa menikmati pertunjukan dan paham ceritanya.

Wah, keren juga ya buat dijadikan tujuan wisata yang anti-mainstream. Makin penasaran kan seperti apa Opera China di Singapura? Mampir ke Chinese Theatre Circle dan lihat pertunjukannya ya! Adakah #SGB_Family yang sudah pernah menikmati hiburan unik satu ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×