fbpx
Topik / Artikel
Atraksi July 31, 2020

Fakta dan Sejarah Singapura, dari Masa Kerajaan sampai Modern

Bagikan

Singapura yang sekarang udah melewati beberapa kejadian penting yang terangkum menjadi sejarah, mulai dari pertama ditemukan sampai berubah nama. Singapura modern ini tak lepas dari campur tangan kolonial Inggris di bawah pimpinan Stamford Raffles. Pada masa tersebut Kota Singa ini pun berkembang cukup pesat. Selengkapnya, yuk simak sejarah Singapura.

Ilustrasi Pulau Sentosa, Singapura. Photo by Annie Spratt on Unsplash
Ilustrasi Pulau Sentosa, Singapura. Photo by Annie Spratt on Unsplash

Dilansir dari eresources.nlb.gov.sg/history, Singapura atau yang dulu dikenal sebagai Temasek didirikan pada abad ke-13 dan menjadi wadah perdagangan maritim antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Pedagang dari China bernama Wang Dayuan menjadi yang pertama menulis tentang Asia Tenggara. Kisahnya telah diterjemahkan beberapa kali dan terjemahan oleh Wheatley menjadi yang paling dikenal.

Pada tulisan Wang, disebutkan 3 nama tempat yang berkaitan dengan Singapura masa kini. Pertama, Temasek yang mengacu pada area umum Singapura dan pulau terdekat lainnya. Kedua, Longyamen yang dalam Bahasa China artinya Selat Gigi Naga. Ketiga, Banzu atau pancur (mata air) dalam Bahasa Melayu.

Ilustrasi Labrador Nature Reserve. Instagram @4malmal
Ilustrasi Labrador Nature Reserve. Instagram @4malmal

Lokasi Longyamen kemungkinan besar mengarah pada selat atau jalur air antara pulau yang sekarang menjadi Pulau Sentosa dan Labrador Point. Selat itu diberi nama Batu Berlayar. Area ini muncul sebagai Lot’s Wife pada grafik Bahasa Inggris 1709.

Tulisan Wang tentang penduduk Longyamen cukup bertentangan. Ia menulis bahwa perdana menteri di situ memerintah penduduk untuk hidup damai dengan orang China. Sementara di sisi lain, ia menggambarkan bahwa hiburan favorit penduduk sebagai penjarahan dan memperingatkan orang di kapal China yang melewati selat untuk mencari bajak laut yang akan menyerang korbannya. 

Orang yang selamat dari serangan bajak laut kemudian menemukan tempat aman di Banzu atau Pancur, sebuah area perbukitan. Menurut Wang, orang di Banzu ini jujur dan bekerja membuat garam dan menyuling anggur beras. Mereka juga punya kepala suku.

Pancur sendiri merupakan nama tempat yang umum dipakai di wilayah sekitar Singapura. Seperti pelabuhan utama di pantai barat laut Sumatera, sesuai catatan abad ke-10 dari Arab. Lalu ibu kota Johor pada abad ke-16 di atas Sungai Johor juga bernama Pancur. Sebuah kota modern bernama Pancur di pantai timur laut Pulau Lingga dihuni oleh sekitar 10.000 orang.

Marina Bay Sands, Singapura. Photo by Hu Chen on Unsplash
Marina Bay Sands, Singapura. Photo by Hu Chen on Unsplash

Menurut sejarah, Singapura dulu bernama Temasek yang mungkin punya akar bahasa yang sama dengan kata tasek, artinya danau dalam Bahasa Melayu. Tasek merujuk pada tanah yang dikelilingi air, gambaran lokasi Singapura.

Beberapa dokumen menyebutkan nama Temasek ini. Tiga dokumen awal yang menyebut Temasek adalah pidato di Vietnam untuk pangeran yang meninggal pada 1330, catatan Wang Dayuan pada 1349 bernama Dao yi zhi lue atau Deskripsi Orang Barbar di Kepulauan, dan Desawarnana atau Nagarakartagama pada 1365 oleh Empu Prapanca, punggawa Majapahit.

Selain itu, nama Temasek juga muncul pada awal abad ke-15 dalam catatan pelayaran Zheng He, pelaut sekaligus diplomat dari Dinasti Ming. Area ini pun muncul di peta Mao Kun dari Dinasti Ming sebagai Temasek (Danmaxi). Kitab Pararaton yang merupakan kisah sejarah Jawa juga menyebut Temasek sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang akan ditaklukkan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit.

Cerita di balik munculnya nama Temasik masih terus berlanjut. Nama ini muncul dua kali dalam buku Sejarah Melayu dengan nama asli Sulalatus Salatin, disebut juga Malay Annals. Pertama, muncul pada kisah Raja Chulan dari India yang berangkat untuk menaklukkan China. Orang China berhasil mencegatnya di Temasik. 

Kedua, diceritakan bahwa seorang pangeran dari Kerajaan Sriwijaya bernama Sri Tri Buana menemukan Pulau Temasik yang kemudian ia beri nama Singapura. Kapan Temasek/ Temasik berubah menjadi Singapura tidak diketahui secara pasti. Namun semua sumber atau dokumen pada abad ke-14 menggunakan kata Temasik. 

Tempat bernama Singapura muncul pada daftar pengikut Majapahit dalam sebuah prasasti yang ditemukan di Surodakan, Jawa, bertanggal 1369 Saka atau 1447 Masehi. Singapura mungkin mengacu pada sebuah kerajaan di Jawa Barat, yang berperan peran penting dalam kisah Prabhu Siliwangi, gelar raja Sunda.

Sejarah Singapura
Fort Canning Park, Singapura. Photo by John Marvin De Jose on Unsplash

Menurut Sejarah Melayu, Singapura mempunyai sistem kerajaan selama periode 1300-1600. Disebutkan juga ada 5 raja yang pernah memerintah Singapura. Pertama, Sri Tri Buana atau Sang Nila Utama yaitu penguasa Melayu pertama dengan gelar Maharaja. Kemudian pada 1400 Malaka didirikan oleh Iskandar Shah, Singapura berubah menjadi ibu kotanya. Singapura juga area kekuasaan Sri Bija Diraja, seorang Laksamana atau komandan pasukan maritim kesultanan.

Selanjutnya Hang Tuah, juga seorang Laksamana dan dianggap sebagai tokoh paling heroik di Malaka. Berikutnya Singapura dipimpin oleh Sultan Mansur Shah yang membawa kerajaan ini pada masa kejayaan. Pada masa ini juga nama Singapura tak lagi disebut, digantikan dengan Ujung Tanah dan termasuk wilayah Malaka di selatan Semenanjung Melayu dan Bintan.

Saat itu Singapura mempunyai kekuatan angkatan laut besar dan penting, memiliki 40 kapal penjelajah. Kekuatan maritim ini kemungkinan berkat andil Orang Laut yang tinggal di Temasek dan pulau tetangga. Malaka sendiri tak punya pelaut asli.

Namun, ada kisah lain terkait siapa yang mendirikan Malaka. Berdasarkan catatan seorang apoteker dan penulis Portugis bernama Tome Pires, Malaka didirikan oleh Parameswara. Ia adalah seorang bangsawan dari Sumatera yang melarikan diri ke Singapura dari Palembang. Kala itu Palembang diserang oleh kerajaan dari Jawa. Parameswara membunuh kepala setempat yang disebut Sang Aji atau pangeran, beberapa hari setelah tiba di Temasek.

Parameswara pun memimpin Temasek selama lima tahun dengan bantuan dari Orang Laut yang dibenci oleh orang-orang Singapura. Menurut Pire, terdapat tiga raja dengan gelar Sang Aji yaitu penguasa Palembang, Pontianak, dan Singapura. Mereka semua adalah pengikut dari Jawa. Namun, penguasa Singapura diketahui menikahi putri raja Siam sekaligus bangsawan Melayu Patani. Sehingga ia punya hubungan dengan raja Ayutthaya dan bangsawan Patani.

Keppel Harbour, dulu bernama New Harbour. Instagram @adamgateley
Keppel Harbour, dulu bernama New Harbour. Instagram @adamgateley

Pada 1600-1818 sempat terjadi persaingan maritim internal di antara kekuatan regional dan Eropa yang memengaruhi munculnya permukiman pelabuhan dan peran Singapura dalam perdagangan maritim di Asia Tenggara. Belanda tiba di perairan Samudra Hindia pada 1590 dan mulai melakukan agresi terhadap Portugis di seluruh kawasan dengan titik terlemah di Singapura dan Selat Malaka. Kala itu terjadi pertempuran yang melibatkan Belanda, Spanyol, dan Portugis.

Kemudia pada 28 Januari 1819, Sir Stamford Raffles, seorang negarawan Inggris sekaligus Letnan Gubernur Dutch East Indies (koloni Belanda termasuk Indonesia) dan Letnan Gubernur Bencoolen (Bengkulu) datang ke Singapura. Ia ditemani oleh Mayor William Farquhar mendarat di dekat Sungai Singapura. 

Sir Stamford Raffles, Temenggong Abdur Rahman dan Sultan Hussein Shah dari Johor menandatangani sebuah perjanjian pada 6 Februari 1819. Perjanjian tersebut berisi pemberian hak kepada British East India Company (EIC) untuk mendirikan pos perdagangan di Singapura. Sejak saat itulah, bendera Inggris resmi dipasang di Singapura yang menandainya sebagai pemukiman Inggris.

Di bawah pimpinan Stamford Raffles, warga Singapura dari berbagai suku diberikan kawasan tinggal masing-masing. Orang China dan India menduduki South Bridge Road dan New Bridge Road, bangsawan Melayu tinggal di utara kota Eropa yang diusulkan antara pantai dan Sungai Rochore, dan di sebelah kampung Bugis dan Arab.

Pada masa ini dibangun beragam sarana dan prasarana, termasuk transportasi. Di antaranya sebagai berikut:

  • 1842: pacuan kuda
  • 1848: New Harbour (sekarang Keppel Harbour)
  • 1855: Victoria theater
  • 1858: pembangunan Robinson’s Department Store
  • 1859: pendirian Fort Canning
  • 1864: Tanjong Pagar Dock Company
  • 1869: pembukaan Suez Canal yang menjadikan Singapura pusat perdagangan internasional.
  • 1904: Jinrikisha Station
  • 1905: tram listrik pertama beroperasi
  • 1912: Madrasah Alsagoff Al-Arabiah
  • 1924: Singapore-Johor Causeway, jalan dan rel kereta yang menghubungkan Woodlands dengan Johor Bahru, Malaysia.
  • 1925: Polar Café
  • 1937: Kallang Airport
  • 1938: dermaga King George VI (KG6)
  • 1941: Cathay Building, gedung pencakar langit pertama di Singapura.

Akhir 1920-an, kendaraan umum yang lazim dipakai di Singapura cukup beragam. Seperti rickshaws atau rikishas, becak yang ditarik tenaga manusia. Ada juga pedati, tram listrik, bus troli yang diopersikan kabel di atasnya, dan bus mesin.

Strait Settlement

Pada 1826 terjadi Strait Settlement, di mana Stamford Raffles menyatukan pemukiman Singapura, Malaka, dan Penang menjadi Presidensi Permukiman Selat. Ibu kota presidensi ini adalah Penang. Namun pada 1830, Pemukiman Selat dijadikan tempat tinggal Kepresidenan Bengal di Calcutta, India. Akibat satu dan lain hal akhirnya Pemukiman Selat dipindahkan ke Kantor Kolonial London di bawah kendali Inggris pada 1 April 1867.

Sejarah Singapura
Changi Airport Terminal 3. Photo by chuttersnap on Unsplash

Setelah melewati beragam masa, Singapura pun meraih pemerintah internalnya sendiri yang dipimpin oleh Yusof bin Ishak sejak 3 Desember 1959. Gelar Yusof kala itu Yang di-Pertuan Negara atau Kepala Negara Singapura. Kemudian Singapura merdeka pada 9 Agustus 1965, Yusof pun menjadi bertransisi menjadi presiden pertama negara ini. Lalu pada 3 Desember 1959, Singapura secara resmi mendaftar untuk bergabung bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Masa modern Singapura juga dibarengi dengan tumbuhnya beragam fasilitas penting, mulai dari kota penyangga atau kota satelit sampai tempat wisata. Selengkapnya sebagai berikut:

  • 1961: Queenstown, kota satelit pertama di Singapura
  • 1963: National Theatre
  • 1964:  pembangunan Toa Payoh, kota satelit kedua setelah Queenstwon
  • 1966: Jurong Industrial Town, kota industri di Singapura
  • 1969: Pelabuhan perikanan dan pasar ikan sentral di Jurong
  • 1971: Jurong Drive-in Cinema
  • 1973: People’s Park Complex, gedung berisi tempat tinggal, tempat belanja, dan kantor.
  • 1973: National Stadium, stadion olahraga pertama di Singapura
  • 1974: Beverly Mai, kondominium pertama di Singapura
  • 1989: The Singapore Indoor Stadium (SIS), arena olahraga indoor di Singapore Sports Hub, Kallang
  • 2015: The Singapore Sports Hub di Kallang. Tempat adalah pusat olahraga, hiburan, dan gaya hidup yang terintegrasi.
Jewel Changi Airport. Photo by Keith Chong on Unsplash
Jewel Changi Airport. Photo by Keith Chong on Unsplash

Tak ketinggalan, fasilitas transportasi di Singapura juga mulai berkembang lebih pesat dan modern. Ditandai dengan dibukanya bandara internasional, maskapai penerbangan, dan MRT. Rinciannya seperti ini:

  • 1955: Paya Lebar Airport
  • 1972: Singapore Airlines (SIA), maskapai penerbangan nasional Singapura.
  • 1981: Changi Airport, bandara internasional di Singapura yang menggantikan Paya Lebar Airport pada Juli 1981.
  • 1987: Sistem Mass Rapid Transit (MRT) mulai beroperasi pada 7 November 1987. Awalnya dibuka rute Yio Chu Kang-Toa Payoh sepanjang 6 kilometer dari jalur utara-selatan.

Selama beroperasi, Changi Airport meraih beragam penghargaan salah satunya World Best Airport oleh Skytrax World Airport Awards sebanyak 10 kali. Selain fasilitasnya canggih dan lengkap, bandara internasional satu ini juga dipenuhi tempat hiburan seperti Jewel Changi Airport dengan air terjun indoor ikoniknya.

Sejarah munculnya Singapura cukup panjang mulai dari 1299 sampai kini menjadi modern seperti sekarang. Kalau ingin mengenang sejarah Singapura, #SGB_Family dapat berkunjung ke sejumlah museum seperti National Museum Singapore. Bisa juga ke Raffles Hotel, Cavenagh Bride, dan wisata sejarah di Singapura lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial