fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru July 28, 2020

Perbedaan Rapid Test, PCR, dan Swab Test, Pelajari Dulu Ya!

Bagikan

Pada masa pandemi Covid-19, beberapa orang perlu melakukan tes untuk mendeteksi apakah terdapat virus Covid-19 dalam dirinya. Hasil tes juga dijadikan syarat naik sejumlah transportasi umum seperti pesawat dan kereta api. Terdapat dua jenis tes yang marak yaitu rapid test dan PCR test dengan cara nasal swab. Sama-sama tes yang digunakan di masa pandemi, tapi terdapat perbedaan signifikan antara rapid test dengan PCR test. Apa aja?

Perbedaan rapid test dengan pcr test
Ilustrasi alat rapid test. Photo by Medakit Ltd on Unsplash

Melansir WHO, rapid test adalah tes sederhana atau tes cepat yang dirancang untuk tujuan skrining dan sangat berguna dilakukan di negara yang punya sumber daya terbatas. Tes ini memiliki kualitas tinggi dan mudah digunakan. Hasil rapid test juga cepat keluar sekitar 10 menit sampai 2 jam. Sehingga kalau hasil rapid test reaktif maka #SGB_Family bisa mendapatkan perawatan tepat waktu.

Rapid test pun hanya membutuhkan sedikit peralatan tambahan bahkan kadang hanya perlu satu alat. Harga alatnya pun cenderung terjangkau. Tes ini digunakan untuk individu atau sampel dengan jumlah terbatas. Sampel pun memungkinkan disimpan pada suhu ruang untuk waktu cukup lama. Hasil rapid test ini reaktif atau non-reaktif.

Sampel darah diperlukan untuk rapid test, kemudian diteteskan pada alatnya. Teknik ini memeriksa adanya antibodi IgG (Immunoglobulin G) dan IgM (Immunoglobulin M). Berdasarkan emc.id/, ketika tubuh terkena infeksi virus, maka antibodi itu akan muncul dan bertambah.

Kalau hasil rapid test reaktif, menunjukkan ada IgG atau IgM dalam darah. Namun, hasil reaktif rapid test belum tentu menunjukkan terinfeksi Covid-19. Untuk mengetahui adanya virus Covid-19 harus melalui PCR swab.

Ilustrasi hasil sampel sedang diperiksa di laboratorium. Photo by Drew Hays on Unsplash
Ilustrasi hasil sampel sedang diperiksa di laboratorium. Photo by Drew Hays on Unsplash

Mengutip primayahospital.com, PCR dan swab adalah satu kesatuan. PCR atau polymerase chain reaction adalah metode untuk memeriksa Covid-19. Sementara nasal swab adalah cara untuk mengambil sampel yang diperlukan untuk melakukan PCR test. Dikutip dari medicaldevice-network.com, PCR test bekerja dengan mendeteksi RNA atau informasi genetik virus.

RNA dapat terdeteksi jika virus benar-benar ada di dalam tubuh seseorang dan terinfeksi secara aktif. Berbeda dengan rapid test, PCR test bukan mendeteksi antibodi melainkan keberadaan antigen. Antibodi ini terbentuk setelah virus hadir.

Dengan PCR test, RNA virus dapat dideteksi bahkan sebelum antibodi terbentuk atau gejala penyakit muncul. Inilah salah satu perbedaan signifikan antara rapid test dengan PCR test. Namun, untuk melakukan tes ini diperlukan cairan dari nasofaring yaitu bagian tenggorokan atas di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut.

Perbedaan rapid test dengan pcr test
Ilustrasi nasal swab untuk sampel PCR test. Instagram @krisnaamn

Nasal swab kalau diartikan secara harfiah berarti usap hidung karena sampel untuk PCR test diambil dari tenggorokan bagian belakang hidung. Cara kerja nasal swab menurut healthnavigator.org.nz, benda seperti cotton bud dimasukkan ke dalam salah satu ada kedua lubang hidung sampai bagian tenggorokan belakang hidung. Kemudian alat itu diputar beberapa kali sampai dipenuhi cairan atau sekresi. Untuk mendeteksi Covid-19 dilakukan swab sekali.

Hasil sekresi kemudian dikirim ke laboratorium untuk dicek dan cara ini memudahkan proses identifikasi virus, jamur, maupun bakteri yang ada. Nantinya hasil PCR test akan diberikan kepada dokter untuk diagnosa virus atau kuman apa  yang terkandung tersebut. Kemudian dapat dinyatakan positif atau negatif Covid-19. 

Oleh karena proses detail dan akurat, PCR test dinilai paling efektif untuk mendeteksi Covid-19. Tapi proses ini memang lebih rumit dan untuk mengetahui hasilnya butuh waktu beberapa jam bahkan sampai hitungan hari.

Ilustrasi tes di laboratorium. Photo by National Cancer Institute on Unsplash
Ilustrasi tes di laboratorium. Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Kalau disimpulkan, perbedaan rapid test dengan PCR test terletak pada 4 faktor yaitu sampel, lama waktu, proses, sampai hasil. Berikut kesimpulannya:

  • Rapid test membutuhkan sampel darah, sedangkan PCR test sekresi dari nasofaring. 
  • Terkait lama waktu, rapid test lebih cepat daripada PCR test. Namun hasil PCR test lebih akurat daripada rapid test
  • PCR test mendeteksi RNA virus, rapid test deteksi antibodi.
  • Hasil PCR test dikatakan positif atau negatif, rapid test reaktif atau non-reaktif.

Setelah mengetahui perbedaan rapid test dengan PCR test, kalau diperlukan #SGB_Family dapat memilih tes yang diperlukan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila kurang yakin mau melakukan tes yang mana, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter atau pihak ahli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial