fbpx
Topik / Artikel
Berita Terbaru July 28, 2020

Malaysia Lockdown Lagi Karena Covid-19 Meningkat, Benarkah?

Bagikan

Wabah Covid-19 menyerang negara hampir di seluruh dunia. Untuk mengurangi laju penularan, banyak negara yang menutup akses keluar masuk. Di antaranya adalah Italia, Malaysia, dan lainnya. Kabar terbaru, Malaysia lockdown lagi karena kasus baru terus meningkat. Benarkah? Baca terus untuk keterangan lebih lanjut, ya.

Malaysia Sempat Tutup Akses Keluar Masuk

Malaysia (IG:@shewandersabroad)

Karena tingginya kasus Covid-19 yang ditemukan, pada 18 Maret 2020 Malaysia pun lockdown. Pemerintah melarang warganya meninggalkan perbatasan. Nggak cuma itu, acara publik, keagamaan, perjalanan wisata dilarang. Termasuk seruan untuk penutupan sekolah dan lembaga pendidikan, hingga sebagian bisnis.

Selama lebih dari tiga bulan, masyrakat Malaysia tidak bisa keluar dan mereka yang berada di luar negara pun tidak mudah untuk pulang. Mereka harus menjalani tes dan karantina selama 14 hari. Hingga akhirnya beberapa bisnis diizinkan untuk buka kembali mulai 4 Mei 2020.

Malaysia Lockdown Lagi, Benarkah?

Kabar Malaysia Lockdown lagi (IG@anniesbucketlist)

Sejak 10 Juni 2020, hampir semua sektor sosial, pendidikan, agama, bisnis dan ekonomi diizinkan untuk melanjutkan operasi secara bertahap. Selain itu, perjalanan antara 13 negara bagian Malaysia juga diizinkan. Namun ternyata, kasus baru meningkat setiap harinya.

Dilansir dari straitstimes.com, kabarnya Malaysia lockdown lagi seandainya jumlah kasis Covid-19 baru naik menjadi lebih dari 100 per harinya. Pemerintah Malaysia akan memberlakukan kembali penguncian di seluru negara. Hal ini disampaikan oleh menteri yang bertanggung jawab mengelola wabah Covid-19.

Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob menyatakan, “Jika mencapai tiga digit, kami tidak punya pilihan selain memperkenalkan kembali MCO dan kami akan melihat,”. Keputusan kemungkinan Malaysia lockdown lagi ini diambil karena dalam sepekan terakhir, kasus baru telah meningkat.

Sempat Tidak ada Kasus Penularan

Covid-19 di Malaysia sempat mereda (unsplash)

Covid-19 di Malaysia sempat mereda. Kementerian Kesehatan telah mengumumkan lebih dari tiga minggu lalu, yaitu pada tanggal 1 Juli 2020 bahwa negara tersebut telah mencatat nol kasus penularan lokal untuk pertama kalinya sejak Maret dan hanya ada satu kasus baru yang diimpor.

Namun pada hari Sabtu kemarin, Malaysia kembali melaporkan 13 kasus Covid-19 baru, dan 21 kasus pada hari Jumat dan pada Kamis ada 9 kasus baru. Datuk Seri Ismail juga menyampaikan, “Saya mengerti bahwa jika MCO ditegakkan kembali, itu akan membuat hal-hal sulit bagi semua pihak, termasuk kita yang ingin bekerja dan sebagainya, tetapi langkah ini harus diambil,”

Update Covid-19 di Malaysia

Malaysia (unsplash)

Menurut data yang dikumpulkan, Malaysia terkahir melaporkan lebih dari 100 kasus Covid-19 per hari adalah pada 4 Juni. Saat itu ada 277 kasus yang dilaporkan. Hingga kini, ada 8.904 infeksi di Malaysia, sedang angka kematian mencapai 124 jiwa.

Mr Ismail menyatakan bahwa salah satu alasan utama kasus baru meningkat adalah kepuasan masyarakat. “Ini karena publik sudah lupa apa yang perlu dilakukan ketika kita meringankan prosedur operasi standar … jumlah kasus mulai meningkat lagi,” katanya

Pemerintah sudah cukup tegas. Pihak berwenang bahkan telah menangkap 617 orang karena berbagai pelanggaran. Sebanyak 20 orang diserahkan ke polisi untuk investigasi dan 597 kena denda.

SOP Idul Adha

SOP Idul Adha di Malaysia (IG:@nomadlad)

Seperti yang diketahui, Idul Adha jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020. Mr Ismail mengingatkan bagi para umat muslim untuk merayakan Hari Idul Adha dengan mematuhi SOP, termasuk ritual pengorbanan dengan melakukan jaga jarak sosial.

Datuk Seri Ismail Sabri juga menyatakan bahwa masyarakat masih bisa kembali ke kota asal mereka. Disampaikan juga bagwa tidak ada pembatasan antar negara di Malaysia selama perayaan hari raya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pengunjung dan anggota kelaurga dibatasi hingga maksimum 20 orang per rumah.

Namun untuk dicatat, mereka yang sedang menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Termasuk menghadiri sholat bersama ataupun menerima tamu.

Itulah beberapa berita terbaru dari Malaysia. Semoga penularan Covid-19 bisa diredam sehingga kabar Malaysia lockdown lagi tidak menjadi kenyataan. Setuju, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial