fbpx

Jepang Tambah Negara yang Dilarang Masuk, Apakah Keadaan Memburuk?

  • July 23, 2020
  • Dibaca 129 kali

Sudah enam bulan lamanya, hampir seluruh dunia berperang melawan Covid-19. Berbagai percobaan dilakukan untuk menemukan vaksin Covid-19. Selagi menunggu, banyak negara yang memberlakukan new normal dengan protokol keamanan dan membuka pintu untuk turis, seperti Dubai sebagai Destinasi Paling Aman. Berbeda dengan itu, Jepang tambah negara yang dilarang masuk. Apakah keadaan bertambah buruk? Baca keterangan lengkapnya, ya.

Jepang (IG:@safirapoetri25)

Dilansir dari kyodonews.net, Jepang tambah negara yang nggak boleh berkunjung. Disebutkan bahwa Palestina dan 16 negara lainnya, termasuk Nepal, Kenya, Venezuela diperingatkan agar tidak berkunjung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus Corona baru.

Toshimitsu Motegi selaku Menteri Luar Negeri menyatakan bahwa daerah tersebut sekarang berada di Level 3, sehingga jumlah total negara dan wilayah berada di level tertinggi kedua pada skala empat poin untuk penyakit menular.

Botswana, Komoro, Liberia, Libya, Madagaskar, Namibia, Paraguay, Republik Kongo, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname dan Uzbekistan termasuk dalam daftar daerah atau negara yang dilarang masuk Jepang.

Gunung Fuji (IG:@1122miu1122.)

Untuk menekan penyebaran Covid-19, perjalanan internasional ke dan dari Jepang melampat karena kontrol perbatasan yang diberlakukan. Hingga kini, pengunjung Jepang telah turun hingga 99% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Total ada 129 negara dan wilayan yang dicakup oleh larangan masuk, termasuk Amerika Serikat, Cina dan seluruh Eropa. Hal ini termasuk warga asing yang telah berkunjung ke negera-negara tersebut.

Osaka Castle (IG:@vanaken)

Meski Jepang tambah negara yang dilarang masuk, masih ada pengunjung yang diizinkan. Jepang sedang dalam pembicaraan dengan Australia, New Zealand, Thailand, Vietnam untuk mengizinkan perjalanan bagi pebisnis dengan langkah-langkah tambahan untuk mencegah penyebaran infeksi termasuk tes reaksi rantai polimer wajib, juga tes PCR.

Katsunobu Kato, Menteri Kesehatan menyatakan bahwa kapasitas pengujian bagi pelancong yang tiba di Jepang diperluas hingga 10.000 per hari. Hal ini untuk mempersiapkan pelonggaran batasan. Target tersebut diperkirakan tercapai pada bulan September 2020.

Jumlah tes yang disediakan di stasiun karantina seluruh Jepang akan meningkat dari 2.300 menjadi 4.000. Sementara 6000 tes akan dilakukan di Bandara Internasional Haneda, Narita, dan Kansai.

Jepang Tambah Negara yang Dilarang Masuk (IG:@bennytgh. )

Dilansir dari thejakartapost.com, larangan perjalanan Jepang ini menghantam sebagian besar perusahaan Eropa di Jepang. Banyak negara yang memberlakukan pembatasan, namun diakui bahwa Jepang adalah salah satu yang paling ketat.

Dewan Bisnis Eropa melakukan survey dan menunjukkan bahwa 85% telah terkena dampak negatif dan 44% melaporkan telah mengalami kerugian finansial. “Situasi ini juga dapat memicu beberapa sengketa investasi terhadap Jepang,” kata presiden EBC Michael Mroczek kepada wartawan.

Aturan ketat masuk Jepang (Photo by Denisse Leon on Unsplash)

Tidak cuma pengunjung asing, bahkan warga Jepang tidak diizinkan masuk Jepang jika sempat berkunjung ke 129 negara yang dilarang masuk, kecuali ada alasan kemanusiaan. Jepang akan mengizinkan warganya untuk masuk jika melakukan tes Covid-19 di pelabuhan masuk dan menjalani karantina sendiri. Cek keterangan lebih lengkapnya di sini.

Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan lewat sosial medianya bahwa Jepang akan secara bertahap milai mengizinkan penduduk asing dengan izin tinggal untuk masuk kembali. Hal ini berlaku untuk pelajar asing dan karyawan perusahaan asing.

Update Covid-19 di Jepang (Japan Travel)

Hingga berita ini ditulis, update terbaru kasus positif Covid-19 di Jepang mencapai 26.303 dengan angka kematian hingga 989. Saat ini, masih ada 4.663 kasus yang masih aktif dan 55 harus mendapat perawatan intensif. Jepang sudah menjalankan 670.619 tes pada 126 juta lebih jiwa penduduknya.

Itulah beberapa update, selain Jepang tambah negara yang dibanned, 85% perusahaan Eropa di Jepang juga terdampak. Jika tidak ada kepentingan mendesak, hendaknya #SGB_Family tetap diam di rumah dan tidak bepergian lebih dulu, ya. Stay safe, all!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial