fbpx

Touch-Free di Changi Airport, Jaga Jarak Cegah Penyebaran Covid-19

  • July 22, 2020
  • Dibaca 16 kali

Sistem touch-free mulai dilakukan di Bandara Changi buat mencegah penyebaran Covid-19. Langkah ini sebagai bentuk jaga jarak untuk mengurangi kontak dengan staf bandara maupun benda yang ada di Changi. Fasilitas baru touch-free di Changi ini ditunjukkan saat briefing media di Singapura seperti dilansir dari straitstimes.com/. Apa aja yang perlu #SGB_Family ketahui soal sistem touch-free di Changi ini?

Setiap fasilitas di Changi Airport rutin dibersihkan. Instagram @changiairport
Setiap fasilitas di Changi Airport rutin dibersihkan. Instagram @changiairport

Sistem touch-free di Bandara Changi ditandai dengan penggunaan scan iris dan wajah yang mulai sekitar April 2020 di Terminal 1 dan 3. Menurut Tan Lye Teck, executive vice-president for airport management Changi Airport Group (CAG), bandara akan meningkatkan standar keamanan dan kebersihan supaya traveler bisa bepergian dengan tenang. 

CAG juga akan menerapkan standar baru yang menunjang new normal untuk perjalanan udara. Selain itu, mereka juga akan bekerja sama dengan mitra penerbangan supaya traveler bisa dengan percaya diri bepergian melalui Bandara Changi ketika perjalanan udara mulai dibuka lagi.

Touch-free di Changi Airport. Instagram @ariffinjmr
Scan wajah dan iris di Changi Airport. Instagram @ariffinjmr

Pada proses check-in di Terminal 1 dan 3 terdapat 160 mesin check-in otomatis dan mesin bag-drop. Mesin tersebut dilengkapi sensor infrared yang bisa melacak gerakan jari dan dioperasikan tanpa sentuhan pada layar atau mesin. 

#SGB_Family nggak perlu khawatir karena tak ada kontak dengan staf bandara atau penumpang lain. Jika harus check-in manual pun nggak perlu khawatir. Di konter check-in manual dipasang pembatas akrilik, untuk tetap menjaga jarak antara #SGB_Family dengan staf bandara. 

Nggak cuma di konter check-in, pemasangan pembatas akrilik sebanyak lebih kurang 400 buah juga dilakukan di imigrasi, konter pengembalian dana Goods and Service Tax (GST) atau Pajak Layanan dan Barang, Customs, dan konter informasi.

Bagian imigrasi dan boarding, menerapkan scan wajah dan iris mata untuk identifikasi biometrik. #SGB_Family cukup melihat ke arah scanner iris dan wajah aja. Sistem ini berlaku buat warga Singapura dan turis asing yang iris dan wajahnya udah teregistrasi oleh Immigration and Checkpoints Authority ICA.

Pengumpulan data iris dan wajah dilakukan ICA selama transaksi mereka seperti penumpulan paspor sejak 2017. Warga Singapura yang memiliki nomor paspor dimulai dengan huruf “K” juga termasuk orang yang scan irisnya udah terdaftar di ICA.

Sistem touch-free masih belum berhenti. Selanjutnya waktu di ruang tunggu #SGB_Family cuma perlu menunjukkan boarding pass ke petugas security. Nggak perlu diberikan kepada mereka. Sebelum masuk pesawat, boarding pass akan dipindai dan tunjukkan paspor kepada pihak maskapai penerbangan.

Robot pembersih otomatis. Instagram @changiairport
Robot pembersih otomatis di Changi Airport. Instagram @changiairport

Selain di konter check-in dan imigrasi, Changi meningkatkan kebersihan dan keamanan di setiap lini. Bandara ini punya robot pembersih otomatis yang dilengkapi penyemprot disinfektan. Jadi misalnya selesai membersihkan karpet, robot ini akan mulai menyemprot karpet pakai disinfektan. Selain itu, tersedia contactless toilet yang menerapkan sistem masuk tanpa pintu dan semua serba otomatis yaitu flush, keran, dan sabun. 

Ada juga uji coba penggunaan teknologi cahaya ultraviolet-C untuk membersihkan virus dari pegangan eskalator dan travelator. Tombol contactless di lift juga masih tahap uji coba. Nantinya #SBG_Family cuma perlu mengarahkan jari ke tombol lift tanpa menyentuhnya. Teknologi ultraviolet-C dan tombol contactless di lift masih dalam proses penyempurnaan.

Mesin print boarding pass dan bag tag. Instagram @ariffinjmr
Touch-free di Changi Airport. Instagram @ariffinjmr

Pemindai sidik jari akan dipakai kalau identifikasi pakai scan iris dan wajah nggak berhasil. Juga buat warga Singapura dan turis asing yang data scan iris dan wajah belum teregistrasi. Mereka perlu datang dulu ke konter imigrasi untuk registrasi manual sekali.

Setelah registrasi iris dan wajah berhasil dilakukan, mereka dapat menggunakan scan otomatis untuk perjalanan selanjutnya. Nggak perlu takut pakai pemindai sidik jari, karena udah disemprot disinfektan dan disediakan hand sanitizer.

Saat perjalanan udara udah dibuka sepenuhnya, #SGB_Family nggak perlu khawatir buat bepergian melewati Bandara Changi. Sistem touch-free di Changi akan mendukung traveler supaya bisa jalan-jalan dengan aman dan nyaman. Tapi selama perjalanan, #SGB_Family juga harus tetap patuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan bawa hand sanitizer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
×